Tuesday, January 27, 2015

Akhirnya mampir ke warung kopi 'LegiPait' juga...

Udah lama juga gak incip kopi di tempat baru... Maka saya putuskan hari ini HARUS dapet tempat ngopi baru! Heheeee.

Awalnya saya cuma sekedar iseng cari info jam buka kafe baru yang ada di jalan Kalpataru, kan.. Lha ternyata malah nyasar ke blog-blog yang ngereview kedai makanan dan coffee shop yang belum pernah saya dengar dan beberapa coffee shop yang sebenernya sudah sejak lama saya ingin menghampirinya.
Ada 3 coffee shop dan 3 kedai makanan yang membuat saya semalaman sulit tidur. Dalam hati "gila ni, Malang..tempat jajanannya banyak bener sik! Pe-Er banget kan jadinya.." Hahaha..iyah! Sungguh membuat saya kudu memutar otak agar segera dapat memutuskan 1tempat saja yang bisa saya kunjungi keesokan harinya. Kalau tak segera menemukan tempat yang akan saya datangi besok, bisa gak tidur semaleman! *iyah, ini penyakit perempuan pada umumnya, percaya deh!* Semua akibat dari...sepatu baru. Lha kok??? Eheeee... karena abis beli sepatu makanya..hemat dulu yak! :')))

Setelah cek google map untuk memastikan lokasi yang akan saya tuju dan sudah mengerti angkot apa yang harus saya naiki maka saya bergegas meninggalkan rumah dan mampir sebentar di warung pecel dekat rumah untuk makan siang, ini karena demi penghematan juga sih... Hahahaha! Kenyang makan pecel lalu saya segera melanjutkan perjalanan dengan angkot. Naik ABG dari perempatan cengger ayam dan pilih jurusan yang menuju stasiun Malang Kota Baru lalu saya turun di perempatan Klojen yang lalu saya melanjutkan perjalanan dengan kakiiii... Hihiiii! :p

Coffee shop paling mini yang pernah saya kunjungi :')
Saya pilih duduk di teras dekat pintu masuk ruang utama yang mana ruang utamanya lebih sedikit pilihan tempat duduknya dibandingkan dengan di teras.


So... sampailah saya di LEGIPAIT jalan Pattimura No. 24, kota Malang. Buat yang anak nongkrong or anak gahoool kota Malang, pasti akrab dengan tempat ini. Lokasinya persis di depan Hotel Helios. Hotel yang kabarnya diperuntukkan bagi turis backpacker. Kabarnya juga ini hotel banyak diisi bule-bule. Maka dari itu menu di LegiPait ini salah satunya adalah 'pancake' karena menurut review-review yang saya baca, pancake ini seperti sengaja disediakan agar para bule bisa sarapan disini sambil menikmati kopi. Kan umum tuh kalo bule sarapannya ama roti(or..cake), kalo kita ya...sama tahu goreng juga udah seneng. Heheeee.

sebelah kanan logo ini ada jendela, nah itu udah jendela dapur mereka :D

Saya lupa menunya apa aja disini, KARENA.....menunya hanya ada di dapur, di dekat kasir sekaligus dekat dengan tempat barista meracik kopi. Wajib anda ingat jika berkunjung ke LegiPait ini :

  1. Tidak ada waiter/waitress yang menyambut.
  2. Tidak ada buku menu.
  3. Tempatnya yang mini sehingga agaknya wajib siap kecewa jikalau kebetulan sedang 'full house' dan agaknya juga tidak ada fasilitas reservasi.
  4. Untuk yang 30something seperti saya.. Eheeee. Siap-siaplah untuk kaget dengan kentalnya suasana muda-mudi disekitar anda.
  5. Untuk memesan kopi atau makanan, begitu sampai di LegiPait, setelah kalian melewati meja-meja diluar LANGSUNG AJA ke dalam(yang nampak seperti ruang tamu), menuju dapur(di balik rak buku) dan tulis nama diatas kertas menu pesanan sekaligus apa yang kalian pesan. Papan menunya nempel di tembok dapur, keliatan kok..soalnya dapurnya(plus kasir) emang kecil(sempit?) :D 
Piye? Got it? :D

Sebagai pengunjung baru disini, saya kagok setengah idup! Apalagi saya sendirian. Saya juga bertampang tua sehingga nampak beberapa pengunjung yang agak heran melihat saya. Semoga ini hanya perasaan saya saja.. Eheeee. Pesanan saya segera datang. Secangkir kopi gondrong! Gondrong gara-gara ampas kopinya tinggi bener! Hahahaha! Kaget siy..cuman ya sebenernya kopi model begini yang saya suka, kopi rempah, tanpa susu. Hmmmmm. Endus-endus bentar, tambahin gula semut(brown sugar) dan aduk. Ampasnya masih ada yang tersisa dipermukaan, saya singkirkan dengan bantuan sendok yang ada. Dah...kopi rempah siap disruput. ^^



Kopi Gondrong! Hahaha! Bukan... Pesenan saya ini 'Kopi Rempah' IDR 8K saja.

Saya juga memesan pancake. Ini juga merupakan salah satu jajanan kesukaan saya sih.. Membuatnya cukup mudah terlebih banyak adonan pancake instan yang tersedia di pasaran. Hanya saja, saya terlalu malas untuk membuatnya. Maka...kopi dan pancake blueberry menjadi pesanan after lunch saya hari ini.



Pancake pesanan saya. Kalau gak salah ini sausnya blueberry...
tapi.... aromanya tape sekaliii :') 
Yaudah siy untungnya masih lumayan enak... IDR 15K.

Pemandangan di sebelah kiri saya, sebetulnya ini akan menyenangkan jika tidak ada 'glundungan' kayu segitu gedenya... gak tau juga itu glundungan bakalan dibuat permanen atau sementara :/


Peringatan, bagi kalian yang memiliki roda empat dan ingin berkunjung kesini...maaf saya tidak tahu anda harus meletakkan roda empat anda dimana... karena ini posisinya di tikungan dan persis di tikungan tersebut ada lampu merah... :'D
After all.. Kenyang!!!


UPDATED!

Pesanan saya berikutnya, kopi susu. 
Enak deh ini pakai susu murni, kalau saya gak salah sih.. :D
IDR 10K.

PS: kalau kesini, jajan pisang goreng ama tahu goreng ajah ah... enak siy meski berasa agak mihil :'D

Sunday, January 25, 2015

Menemani Nenek 3 Malam Di Rumah Sakit... Capek, Sedih, Senang... :'D

Alhamdulillah Nenek udah sembuh.. 
Sudah dirawat di rumah Gedangan.  Terimakasih buat yang dulu sempat baca postingan saya disini dan sempat mendoakan Nenek. Agaknya doa kalian manjur... ^^

Banyak cerita sebenarnya ketika saya menginap di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya dan menjaga nenek selama 3hari-3malam. Buat yang gak tertarik, kalian stop baca sampai sini saja...saya kuatir menambah dosa saya jika saya menyiksa kalian dengan tulisan saya yang membosankan ini.. :p

Sebenarnya ini rangkuman banyak cerita dari kunjungan saya ke Surabaya selama 3 minggu kemarin. Selama di RS ini saya tidak mendapatkan tidur yang nyaman. "YA IYALAH JENG... RS MANA YANG BISA BIKIN KITA TIDUR NYENYAK?" Hahahaha! iya sih.. saya cuman mengandalkan 2 buah bantal yang biasa saya simpan di mobil yang lalu menjadi teman tidur saya selama di RS. Di RS bisa tidur 4jam itu udah bersyukur banget. Lha gimana nggak? Jam setengah 5 pagi, suster-suster sudah berkeliling mendatangi pasien dan bersiap memandikan(menyeka) pasien. Sementara suster tersebut terakhir melakukan terapi sekitar jam 12-1 dini hari. Jam 1 dini hari itu juga saya baru terasa agak ngantuk. Fiuh! Di hari pertama saya masih nekat mandi tengah malam karena ampun ya...tidak tahan dengan gerahnya Surabaya. Hehe...padahal ini tanah kelahiran saya yang tercinta! :')

Saya nekat mandi di kamar mandi pasien yang baunya...aduhai! Bau urin ntah urin pasien yang mungkin masih melekat di pispot yang bersandar dibawah kaca wastafel atau....urin pengunjung, para penjaga pasien yang ada diujung kamar 601, kamar kelas 3... Harusnya saya bisa maklum ya kalau aroma urin yang tersisa di kamar mandi itu sulit dihilangkan sekalipun sudah disiram berulang kali dan ada 'exhaust fan' yang masih aktif bekerja 24/7 di kamar mandi tersebut karena...yang jaga BANYAK. Nenek memang menginap di kamar kelas 3, yang mana  kamar ini terisi 5 bed dan hanya 1 bed yang kosong. Susah payah saya menahan nafas sambil mulai melakukan ritual mandi serta membersihkan diri jelang tidur malam hari...sialnya, saya lupa membawa sabun mandi. Memang ada sih tersedia beberapa sabun mandi batangan disana. Tapi? "Hello...itu sabun mandi udah dipegang siapa aja ya? Dipakai untuk membersihkan apa saja ya...???" Antara ngeri dan pengen ketawa dengan ketakutan saya sendiri akan sabun mandi di kamar mandi itu lantas saya bergegas mengeluarkan sabun muka saya dan buru-buru mengeluarkan isinya banyak-banyak dan segera saja sabun muka itu berfungsi menjadi sabun mandi. Hahaaaa...! Saya dulu juga pernah melakukan hal serupa ketika saya masih di bangku kuliah. Nekat mandi di kamar mandi kampus dan kepepet tidak ada sabun mandi tapi harus segera berangkat ke luar kota untuk mengikuti acara organisasi, maka sabun muka pun menjelma sebagai sabun mandi dan saya berangkat dengan badan segar dan wangi. Sip tho? :))))

Setelah mandi dan keramas saya menyempatkan duduk-duduk di sofa lobi lantai 6 ini. Kosong. Sepiiii sekali. Didepan saya adalah bagian dari hotel RS yang memang ditujukan untuk keluarga pasien yang berniat bermalam di RS tapi tidak di dalam kamar pasien seperti saya.. :p Kabarnya harga kamar per malam di hotel RS. Husada Utama ini sekitar IDR 450K. Saya juga tidak mengerti itu untuk tipe apa. Tapi saya cukup senang bisa duduk selonjor sambil telpon pak bojo dan mengeringkan rambut disini. 

 enak ya..sepi. ini tengah malam, lho.. ngeri? gak juga siy... saya udah gak mikir hantu-hantuan di kondisi yang super capek seperti saat itu. hanya saja di malam ke-3 sofa ini PENUH keluarga pasien yang menjaga dan mereka tidur semua diatas sofa dengan mengabaikan tulisan 'dilarang tidur di sofa' *sigh*

Sudah pagi dan saya berdebar-debar menunggu kedatangan dokter yang bertugas menangani kasus Nenek. Nenek ini menderita iritasi lambung akut, fraktur tulang pinggul dan feses yang disertai darah serta nenek sudah tak mampu berjalan lagi bahkan kesulitan untuk bangun sendiri dari tempat tidur. Sungguh kasus yang membingungkan untuk dokter hewan seperti saya. Setelah berbincang sedikit dengan dokter, dokter mengatakan jika komposisi elektrolit dalam darah Nenek bisa normal dan nenek bisa makan bubur tanpa muntah, Nenek bisa pulang. Sesungguhnya kami ingin agar Nenek dirawat di rumah saja oleh dokter langsung alias home care. Jujur saja kami tidak kuat dengan biaya RS mengingat kami membayar tanpa bantuan asuransi apapun, BPJS sekalipun belum diurus.. Sebenarnya saya memiliki banyak nomer dokter yang menyediakan jasa home care. Hanya saja ibu saya tidak sreg kalau bukan dokter dari RS tersebut. Sambil menunggu kapan Nenek bisa kembali pulih dan diijinkan pulang, kami tangguhkan opsi home care tersebut.

karena nenek sudah menjelang 83 tahun, ditambahkan tanda 'fall risk' yang artinya berisiko terkena serangan jantung.


Pada keesokan harinya malah saya yang sempat menjadi pasien di RS tersebut, pasien instalasi gawat darurat pun... Hahahaha! Ceritanya saya mendapat jatah pulang dan tidur di rumah Pucang. Sebelumnya saya sempat berjalan-jalan dengan adik kelas saya untuk makan malam dan ke mol untuk melihat-lihat harga bed untuk orang sakit dan ngopi bentar. Iya, saya ini nggak bisa kalau gak ngopi. Sekalipun kopinya ringan asal udah kena kopi saya sudah cukup senang :D
Sepulangnya dari mol sempat tertahan hujan yang cukup deras. Saya pun pulang dalam keadaan lelah yang tidak biasa yang tanpa saya sangka, ketika jam 12 malam tiba-tiba saya merasa ingin buang air kecil terus-terusan alias 'anyang-anyangen' kalau kata orang Jawa. Bahasa medisnya anyang-anyangen itu apa ya? :'D 
Nggak tanggung-tanggung, saya ke kamar mandi sudah lebih dari 10 kali! Kepala udah puyeng gak karuan bahkan rasanya mau jatuh saja. Pingsan? Nggak juga...tapi sudah berkunang-kunang rasanya. Sudah jam 2 pagi dan saya makin tersiksa rasanya. Nekat. Saya bergegas bersiap untuk ke RS. Kembali ke RS tempat nenek dirawat dengan diantar si bapak penjaga rumah. Saya berjalan sendiri menuju lorong IRD. Sialnya lagi, saya memilih jalan yang salah. Sekalipun saya sempat melihat tanda petunjuk 'Kamar mayat' disertai arah panah ke kiri, saya sama sekali tidak merasa takut. Gimana mau takut... Perut bagian bawah saya sakit sekali rasanya, sekujur badan berasa remuk tak keruan, "sudah gak ada waktu untuk takut dengan kamar mayat", pikir saya. Sesampainya di IGD yang mana para suster sedang tertidur lelap, dengan susah payah saya membangunkan mereka. Suhu di IGD tersebut tak ubahnya kota Batu di bulan Januari-Februari dan malam hari, DINGIIIN! Suster akhirnya menolong saya ke salah satu tempat tidur, memasang alat untuk mengukur tanda vital tubuh seperti tekanan darah dan denyut jantung. Semua normal. Tapiiiii tetap saja rasanya saya ini akan jatuh. Setelah dilakukan pemeriksaan urin, saya dipersilahkan menunggu sambil tidur di salah satu bilik periksa. Sekalipun saya sulit tidur karena suhu dingin tadi, saya memaksakan diri untuk memejamkan mata. Antara sadar dan tidak sadar yang saya ingat hanya dingin saja. Pukul 4 pagi, hasil lab keluar dan dokter kemudian memberikan resep untuk kemudian saya bisa mengambil obatnya di bagian farmasi. Segera setelahnya saya menuju kamar 601 tempat nenek dirawat dan dijaga oleh ibu saya. Saya meminta sedikit roti yang ada untuk meminum obat dan menceritakan apa yang baru saja saya alami ke ibu saya. Ibu saya hanya berwajah datar saja. Pikiran beliau terlalu panik untuk Nenek saat itu...

ini SAYA yang dipasang beginian... keren ya? Tapi OGAH kalo harus dipasang beginian lagi karena sakit yang menyedihkan... :'(

Setelah meminum obat saya merasa baik dan saya bisa kembali beraktivitas seperti biasa, saya kembali menuju RS untuk memenuhi janji akan bertemu dengan dokter ortopedi yang menangani kasus Nenek. Dokter ortopedi tersebut tak lain adalah dokter yang pernah memasang pen di ankle saya ketika saya terjatuh dari komuter dulu, awal kuliah. Sedikit bernostalgia dengan dokter tersebut dan ternyata dokter tersebut sempat menempuh pendidikan Doktor yang mana dibawah bimbingan dosen saya di FKH, dokter hewan membimbing dokter umum, senang juga saya mendengarnya. Hehe... Sekalipun memang dosen saya yang menjadi pembimbing tersebut sudah berstatus Profesor alias guru besar :D
Dokter ortopedi lantas menyarankan Nenek untuk dilakukan fisioterapi di rumah saja. Hati ini terasa semakin ringan dengan penjelasan dokter ortopedi tersebut. Sebab agaknya ada harapan Nenek bisa sembuh sekalipun tidak untuk bisa berjalan normal tetapi paling tidak Nenek diusahakan bisa bangkit sendiri dari tempat tidur. Usai berkonsultasi dengan dokter ortopedi yang mana itu baru selesai pukul 11 malam karena antrian pasien yang sungguh panjang, saya kelaparan. Kantin RS tempat saya biasa makan sudah tutup dan minimarket 24 jam yang berada di lobi RS pun mendadak tutup karena ada 'stok opname'. Tuhan, ampun deh! Ini sial lagi apa keberuntungan karena pada akhirnya saya makan menggunakan jasa pengiriman 14045, tau sendiri itu apa, kan...? :D

Begitulah kehidupan saya selama 3 malam di RS. Semogaaaa gak lagi-lagi nungguin orang lain di RS. Semoga yang membaca ini semuanya diberikan kesehatan dan kebahagiaan... Amiiiiin. :')

Friday, January 16, 2015

Siapapun yang sempat membaca... Tolong bantu doakan nenek saya ya... :(

what a sad and busy weeks...

Nenek masih sakit... :( 
Mengharuskan saya untuk menginap di RS sambil bergantian jaga dan merawat nenek yang sedang opname di Surabaya. Menghabiskan 3 malam di RS merupakan tantangan yang lumayan berat, patah hati karena diselingkuhin mantan saya yang katanya ganteng dan keren dulu itu sih....gak ada apa-apanya dibanding dengan capek dan sedihnya jaga nenek di RS dan lihat nenek setiap hari diinfus yang mana infusnya itu selalu berpindah-pindah tangan serta diambil darah untuk pemeriksaan darah rutin. Tangan yang bekas tertusuk jarum infus mengalami lebam-lebam serta bengkak... Kasihan sekali nenek, usia senjanya yang pada bulan Juni nanti mencapai umur 83 tahun harus berhadapan dengan semua prosedur ini... :(

Saya tidak bisa menerka apa maksud dan rencana Allah SWT. untuk nenek tersayang. Nenek hampir selalu jadi orang yang baik, pengertian, dan tulus kepada saya dan semua orang disekitarnya. Nenek tidak pernah terpikir untuk berbuat jahat apalagi sampai bertindak jahat kepada orang lain. Semua orang harusnya belajar kepada beliau. Beliau sungguh memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa dalam menjalani kehidupan ini tanpa memikirkan apa-apa selain....beliau ingin hidup sehat, panjang umur, bisa membantu merawat atau menjaga orang disekitarnya dan jikalau beliau meninggal nanti beliau pernah bilang ingin meninggal dalam keadaan yang baik. Nenek tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk salat setiap kali saya datang berkunjung ke Surabaya. Bahkan saat saya menjaga beliau di RS dan itu sudah hari ke-4 yang mana saya mengalami rasa lelah teramat sangat karena saya kurang jam tidur sehingga saya terlintas untuk melewatkan saja salat subuh, tapi nenek membangunkan saya dengan suara lirihnya yang masih terdengar banyak semangat menyertainya : "ayo, bangun...gak salat subuh tah? ayo tah nak..salat subuh...gapapa meskipun udah agak siang wong kamu juga baru bangun..." Sekalipun saya malaaaaas sekali tapi saya tetap melakukannya. Saya tak ingin beliau kecewa karena saya cukup sering mengecewakannya... :(

Ya Tuhan...mungkin berlebihan jika saya berdoa lewat tulisan ini. Mungkin salah jika berdoa dilakukan lewat tulisan... Mungkin sebaiknya doa itu dipanjatkan dalam diam di masing-masing hati kita dan dilakukan di tiap salat wajib dan sunnah yang ada. Tapi...saya yang penuh keterbatasan ini, menulis seperti ini untuk meminta doa pada siapa saja yang sempat membaca tulisan ini. Tolong bantu doakan nenek saya agar beliau lekas sembuh dan agar beliau selalu mendapatkan yang terbaik serta rahmat dan kasih sayang dari Mu ya Allah... Jangan beri cobaan yang sekalipun nenek bisa melampauinya, tapi saya melihat...nenek sudah cukup banyak mendapat cobaan dalam hidupnya... Tuhan, saya mohon... jangan tambah lagi kesedihan dan kesakitan untuk nenek saya.... Tuhan, ampuni dosa nenek saya...mudahkanlah jalannya...dan sayangi ia sebagaimana nenek menyayangi saya sewaktu saya masih kecil dan berada dalam asuhannya hingga SMA... :(

Ya Allah Yang Maha Baik...saya mohon.... :(

Friday, January 9, 2015

Coffee or Tea (part 4) | bonus : cerita tentang kunjungan ke kafe non-Halal :p






Selamat jelang akhir pekan! Its Friday!
Are you planning to 'nongkrong' hard? :p

Masih bahas soal tempat ngopi di kota Malang yang DIJAMIN gak akan ada habisnya... :')
Iya deh, hampir tiap bulan itu ADAAA aja cafe or coffee shop baru dibuka. Saya heran. Apa iya itu kafe atau warung kopi bakalan laris semua? :s

"Lalu kali ini 'coffee shop' mana lagi?"
Ini... Heheeee ^^

The Amsterdam Bakery, Kitchen and Bar
Jalan Pahlawan Trip No. 25, Malang


Tenang... Sekalipun ada tulisan "Bar" disana, bukan berarti ini tempat buat 'mabok-mabokan'. Apalagi saya yang berkerudung begini mikir banget kalo cari tempat ngopi or makan. Bukan masalah apa-apa nih... Saya takut dilihat "ih, aneh banget ni perempuan berjilbab kok milih tempat makan(minum) disini sik, gak tau aturan apa sok-sokan melanggar aturan ya?" Gituuu! Eheeee. Yaaaa agak berlebihan juga sih ketakutan saya. :'D


Etapiiii (sedikit cerita ya!) saya pernah makan di kafe yang 'komoditi' dagangnya 'rice box'. Saya kira seperti rice box yang dulu sering saya makan di Surabaya... lha ndilalah alias ternyata itu menu rice box nya mengandung babi. Eheeee! Yaaaa ada juga sih menu non babi nya. Trus mereka serving saya dengan canggung sekali.

"ini ada menu ayam juga kok, kak... dan peralatan masaknya kami pisahkan antara peralatan masak untuk memasak menu mengandung babi dan tidak." 

Dalam hati "tuh, situ sendiri kan yang akhirnya repot menjelaskan dan meyakinkan supaya saya mau pesan makanan kalian?"

Sementara saya sudah menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung disana. Duh, kan jadi saya yang malu. Mau keluar? Yaaa, lebih malu lagi. 
Gak tau juga kenapa saya harus malu ya??? 
Kenapa tho itu tempat makan tidak MENCANTUMKAN bahwasanya mereka menjual masakan yang MENGANDUNG DAGING BABI instead of membiarkan saya yang kelaparan ini masuk dan duduk pasrah disana.... Saya manut aja, pesen menu yang gak mengandung babi(kata mbaknya yang nampaknya juga sebagai pemilik). Setelah keluar pesanan saya, OH MAIII... gak enak. KAPOK WES. Ogah balik sana. Mahal (lauk sejenis nugget atau rollade ayam ntahlah yang cuma 5pcs dan kurus-kurus pun, plus nasi dengan garnish sayur sekedarnya). Gak enak(rasanya kurang tasty cenderung hambar). no HALAL(sekalipun katanya udah dipisah alat masak dan alat makan untuk babi dan non babi). MuahahahAPES! :'p
Jujur saya GAK MASALAH ama resto tanpa tanda 'HALAL' dari MUI karena di 'Hok Lay' itu juga saya tidak lihat label halalnya dan saya tetep makan disana kok... Tapi jika memang ada resto atau kafe yang JELAS menunjukkan bahwa mereka menyajikan menu 'daging babi' ya saya PASTI gak akan masuk sana.

Balik ke The Amsterdam ya! Hehe!

 kalo kesini malem, siap-siap agak gelap ya.. cocok deh buat yang lagi PDKT or....berantem? :p

Ini kafe sebenernya hanya sedikit menu kopinya. Apalagi buat pecinta black coffee atau kopi tubruk bakal 'sedikit' merana disini. Isi dalam cangkir yang digunakan untuk menyajikan mungkin hanya sekitar 125 ml untuk varian 'Americano'. Americano bagi saya semacam reguler (black)coffee dan menu paling aman(bin standart) untuk dipesan. Kalau minum kopi hitam disini lebih banyak 'galau'nya sih... Kenapa? 1 cangkir kurang... 2 cangkir kebanyakan! Seperti makan indomie goreng atau minum teh botol sosro! *bayarin tulisan saya dong!* *minta digaplok*

AMERICANO. Dikit ya? cuma IDR 12K saja! beli 1 kurang.. 2 kebanyakan. :')))

Beberapa kali saya kesana, memang niatnya hanya untuk 'beli suasana' terlebih jika kita berkunjung pada malam hari. Ada sajian live music yang menurut saya home band disana paling kece dari semua kafe yang pernah saya singgahi. Home band nya komplit! Ada yang bisa maenin saxophone pulak. Ada....aaaaahhh! Saya gak hafal jenis-jenis instrumen musik. Pokoknya setau saya yang ada pemain saxophone nya cuma home band di The Amsterdam. Ntah kalo ternyata ada pemain sax di home band kafe yang lain. Hihiiiii... Playlist mereka juga menyenangkan. Masih masuk kategori kesukaan telinga saya. 
kalau malam selalu rame ampe susah(dan malu)kalo mau poto-poto
 jadi mohon acuhkan ke-3 orang di meja 28 tersebut 
karena didalamnya itulah home band yang saya maksud. hihihi!


Harga? KOPI ITEMNYA MURAH! Hahahaha! ya dikit sih.. pokoknya murah lah dibanding coffee shop yang kopi itemnya isinya sama dikitnya :p Untuk harga makanan dan minuman lainnya. Yaaaa bisa dibilang cenderung masuk di level agak mahal. Saya belum pernah sekalipun order makanan utamanya seperti steak dan spaghetti. Saya pernahnya pesan pizza untuk ukuran medium dibanderol sekitar IDR 40K atau lebih. Rasa? Yaaaa... not bad. Daripada pizza di PH bok... small ajah udah hampir 50K... *nangis darah*
Pengunjungnya? Jangan ragu buat yang udah 30 something seperti saya, Hahaaa...! Ini kafe untuk dengan rating 'SU' alias 'Semua Umur' bisa ditemukan disana dan tanpa merasa canggung. Pengunjungnya mulai dari  keluarga muda bahkan sampe eyang-eyang sepuh juga sempat hang out disana. Gak kebanyakan abegeh yang hobi jerit-jerit sambil selfie disana, ada... tapi gak ganggu. Abegehnya masih di level normal cenderung elegan... :p 
Menyenangkan!

Rezzen Coffee and Bakery
Jalan Mertojoyo Blok K-2, Merjosari, kota Malang.

Kebiasaan saya baca iklan di TL twitter saya, dan twit tentang Rezzen cafe ini cukup menarik hati dengan tagline : cafe dengan hidangan “high class” namun “low price”, ditambah profile picture akun twitter Rezzen yang menunjukkan pemilik sedang berpose dengan artis televisi nasional yang sedang berkunjung ke kafe dan bakery mereka semakin meyakinkan saya untuk segera mencari waktu berkunjung kesana. 
Lagi-lagi saya cari rute angkot untuk menuju kesana. Karena saya tidak familiar dengan daerahnya. Jika bawa kendaraan sendiri nanti saya nyasar di gang-gang sempit gimana dong? :')
Petunjuk mengatakan bahwa lokasinya itu perempatan UNIGA arah pasar dinoyo lama, haduh... duh... duuuh... makin nyasar saja rasanya. Sempat bertanya pada akun twit Rezzen dan mereka menjawab bahwa didepan kafe melintas angkot 'JPK' dan masalahnya JPK harus dicegat dijalan Sukarno Hatta. Terlalu jauh dari tempat saya yaitu perempatan Cengger Ayam. Saya coba ingat-ingat... Ada angkot 'CKL' yang setau saya pasti melewati depan pasar dinoyo lama itu. Akhirnya saya naik CKL dari perempatan Cengger Ayam, turun di seberang pasar dinoyo lama, di depan gang kecil yang ada papan petunjuk dengan logo khas 'Rezzen' 200m masuk ke dalam. Saya kira 200m cukup dekat. Ternyata...yaaaa lumayan ngos-ngosan juga ya kalau jalan kaki. Etapiiii view perjalanan menuju Rezzen ini cukup menyenangkan, masih bisa ketemu sepetak sawah yang masih hijau dengan latar belakang gunung(maaf gak tau nama gunung apa itu...)menyertainya.
Sesampainya disana langsung saya pilih kursi yang enak, pengennya duduk depan tivi, tapinya sudah diisi dengan dedek-dedek mahasiswa :') Mau duduk di sofa depan tipi kok gede amat... ngadep jalan langsung, terlalu silau. Saya sendirian pun...Nggak jadi deh. Mumpung sepi, saya bisa agak leluasa poto-poto tanpa rasa malu :p

sekalipun ada tivi, suara tivinya gak dikeluarin, yang terdengar hanya 
alunan musik pilihan mereka yang sesungguhnya tidak sesuai selera saya
tapi... it's oke lah... ;)

Saya pilih kursi yang dekat dengan etalase bakery, depan kasir. Kursi yang lumayan nyaman dan cocok buat mojok sendirian karena saya memang niat ngabisin novel yang sedang saya baca.

 spending my "me time"

Berhubung saya belum makan, saya pilih menu nasi goreng original(kalo gak salah) dan kopi hitam dengan dessert mini cupcake. Makanan berat lainnya saya lupa! hahaha! Gak banyak sepertinya menu makanan utamanya. 

 main course : nasgor ori IDR 10K saja! ^^
etapiiii sayangnya ini terlalu asin.

ukuran kopinya pas, lebih dari 125 ml pastinya hahaha!
dessert : mini cupcake cukup IDR 3,5K saja! ^^

Banyak lagi varian kopi baik kopi hitam, teh, blended coffee dan ada mojito juga kalau saya tidak salah ingat. Sudah banyak juga yang posting tentang Rezzen cafe ini karena agaknya sudah terkenal di kalangan mahasiswa kota Malang. Karena memang tempat ini menyasar kalangan usia mahasiswa, oleh karenanya harga makanan dan minuman disini disesuaikan dengan kantong mahasiswa ;)
Namun satu yang saya akui, sekalipun kopi hitamnya ini cuma IDR 8K saja tapi mantab! Well, bisa lah kapan-kapan saya mojok lagi disini. Makan roti sambil minum kopi... Enak sekaliiii! ^^ *yaaaa walau sebenernya seumuran saya yang 30 something udah gak pantes nongkrong dimariii hahahaa*

Agaknya secara tidak sengaja tulisan saya ini tentang kafe dengan tema yang sama : with bakery on it! Which coffee shop with bakery that you have visited or that you would suggest to me? Please kindly drop your opinions or suggestions on comments below. Thank you
Have a wonderful weekend! ^^

Monday, January 5, 2015

Ke Surabaya = wajib makan bebek goreng!

Bebek goreng itu biasa. Apalagi bagi warga kota Surabaya. Kampung halaman tercinta... :')
Siapa yang gak pernah makan bebek goreng? Ada beberapa kawan yang saya tau tidak suka bebek goreng dengan alasan "baunya amis!" dan "waduh, KOLESTEROL tinggi!" hahaha...ya kan? :p
Tanpa berniat mengacuhkan kesehatan, makanan 'biasa' ini memang hanya bisa saya nikmati sesekali... Kenapa? Karena....di kota Malang ini agak susah menemukan bebek goreng yang enak. Bebek goreng paling 'hits' di kota Malang kan katanya 'Bebek Goreng H. Slamet' bukan? Well, it doesn't fulfill my expectation... maaf yah pak Slamet... :p
Katakanlah saya kurang menjelajahi warung 'penyetan' kaki lima yang rata-rata pasti menyediakan menu bebek goreng TAPIIII mereka tidak menyediakan pula 'bumbu kuning' yang super berlemak-berminyak dan gurih ini... HMMMMMM! YUMMMMEEEEHHH! :D

 lihat minyaknya, gak? itu sudah saya campur kecap jadinya agak gelap :p
sambelnya udah saya lahap abis tinggal tersisa sedikit bumbu kuning yang harusnya 
WAJIB ada di tiap piring bebek goreng ^^
PS : ati-ati buat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi :D

Bebek goreng di kota Malang ini kebanyakan digoreng sampai kering dan itu membuat saya kehilangan 'esensi' dari seekor bebek goreng itu sendiri. HALAH! RIBET! hahahaha! Yatapiiii saya sukanya bebek goreng yang gak kriuk. Bebek goreng kudu wajib masih 'jemek' alias moist dan greasy. EXTRA GREASY! ^^
tampilan bebek goreng sebelom saya lahap habis seperti gambar diatas :p
Ini belinya di daerah depan kampus B Univ. Airlangga Surabaya.
Saya menyebutnya sebagai 'Bebek Bengkel' karna bertempat di bengkel yang mana bengkel tersebut beroperasi siang hari. Satu baris dengan sego sambel 'ho-ha' yang hits juga untuk mahasiswa Unair.
 Tempat makan favorit bareng pak bojo pas masih pacaran dulu ^^
1 porsinya? cuma IDR 16 K saja dengan nasi melimpah!


Dua minggu berturut-turut saya ke Surabaya. Sebenarnya gak niat berlibur-hore seperti biasanya... Agak sedih juga kunjungan saya ke Surabaya kali ini, menjenguk nenek saya yang sedang berada di Rumah Sakit. Nenek saya yang mengasuh saya sejak saya masih 1 tahun... otomatis kedatangan saya ke Surabaya agak campur aduk rasanya. Disisi lain saya sedih dan disisi lain bebek gorengnya ini sungguh enak sekali... Kurang plong rasanya menikmati bebek goreng kali ini, tapi bagaimanapun juga.. terimakasih wahai bebek goreng Surabaya yang SELALU bisa membantu mengobati rasa sedih di hati... *uhukkk*

 kalau ini belinya di Rumah Makan Bebek Goreng Harissa
Berlokasi di Jl. Dr. Ir. H. Soekarno (Merr Pandugo), Surabaya.
Saya pilih menu bebek sambel mangga. IDR 25K belum termasuk nasi putih :p

PS : bagi siapapun yang mampir baca tulisan ini, doakan yang terbaik untuk nenek saya ya.. Terimakasih... :')

Friday, January 2, 2015

Coffee or Tea? (part 3)

Happy New Year 2015!
A new year for a billion hope.
May this year be fulfilled with prosperity and joy to all of us!
Amen... ;)

Halo...kangen juga agak lama belum ngoceh disini buat sekedar bagi-bagi catatan 'ngopi-ngeteh-cantik' ala Jeng Sri! :p
Mumpung masih di suasana weekend dan 'sisa' liburan panjang di awal tahun 2015, saya mau bagi dikit pengalaman icip kopi-teh-coklat yang bisa saya rekomendasikan buat yang bosen mau ngapain lagi di sisa liburan kali ini. Sebelumnya juga saya pernah post satu tempat ngopi-ngeteh yang lumayan enak disini

Java Dancer Coffee. 
Jl. Kahuripan No.12, Klojen, Malang.
(Dekat dengan Hotel Tugu, sekitaran Balaikota kota Malang)

Such a heaven for coffee lovers! Heheeee... Sumprit. GAK BO'ONG deh kopi disini ENAKNYA JUARAK! Buat yang suka kopi item, 'kopi tubruk'... RUGI kalo belom coba kopi di tempat yang sederhana tapi 'kaya' ini. Sudah BANYAK yang mengulas coffee shop satu ini, jadinya saya gak akan banyak post foto-foto dekorasi atau suasana di tempat ini karena kualitas foto saya kalah JAUH dengan foto para food blogger lain yang lebih 'pro' dari saya. *tau diri* Sudah BANYAK juga yang menyumbangkan seluruh 'jempol'nya atas kualitas kopi di tempat ini. Masih mikir harga? 
Ada cerita disini. Saya pernah hampir 'twitwar' dengan salah satu komunitas coffee lovers di Malang saat mereka bertanya, 
"tempat ngopi favorit kamu dimana?
Seketika saya jawab (via twit),
"JAVA DANCER." dengan saya sertakan harga per gelasnya.
Mereka menjawab kembali (yang intinya)
"kopi enak gak harus mahal, masa' kopi tubruk 1 gelas (saat itu tahun 2012) 15K, masih banyak warkop yang jual kopi tubruk enak cuma seharga 5K per cangkirnya".
Yaelah bok, eyke seketika gondok dapet jawaban itu. Hahahaha. Iya sih, gak salah... warkop dimanapun, asal masih di Indonesia, KOPINYA JELAS ENAK! Apalagi kopi yang dari warkop tersebut umumnya kopi lokal, kopi ASELI INDONESIA. Kalau coffee shop atau kafe-kafe fancy di mol atau di jalan raya besar dan ternama itu bisa jadi kopinya impor. Walau gak menutup kemungkinan kopi impor tersebut asalnya dari Indonesia juga. Ruwet cyiiiin! Hahaha. UDAH ah. Saya gak mau panjang-panjang bahas distribusi kopi Indonesia yang udah jelas diakui kualitasnya DI DUNIA. Monggo mampir ke 'Java Dancer Coffee' kalau memang gak 'keberatan' dengan harganya yang sekarang untuk kopi tubruk mungkin sudah hampir IDR 20K :p 

Ini BUKAN menu orderan favorit saya. Ini kebetulan lagi pengen 'kopi susu' :D
Orderan favorit saya : Peaberry Toraja. (kopi lanang) dengan 'French Press' supaya bebas ampas.


Ladang Coffee. 
Jl. Guntur No. 31, kota Malang.
(Di sekitar jalan Besar Ijen, dekat dengan hutan kota 'Malabar')

Tempat ini sepertinya ntah franchise atau cabang dari Ladang Coffee yang ada di Surabaya, yang jelas coffee shop yang agak 'nyempil' ini juga punya varian kopi Indonesia yang enak. Soal harga? He He He... agak lebih mahal dari Java Dancer tapi tempatnya yang sepi dan tenang ini cocok buat kalian yang suka menyendiri. Bangunan coffee shop yang 'lawas' tapi modern dan simpel ini cocok buat yang kangen suasana rumah di tahun 80-an atau 90-an. Gak yakin itu bangunan tahun berapa yang jelas itu bangunan umum saat saya masih kecil.. tahun 80-an. *iyes, yang nulis udah uzur* 
Saya udah lama gak kesini... jadinya saya tidak bisa memberi rincian harganya. Tempatnya terlalu sepi, pak bojo dan kawan-kawan kurang suka tempat yang terlalu sepi. Maklumlah para lelaki. Sukanya liat cewe-cewe bening sambil ngupi-ngupi... Muahahahaha!

Pesanan saya kali ini disajikan secara 'Vietnam Drip
Kopi hitam dengan campuran susu kental manis. Tanpa perlu tambahan gula lagi ya 

Machiatto Coffee.
MX Mall lantai 1.
(udah jelas dong ya kalau MX Mall itu sebelahan ama Matos :p)

Nah ini yang saya bilang sebagai coffee shop 'fancy' yang ada di Mol. Tempat yang tergolong baru buka di tahun 2013 ini menggunakan kopi dengan merk 'Illy' yang MAAP saya gak tau sejarahnya itu kopi asalnya dari mana. Bisa aja siy gugling.. tapi monggo, gugling sendiri lah yes.. ;)
Kalau ngopi di dalam mol kan kendalanya 'smoking area'. Pak bojo gak bisa kalo ngopi gak sambil ngerokok... yang gak ngerokok ini ya manut aja nemenin di smoking area yang posisinya ada di luar, bersebelahan dekat area parkir VIP MX Mall. Bersebrangan dengan coffee shop ini adalah 'kafetaria UB' sepertinya banyak pegawai mol yang makan disana. Dan tak jarang terdengar juga musisi jalanan yang mendendangkan lagu-lagu dangdut koplo, seru kan? Gak fancy-fancy amat kan jadinya? :)))

No smoking area. Jadinya saya dan pak bojo gak pernah duduk di bagian ini :)))


 black coffee nya udah sering coba, bosan... so, kali ini saya pesan cappuccino saja ;)

Yasudah. Segini dulu. Kumpulin duit lagi buat nyobain coffee shop lain dan bisa saya share lagi disini. Jangan bosen dan maap kalau kontennya kurang informatif dan kurang menarik :p
Cheers!