Sunday, November 22, 2015

Depot-warung yang kukunjungi ketika dompet sedang kembang-kempis... (part-2)

Pas bokek gini..
Cerita apaan ya? Hmmm...

Bahas jajanan murah meriah aja ah...
Ini post udah ketunda lama bener ya..
Udah menuhin memori card aje :p

Dulu saya pernah tulis-tulis tentang warung makan yang biasa saya datengin kalau sedang "kere-hore" dan mungkin buat yang kelewatan.. bisa baca disini ya. Atau pas lagi jalan-jalan ke kota Malang dengan kantong pas-pasan, mungkin link tadi akan bisa sedikit membantu ;)

Batagor ABM
Depan Kampus ABM (STIE Malangkucecwara)
Jalan Terusan Candi Kalasan, Kota Malang.

Cukup membayar 6ribu rupiah saja...
Perut kenyang, hati senang ^^

Batagor ini memang tidak identik batagor aseli Bandung ya... bagi saya ini jajanan tahu tepung goreng yang seringkali banyakan tepungnya daripada tahunya dan diberi bumbu kacang. Ada beberapa abang batagor ala-ala dan siomay ala-ala yang berjualan disekitar kampus ini dan menurut saya, rasanya cukup enak dan yang pasti cukup membuat perut kenyang dan menghentikan semua ke-cranky-an yang mendera akibat "gak punya duit tapi masih pengen jajan".

Pempek Mang Djohan
Cabangnya banyak ^^

Bagi saya ini masih mahal untuk masa-masa kantong bokek ya..
Karena seporsinya ini sekitar 13ribu apa lebih ya? Hmmm...


Pertama ke kota Malang, saya sempat bingung...pempek mana yang rasanya paling enak ya? Karena saat masih di Surabaya, saya biasa makan di pempek Tjek Entis yang uenaaak banget. Lha..kok disini tidak ada cabangnya? :( Ada sih pempek Tjek Entis di dekat lapangan Rampal, tapiiii waktu saya ke sana, sepiii betul. Dan saya pun tak sempat mencicipi pempek tersebut karena tak nampak pegawai atau pelayan bahkan pemilik yang mempersilahkan saya masuk dan memesan. Padahal saya sempat memarkir kendaraan di depan pagar kedai pempek yang menjadi satu dengan rumah tersebut.
Oke. Kembali ke pempek Mang Djohan yang saya dapati tersebar di beberapa bagian di kota Malang, ada yang di pinggir jalan, ada yang di dalam ruko adapula yang berada di dalam supermarket di mal kota Malang ini. Dari segi rasa dan HARGA, bagi saya, jelas masih lebih enak dan lebih MURAH pempek Tjek Entis. Tapi...hanya pempek ini yang mudah didapati dan rasanya cukup enak lah.. 

Racel Risol
Jalan Soekarno Hatta, kota Malang.


Risol disini ada yang manis ada yang gurih.
 Tapi saya belum pernah memesan risol manisnya sama sekali
Untuk risol gurih, rata-rata harganya 6ribu rupiah.
Ini ukurannya cukup gede kok teman-teman ;)


Saya udah pernah nulis ini belum ya? Hehe... yaudahlah, misal udah, anggep saja saya segitu ngefans nya jajan di tempat ini sampai-sampai saya menuliskannya lagi. 
Ini tuh risoles...tapi disingkat risol hehe. Dan ini tuh risoles isi mayones yang mayonesnya supeeer banyak ampe tumpe-tumpe kalo kata tante Jupe. Tapi sejujurnya saya agak susah kalau makan risoles dengan mayones yang sekali gigit bisa bleberan seluruh mulut begini. Maka...saya lebih suka varian pizzalova (apa pizzaria yak?duh saya lama gak jajan disini neh...) karena varian tersebut isinya semacam rogut rasa bumbu pizza. Sekali gigit, beleberannya masih dalam taraf wajar dan yang jelas rasa isian varian ini lebih kaya, rasa rempah pizzanya lebih yammmiiieeehhh dibanding yang isi mayo saja dengan jagung, atau beberapa varian lain yang saya lupa karena tiap saya kesana, saya selalu pesan yang varian pizza sementara pak bojo lebih suka pesan yang spicy veggie karena rogutnya lebih mirip risoles yang kita kenal sedari dulu hanya saja varian spicy veggie ini pedas sekali. Buat yang gak doyan pedes, jangan pesen yang ini ya. 
Untuk suasana kafe, iya...ini lebih tepat disebut kafe karena interiornya yang sungguh kekinian. Tak lupa...banyak sekali abegeh yang nongkrong dan jajan disini karena memang harganya sangat bersahabat untuk kantong pelajar. Untung saja kafe ini menjual kopi tubruk jadi...pak bojo tidak keberatan nemenin saya jajan disini ^^

Oke...
Segini dulu yak teman.
Gadget saya kok mulai ngadat ini...
Mungkin saatnya (saya yang)diberi makan.



Monday, November 9, 2015

Wedding fever

Pas banget, musim nikahan udah datang lagi.. saatnya kondangan! ^^

Saya jadi pengen nulis tentang sesuatu yang berhubungan dengan persiapan pernikahan...
Hmmmm, bukan persiapan yang detil seperti undangan, katering, dekor, rias dan sejenisnya. Kebetulan waktu itu saya sempat "hilang" dari kebiasaan saya nulis hore-hore disini kan...? Nah itu karena saya lagi ikut "heboh" mempersiapkan pernikahan adek bungsu dari suami. Kebetulan kami ada di pihak lelaki dan biasanya (menurut adat jawa) untuk resepsi pernikahan, diserahkan sepenuhnya pada pihak mempelai perempuan sehingga kami hanya mempersiapkan "seserahan" dan mahar yang akan diberikan pada mempelai perempuan pada saat lamaran dan akad nikah. Begitu ringkasnya :D

Prosesi lamarannya sendiri sudah lama ya, sebelum idul fitri sudah dilakukan lamaran, tapi seserahan yang berupa keperluan untuk perempuan dari ujung rambut sampai ujung kaki itu belum diserahkan dan rencananya akan diserahkan sekalian pada prosesi akad nikah.

Saya dan suami lantas terpikir untuk menempatkan barang-barang yang akan disertakan dalam "seserahan" tersebut ke dalam kotak tempat telur ayam yang berbahan kayu dan kemudian kami cat putih. 
Kotak telur ayamnya sendiri, beberapa diberi oleh peternak karena suami sering keliling kandang ayam petelur dan sebagiannya lagi beli dengan harga cukup murah... 4ribu rupiah saja :D 
Bahan lainnya seperti cat, tidak habis banyak...cukup setengah kaleng kecil cat untuk kayu dan kayunya sendiri dihaluskan dengan ampelas agar lebih rapih dan bagus hasilnya usai dilakukan pengecatan. Gimana, bisa membayangkan? Saya bagi final looknya aja ya... karena lupa nggak ngefotoin saat prosesi pembersihan kotak telur sampai beres di cat :p

Ini kotak seserah awal hasil coba-cobi saya dan suami, bagaimana?
Iyah...ini kebanyakan bunga plastik...isinya dikiiiit... :)))

Ini tasbih buatan saya sendiri karna sepupu saya lupa membeli tasbih
Lumayan kan, hehe...
Sayangnya tidak ada rawis di ujung tasbih karna saya tidak punya bahannya :(


Sebagian seserahan untuk mempelai perempuan
Dua kotak putih berisi perlengkapan ibadah dan kain (bahan) untuk kebaya
 beserta kain batik. Satu kotak merah (karena kami kehabisan kotak telur) berisi tas, sepatu, dan baju perlengkapan pesta.


Sebagian seserahan lainnya yang berisikan perlengkapan kosmetik, peralatan mandi, perlengkapan tidur (disini baju tidur kami ganti jadi selimut tidur yang cukup besar), pakaian dalam, dan buah pisang (yang seharusnya pisang raja tapi kami kesulitan mendapatkannya) sebagai syarat "seserahan"
Tak ada niat apa-apa, bukan mengikuti perlambang-perlambang tertentu...
Kami murni hanya mengikuti yang ada saja.
 Toh, buah pisang juga baik untuk kesehatan ;)
Sayangnya saya tidak sempat mengambil gambar mahar berupa uang yang dirangkai dan kemudian dibingkai, tapi tentunya sudah banyak yang mengerti mengenai bentuk mahar uang yang dibingkai tersebut. Malahan saya yang baru ngeh kalau uang yang didalam bingkai tersebut hanyalah uang mainan. Uang aslinya diserahkan tersendiri dan diletakkan dalam amplop yang diletakkan di meja akad nikah, dekat penghulu dan bersebelahan dengan cincin kawin yang dalam hal ini, cincin kawin juga disertakan adek ipar saya sebagai mahar.

Alhamdulillah, sah.. :)


The Bride and The Groom :)



PS : Dibuang sayang....

Benernya ini yang terjadi saat prosesi akad nikah... sibuk poto sendiri :))))

Poto bareng dekorator kotak seserahan
Kami berdua lumayan hectic tukeran pesan tentang apa-apa saja yang harus disiapkan untuk "seserahan" selama beberapa bulan karena kakak saya ini di Jakarta dan saya di Malang ;)

Kalau ini poto bareng anaknya dekorator alias keponakan saya ^^


Yang paling semangat ngurusin kotak seserahan :)))


LAST BUT NOT LEAST...


Yes, we ain't as attractive as the newlywedd
yet our story has grown gracefully along times..
As lovely as the smile of the newlywedd ;)