Tuesday, October 18, 2016

Angkringan Tjak Gareng, Suhat, Kota Malang.

Saya selalu tertarik mencoba setiap angkringan yang ada di kota ini.
Karena saya selalu suka sate usus yang merupakan salah satu menu wajib (andalan?) yang harus ada disetiap angkringan.

Masalahnya...
Saya tidak terlalu suka duduk di bawah alias lesehan.
Punggung lekas lelah, kaki hampir selalu mengalami kesemutan.
Beruntung jika saya mendapat meja di dekat kompor yang mana akses dengan makanan semakin mudah. Duduk enak. Nambah makanan juga cepat, hahaaaa.

Lalu,
Beberapa waktu ini perhatian saya tersita pada suatu angkringan yang terbilang baru. 
Saya hampir yakin ini tempat masih baru banget. Hehe...

Tempatnya bukan tempat baru.
Dulunya, tempat yang sekarang berubah menjadi angkringan ini adalah sebuah kafe.
Yang pertama kafe kopi. 
Yang kedua kafe jajanan.
Ketika berubah menjadi kafe jajanan, saya tidak pernah sekalipun mengunjunginya.
Saya memang enggan mengunjungi tempat yang (misalkan mereka menyediakan menu) kopinya kurang nampol.

2x saya mengunjungi tempat ini.
Pertama, sore jelang malam hari. 
Kebetulan saya sungguh lapar.
Maka segera saya meminta menu..

Harganya cukup ramah dengan kantong :D

Saya segera diajak untuk memilih lauk, lauk-lauknya diletakkan di dalam sebuah rak display agar terhindar dari lalat sebab siang hingga sore para lalat masih berpatroli mencari makanan.
Lepas maghrib, makanan mulai ditata di meja dapur dekat pintu masuk sehingga memudahkan pengunjung untuk segera memilih dan tentunya semakin menggoda untuk nambah dan nambah lauk :)))

Angkringan modern, tidak lesehan.
I love it! ;)

Tempatnya cukup luas, lokasi parkir untuk roda 4 juga tersedia cukup lega.
Ruangan pengunjung terbagi menjadi 2, bagian teras seperti foto diatas dan bagian dalam yang mana jika jam sudah menunjukkan pukul 8 malam maka pengunjung akan dihibur dengan home band yang ada.

Kebetulan foto ini diambil 30 menit sebelum kedatangan home band.

Pak bojo yang baru pulang dari Eropa langsung sumringah dan semangat memesan gorengan. 
Maklum, 9 hari beliau tidak makan gorengan :)))
Saya sendiri masih setia memilih lauk-lauk saya dibakar ulang daripada digoreng ulang ;)

Pepes tongkol 4rb.
Sate usus 2rb.
Sate bakso ikan 3rb.
Ayam..lupa! :')
Rasanya?
Hmmm.. tidak nolak untuk kembali lagi kesini.
Wifi... saya lupa di sana ada wifi atau tidak.

Jadi... kalau boleh disimpulkan

Rasa : 4 dari 5
Suasana : 4.5 dari 5 (I adore pinggir jalan raya besar dan ramai :p)
Fasilitas : 3.5 dari 5
Servis : 3.5 dari 5 (2x kesini 2x juga lama nunggu kasir menghitung pesanan saya)
Harga : 4 dari 5

Oh, kabar baiknya...
Mereka buka 24 jam.
Cocok buat yang kelaperan tengah malam dan pengen nongkrong cari angin ;)


PS : opinions are my own. I paid my bills by myself. Thanks.

Monday, October 17, 2016

Unpacking souvenirs from pak bojo, wohooo!

Jadi, ceritanya..
Minggu lalu pak bojo ada acara kantor, celebration apalah.
Biasa.. kantor pak bojo ini banyak banget acara yang bertajuk "celebration".
Tapi ini celebration paling spesial, karna untuk bisa mengikutinya harus melalui beberapa persyaratan.
Intinya, he made it.
Then, he sent to London and Spain!
For almost 9 days.
Huhuuuu... :')

Sebenarnya tahun lalu pun pak bojo bisa berangkat ke Eropa. 
Durasinya pun sama, hanya saja tujuannya untuk tahun lalu lebih kece.
Bisa ke Perancis, Italia dan Belanda.
Tapi yah, sudahlah.. ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan :')

Selama hampir 10 hari kebelakang, saya penuh kekuatiran.
Bagaimana tidak, berkirim kabar dengan perbedaan waktu yang cukup lama ini cukup membuat bingung juga.
Kami baru bisa berkirim kabar via suara saat pak bojo tiba di hotel, biasa.. memanfaatkan koneksi wifi. :D

1st picture he sent to me when he arrived at Heathrow, London.
Oh I'm so relieved.

Belum lagi dengan banyaknya kejadian pesawat yang, ah saya enggan menyebutnya, mendadak ngeri sendiri.
Tapi intinya, alhamdulillah..semua sudah terlewati dan pak bojo tiba dengan selamat di rumah.

Now, it's time for unpack his suitcase, souvenirs! 
Wohoooo! :D

Hore! Hahaha.
Iya, Twinings nya ini hasil menjarah kamar hotel :p
Teh!
Saya berpesan pada suami saya, kalau mau bawa oleh-oleh, beli teh saja. 
Bukankah orang Inggris terkenal dengan kebiasaan minum tehnya?
Berhubung harga teh di sana tidaklah murah, akhirnya suami saya sadar pentingnya "membersihkan" teh yang disediakan oleh hotel.
Bagusnya lagi, teh yang disediakan di hotel London tersebut adalah Twinings! 

Kalau disini kan Twinings biasanya disediakan di resto atau kafe yang fancy.
Rasanya memang beda, wanginya juga enak. 
Tapi..
Jujur..
Lidah Jawa ini susah move on dari teh melati atau teh-teh warung sejenisnya. Hahaha!

Saya coba cek di web, karena saya belum pernah melihat kemasan Twinings seperti yang dibawa pak bojo pulang.
Agaknya memang kemasan khusus UK.



Mungkin Twinings disini semacam teh sariwangi atau teh sosro.
Saya cek di website, teh ini termasuk murah. 
Per bungkusnya (harusnya) beratnya 2g itu kan?
Jadi, jika dirupiahkan...


Waduh, jikalau kita membeli teh sariwangi bisa dapat 1 dus isi 25 kantong tuh.
Ya...nambah beberapa rupiah sedikit... :p

Barang jarahan lainnya.
Kurang banyak, yung! :)))
Pak bojo juga membeli beberapa teh di toko suvenir sesuai pesan saya. 
Tapi beliau lupa berapa saja harganya, yang jelas.. di London hanya teh yang mampu ia bawa pulang dalam jumlah banyak. Hihiiiii

Kopi!
Kopi ini pak bojo beli ketika ia berkunjung ke salah satu obyek wisata di sana.
Stonehenge.
Pak bojo bilang "aku liat batu tumpuk." :))))
Pak bojo juga membeli 1 syal wool di toko suvenir tersebut.
Syal yang cukup bagus dengan harga 10 Pounds. 
Mahalnya.. :')
Tapi lagi-lagi pak bojo lupa berapa harga sebungkus kopi ini.
Coba lihat baik-baik tulisan di kemasan kopi ini.

See where my finger is pointing at?
Yap. Ini kopi campuran kopi Sumatera, Indonesia.
Negara kita! :)))
Pak bojo sama sekali tidak sadar kalau kopi yang dibelinya ternyata kopi blasteran Indonesia. Hahaha.
Tak apa. ;)
Intinya cukup senang ternyata kopi kita benar-benar sehebat itu.

Celengan!
Salah satu benda yang cukup saya gandrungi sejak kecil.
Mungkin teman-teman saya tidak ada yang sadar, setiap celengan yang diberikan mereka pada saya, akan saya simpan dan saya pergunakan sebagaimana mestinya. 
Terkadang saya isi recehan. Terkadang saya isi lembaran dengan berbagai nominal.

Saya tau, ini juga banyak dijual di Indonesia..
Tapi kalau beli langsung dari sana, ya gapapa kan? :D

Intinya saya memang suka nyimpen recehan...
Apalagi uang besar. Hahahaha.

Dan.. kado ultah!
Wohoooo... ^^
Memang, saat pak bojo datang, tidak bertepatan dengan hari lahir saya. 
Tapi Oktober ini adalah bulan kelahiran saya dan pak bojo janji mau membawakan sesuatu untuk saya.

Ini cuman bungkusnya aja.
Isinya? Handbag dengan model kesukaan saya.
Thank you, yung.. :*
Ada juga sweater yang pak bojo beli untuk saya di Spanyol.
Kata pak bojo.. harga di Spanyol sedikit lebih masuk akal daripada harga di London. 
Maka dari itu, beliau lantas tak ragu membelikan tas dan sweater tersebut untuk saya, sekalipun jika dirupiahkan.. terbilang mahal juga. :')))
*once again, thank you yung!*
Intinya... tetep ya, harga barang-barang di Indonesia(dan juga produk asli Indonesia) ini sungguh murah.

Semoga... besok-besok ada rejeki lebih sehingga bisa benar-benar ikut pak bojo kalau ada acara seperti ini, hahahaaaaaammmiiiin.

I love you, yung!
:* 

Thursday, October 13, 2016

Jalan-jalan ke alun-alun kotaku, kuy! ;)

Pasti tahu ya, kota Malang identik dengan bahasa 'kiwalan' alias bahasa 'walikan' atau balikan.
Lucunya, tidak semua-mua bisa dibalik begitu saja.

Meski orang Malang berbahasa Jawa, tapi yang dikiwal bukan berarti hasilnya harus bahasa Jawa juga, misal nih..
"aku moleh sik yoh" yang artinya : saya pulang dulu ya 

maka... bahasa kiwalannya jadi 

"ayas ngalup kidhis yoh"

yang mana kalau diterjemahkan secara harfiah jadi : saya pulang dhisik yoh,  
nah duh..kok campur-campur dengan bahasa Indonesia?

Haha...disitulah seninya bahasa kiwalan.
Coba gugel aja deh, karena bakal panjang kalo cerita tentang bahasa kiwalan ini.  

Lepas dari bahasa kiwalan, alun-alun kotaku juga tidak kalah menyenangkannya untuk dikunjungi. 
Coba deh jalan kesana saat siang jelang sore. 
Kemarin saya melakukannya lagi dan beruntungnya pada saat itu cuaca cerah, meski sudah masuk musim penghujan, tidak ada awan mendung. Sinar matahari cukup bersahabat, sama sekali tidak menyengat bonus.. tiupan angin sore yang sejuk dan sedikit dingin.

Jangan lupa, menyebranglah di zebra cross :D
Tengah hari, hari efektif, relatif sepi.
Coba hari libur.. sudah penuh orang berfoto di depan tulisan tersebut :))

Jelang sore hari, hari efektif, pengunjung mulai berdatangan.
Selfie! Oh I wish I got a selfie stick! ;))

Far behind, it's a bird cage. Covered with vines plants.
Please don't stomp the grass :')
Pagupon alias rumah burung (dara)

Did I forget to tell you, it's near with Masjid Jami'.
It places across the mosque.

Sebenarnya ini foto lama, tapi cuaca sekitar dan keadaannya masih tetap sama kan? 

Ini juga foto lama, ketika menemani kawan yang kebetulan berkunjung ke kota Malang.
Cuacanya juga jauh beda, ini saat sedang panas-panasnya.

Lepas sudah rasa lelah setelah berjalan lumayan jauh menyusuri Pasar Besar kota Malang.
Yaaaa...biasalah umur 30++ begini, hobinya jalan-jalan ke pasar! :D

Asal tidak hujan, duduk-duduk cari angin di alun-alun ini bisa menjadi alternatif hiburan murah meriah. Keadaan lalu lintas di sekitarnya juga tidak terlalu padat (terkecuali jam pulang kantor), saya rasa polusi udara pun tak akan terasa begitu menyesakkan. 
Namun untuk bulan-bulan seperti ini, dimana angin bertiup sungguh kencang, untuk para wanita... hati-hati rok dan kerudungnya. Kalau nggak acak-acakan ya...tersingkap. Heheeee.

Have fun taking an evening walk at this square with me?
Thanks for stopping by!


Tuesday, October 11, 2016

Lunch : Buka Baju.

Wah, judul tempat makan satu ini emang greget bener.
Buka Baju alias Gubuk Makan Bakso Keju.

Tergolong tempat makan yang masih baru di kota Malang.
Kota bakso. 
So... cocok ya jika mereka membuka cabangnya di kotaku ini.

Warung bakso bertemakan "industrial"
Demi memuaskan seleranpelanggan yang kekinian :))


Dari namanya saja, kita pasti tertarik dengan bakso keju yang merupakan menu utama (atau andalan?)di tempat ini.
Pas juga hari ini cuaca mendung, saya belum makan sedari pagi, bakso kuah panas-panas...siapa yang nolak?

Langsung saja saya pilih menu bakso campur dengan ekstra 2 buah bakso keju.
Kalau beli bakso keju saja, saya penasaran dengan varian rasa bakso yang ada disana. 
Kalau beli bakso campur saja, hanya ada 1 buah bakso keju dalam 1 mangkuk. 
Ah beginilah kalau lapar. 
Gelap mata. :))

Bakso campur dan gorengannya dipisah.
2 buah bakso keju di sampingnya adalah menu tambahan.

Bakso campur 17 ribu.
Bakso keju @ 3 ribu.
Menurut saya?

Buat kalian yang suka kuah bakso yang bening dengan rasa ringan, go for it!
Buat yang biasa makan bakso dorong atau bakso dengan aroma tajam dan kuah kental serta agak keruh, hmmmm...dijamin "kentang" makan bakso ini, kurang nendang. 
Tapi sejujurnya saya cukup terkesan dengan rasa bakso kejunya.
Enak!

Sesuai dengan harapan saya, bakso keju yang berasa bener kejunya.
Aduh, gimana ya? Hahaha..

Saya pernah makan siomay keju, tapi..siomaynya hanya dominan rasa tepung.
Kalau ini? Hmmmm... ;)

Bonus lain, lokasinya yang terletak di jalan raya utama sehingga parkir untuk roda 4 sangat mudah ditemukan.
Karena selama ini saya selalu menghindari tempat yang sulit mendapatkan parkir untuk roda 4.

Saya masih penasaran dengan menu lainnya seperti menu bakso bakar dan mie ayam. Mungkin dikunjungan mendatang.


Kalau boleh dinilai...

Rasa : 3.5
Harga : 3.5
Fasilitas : 4


PS :
Opinions are mine. I paid my bill by myself.