Friday, January 16, 2015

Siapapun yang sempat membaca... Tolong bantu doakan nenek saya ya... :(

what a sad and busy weeks...

Nenek masih sakit... :( 
Mengharuskan saya untuk menginap di RS sambil bergantian jaga dan merawat nenek yang sedang opname di Surabaya. Menghabiskan 3 malam di RS merupakan tantangan yang lumayan berat, patah hati karena diselingkuhin mantan saya yang katanya ganteng dan keren dulu itu sih....gak ada apa-apanya dibanding dengan capek dan sedihnya jaga nenek di RS dan lihat nenek setiap hari diinfus yang mana infusnya itu selalu berpindah-pindah tangan serta diambil darah untuk pemeriksaan darah rutin. Tangan yang bekas tertusuk jarum infus mengalami lebam-lebam serta bengkak... Kasihan sekali nenek, usia senjanya yang pada bulan Juni nanti mencapai umur 83 tahun harus berhadapan dengan semua prosedur ini... :(

Saya tidak bisa menerka apa maksud dan rencana Allah SWT. untuk nenek tersayang. Nenek hampir selalu jadi orang yang baik, pengertian, dan tulus kepada saya dan semua orang disekitarnya. Nenek tidak pernah terpikir untuk berbuat jahat apalagi sampai bertindak jahat kepada orang lain. Semua orang harusnya belajar kepada beliau. Beliau sungguh memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa dalam menjalani kehidupan ini tanpa memikirkan apa-apa selain....beliau ingin hidup sehat, panjang umur, bisa membantu merawat atau menjaga orang disekitarnya dan jikalau beliau meninggal nanti beliau pernah bilang ingin meninggal dalam keadaan yang baik. Nenek tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk salat setiap kali saya datang berkunjung ke Surabaya. Bahkan saat saya menjaga beliau di RS dan itu sudah hari ke-4 yang mana saya mengalami rasa lelah teramat sangat karena saya kurang jam tidur sehingga saya terlintas untuk melewatkan saja salat subuh, tapi nenek membangunkan saya dengan suara lirihnya yang masih terdengar banyak semangat menyertainya : "ayo, bangun...gak salat subuh tah? ayo tah nak..salat subuh...gapapa meskipun udah agak siang wong kamu juga baru bangun..." Sekalipun saya malaaaaas sekali tapi saya tetap melakukannya. Saya tak ingin beliau kecewa karena saya cukup sering mengecewakannya... :(

Ya Tuhan...mungkin berlebihan jika saya berdoa lewat tulisan ini. Mungkin salah jika berdoa dilakukan lewat tulisan... Mungkin sebaiknya doa itu dipanjatkan dalam diam di masing-masing hati kita dan dilakukan di tiap salat wajib dan sunnah yang ada. Tapi...saya yang penuh keterbatasan ini, menulis seperti ini untuk meminta doa pada siapa saja yang sempat membaca tulisan ini. Tolong bantu doakan nenek saya agar beliau lekas sembuh dan agar beliau selalu mendapatkan yang terbaik serta rahmat dan kasih sayang dari Mu ya Allah... Jangan beri cobaan yang sekalipun nenek bisa melampauinya, tapi saya melihat...nenek sudah cukup banyak mendapat cobaan dalam hidupnya... Tuhan, saya mohon... jangan tambah lagi kesedihan dan kesakitan untuk nenek saya.... Tuhan, ampuni dosa nenek saya...mudahkanlah jalannya...dan sayangi ia sebagaimana nenek menyayangi saya sewaktu saya masih kecil dan berada dalam asuhannya hingga SMA... :(

Ya Allah Yang Maha Baik...saya mohon.... :(

Friday, January 9, 2015

Coffee or Tea (part 4) | bonus : cerita tentang kunjungan ke kafe non-Halal :p






Selamat jelang akhir pekan! Its Friday!
Are you planning to 'nongkrong' hard? :p

Masih bahas soal tempat ngopi di kota Malang yang DIJAMIN gak akan ada habisnya... :')
Iya deh, hampir tiap bulan itu ADAAA aja cafe or coffee shop baru dibuka. Saya heran. Apa iya itu kafe atau warung kopi bakalan laris semua? :s

"Lalu kali ini 'coffee shop' mana lagi?"
Ini... Heheeee ^^

The Amsterdam Bakery, Kitchen and Bar
Jalan Pahlawan Trip No. 25, Malang


Tenang... Sekalipun ada tulisan "Bar" disana, bukan berarti ini tempat buat 'mabok-mabokan'. Apalagi saya yang berkerudung begini mikir banget kalo cari tempat ngopi or makan. Bukan masalah apa-apa nih... Saya takut dilihat "ih, aneh banget ni perempuan berjilbab kok milih tempat makan(minum) disini sik, gak tau aturan apa sok-sokan melanggar aturan ya?" Gituuu! Eheeee. Yaaaa agak berlebihan juga sih ketakutan saya. :'D


Etapiiii (sedikit cerita ya!) saya pernah makan di kafe yang 'komoditi' dagangnya 'rice box'. Saya kira seperti rice box yang dulu sering saya makan di Surabaya... lha ndilalah alias ternyata itu menu rice box nya mengandung babi. Eheeee! Yaaaa ada juga sih menu non babi nya. Trus mereka serving saya dengan canggung sekali.

"ini ada menu ayam juga kok, kak... dan peralatan masaknya kami pisahkan antara peralatan masak untuk memasak menu mengandung babi dan tidak." 

Dalam hati "tuh, situ sendiri kan yang akhirnya repot menjelaskan dan meyakinkan supaya saya mau pesan makanan kalian?"

Sementara saya sudah menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung disana. Duh, kan jadi saya yang malu. Mau keluar? Yaaa, lebih malu lagi. 
Gak tau juga kenapa saya harus malu ya??? 
Kenapa tho itu tempat makan tidak MENCANTUMKAN bahwasanya mereka menjual masakan yang MENGANDUNG DAGING BABI instead of membiarkan saya yang kelaparan ini masuk dan duduk pasrah disana.... Saya manut aja, pesen menu yang gak mengandung babi(kata mbaknya yang nampaknya juga sebagai pemilik). Setelah keluar pesanan saya, OH MAIII... gak enak. KAPOK WES. Ogah balik sana. Mahal (lauk sejenis nugget atau rollade ayam ntahlah yang cuma 5pcs dan kurus-kurus pun, plus nasi dengan garnish sayur sekedarnya). Gak enak(rasanya kurang tasty cenderung hambar). no HALAL(sekalipun katanya udah dipisah alat masak dan alat makan untuk babi dan non babi). MuahahahAPES! :'p
Jujur saya GAK MASALAH ama resto tanpa tanda 'HALAL' dari MUI karena di 'Hok Lay' itu juga saya tidak lihat label halalnya dan saya tetep makan disana kok... Tapi jika memang ada resto atau kafe yang JELAS menunjukkan bahwa mereka menyajikan menu 'daging babi' ya saya PASTI gak akan masuk sana.

Balik ke The Amsterdam ya! Hehe!

 kalo kesini malem, siap-siap agak gelap ya.. cocok deh buat yang lagi PDKT or....berantem? :p

Ini kafe sebenernya hanya sedikit menu kopinya. Apalagi buat pecinta black coffee atau kopi tubruk bakal 'sedikit' merana disini. Isi dalam cangkir yang digunakan untuk menyajikan mungkin hanya sekitar 125 ml untuk varian 'Americano'. Americano bagi saya semacam reguler (black)coffee dan menu paling aman(bin standart) untuk dipesan. Kalau minum kopi hitam disini lebih banyak 'galau'nya sih... Kenapa? 1 cangkir kurang... 2 cangkir kebanyakan! Seperti makan indomie goreng atau minum teh botol sosro! *bayarin tulisan saya dong!* *minta digaplok*

AMERICANO. Dikit ya? cuma IDR 12K saja! beli 1 kurang.. 2 kebanyakan. :')))

Beberapa kali saya kesana, memang niatnya hanya untuk 'beli suasana' terlebih jika kita berkunjung pada malam hari. Ada sajian live music yang menurut saya home band disana paling kece dari semua kafe yang pernah saya singgahi. Home band nya komplit! Ada yang bisa maenin saxophone pulak. Ada....aaaaahhh! Saya gak hafal jenis-jenis instrumen musik. Pokoknya setau saya yang ada pemain saxophone nya cuma home band di The Amsterdam. Ntah kalo ternyata ada pemain sax di home band kafe yang lain. Hihiiiii... Playlist mereka juga menyenangkan. Masih masuk kategori kesukaan telinga saya. 
kalau malam selalu rame ampe susah(dan malu)kalo mau poto-poto
 jadi mohon acuhkan ke-3 orang di meja 28 tersebut 
karena didalamnya itulah home band yang saya maksud. hihihi!


Harga? KOPI ITEMNYA MURAH! Hahahaha! ya dikit sih.. pokoknya murah lah dibanding coffee shop yang kopi itemnya isinya sama dikitnya :p Untuk harga makanan dan minuman lainnya. Yaaaa bisa dibilang cenderung masuk di level agak mahal. Saya belum pernah sekalipun order makanan utamanya seperti steak dan spaghetti. Saya pernahnya pesan pizza untuk ukuran medium dibanderol sekitar IDR 40K atau lebih. Rasa? Yaaaa... not bad. Daripada pizza di PH bok... small ajah udah hampir 50K... *nangis darah*
Pengunjungnya? Jangan ragu buat yang udah 30 something seperti saya, Hahaaa...! Ini kafe untuk dengan rating 'SU' alias 'Semua Umur' bisa ditemukan disana dan tanpa merasa canggung. Pengunjungnya mulai dari  keluarga muda bahkan sampe eyang-eyang sepuh juga sempat hang out disana. Gak kebanyakan abegeh yang hobi jerit-jerit sambil selfie disana, ada... tapi gak ganggu. Abegehnya masih di level normal cenderung elegan... :p 
Menyenangkan!

Rezzen Coffee and Bakery
Jalan Mertojoyo Blok K-2, Merjosari, kota Malang.

Kebiasaan saya baca iklan di TL twitter saya, dan twit tentang Rezzen cafe ini cukup menarik hati dengan tagline : cafe dengan hidangan “high class” namun “low price”, ditambah profile picture akun twitter Rezzen yang menunjukkan pemilik sedang berpose dengan artis televisi nasional yang sedang berkunjung ke kafe dan bakery mereka semakin meyakinkan saya untuk segera mencari waktu berkunjung kesana. 
Lagi-lagi saya cari rute angkot untuk menuju kesana. Karena saya tidak familiar dengan daerahnya. Jika bawa kendaraan sendiri nanti saya nyasar di gang-gang sempit gimana dong? :')
Petunjuk mengatakan bahwa lokasinya itu perempatan UNIGA arah pasar dinoyo lama, haduh... duh... duuuh... makin nyasar saja rasanya. Sempat bertanya pada akun twit Rezzen dan mereka menjawab bahwa didepan kafe melintas angkot 'JPK' dan masalahnya JPK harus dicegat dijalan Sukarno Hatta. Terlalu jauh dari tempat saya yaitu perempatan Cengger Ayam. Saya coba ingat-ingat... Ada angkot 'CKL' yang setau saya pasti melewati depan pasar dinoyo lama itu. Akhirnya saya naik CKL dari perempatan Cengger Ayam, turun di seberang pasar dinoyo lama, di depan gang kecil yang ada papan petunjuk dengan logo khas 'Rezzen' 200m masuk ke dalam. Saya kira 200m cukup dekat. Ternyata...yaaaa lumayan ngos-ngosan juga ya kalau jalan kaki. Etapiiii view perjalanan menuju Rezzen ini cukup menyenangkan, masih bisa ketemu sepetak sawah yang masih hijau dengan latar belakang gunung(maaf gak tau nama gunung apa itu...)menyertainya.
Sesampainya disana langsung saya pilih kursi yang enak, pengennya duduk depan tivi, tapinya sudah diisi dengan dedek-dedek mahasiswa :') Mau duduk di sofa depan tipi kok gede amat... ngadep jalan langsung, terlalu silau. Saya sendirian pun...Nggak jadi deh. Mumpung sepi, saya bisa agak leluasa poto-poto tanpa rasa malu :p

sekalipun ada tivi, suara tivinya gak dikeluarin, yang terdengar hanya 
alunan musik pilihan mereka yang sesungguhnya tidak sesuai selera saya
tapi... it's oke lah... ;)

Saya pilih kursi yang dekat dengan etalase bakery, depan kasir. Kursi yang lumayan nyaman dan cocok buat mojok sendirian karena saya memang niat ngabisin novel yang sedang saya baca.

 spending my "me time"

Berhubung saya belum makan, saya pilih menu nasi goreng original(kalo gak salah) dan kopi hitam dengan dessert mini cupcake. Makanan berat lainnya saya lupa! hahaha! Gak banyak sepertinya menu makanan utamanya. 

 main course : nasgor ori IDR 10K saja! ^^
etapiiii sayangnya ini terlalu asin.

ukuran kopinya pas, lebih dari 125 ml pastinya hahaha!
dessert : mini cupcake cukup IDR 3,5K saja! ^^

Banyak lagi varian kopi baik kopi hitam, teh, blended coffee dan ada mojito juga kalau saya tidak salah ingat. Sudah banyak juga yang posting tentang Rezzen cafe ini karena agaknya sudah terkenal di kalangan mahasiswa kota Malang. Karena memang tempat ini menyasar kalangan usia mahasiswa, oleh karenanya harga makanan dan minuman disini disesuaikan dengan kantong mahasiswa ;)
Namun satu yang saya akui, sekalipun kopi hitamnya ini cuma IDR 8K saja tapi mantab! Well, bisa lah kapan-kapan saya mojok lagi disini. Makan roti sambil minum kopi... Enak sekaliiii! ^^ *yaaaa walau sebenernya seumuran saya yang 30 something udah gak pantes nongkrong dimariii hahahaa*

Agaknya secara tidak sengaja tulisan saya ini tentang kafe dengan tema yang sama : with bakery on it! Which coffee shop with bakery that you have visited or that you would suggest to me? Please kindly drop your opinions or suggestions on comments below. Thank you
Have a wonderful weekend! ^^

Monday, January 5, 2015

Ke Surabaya = wajib makan bebek goreng!

Bebek goreng itu biasa. Apalagi bagi warga kota Surabaya. Kampung halaman tercinta... :')
Siapa yang gak pernah makan bebek goreng? Ada beberapa kawan yang saya tau tidak suka bebek goreng dengan alasan "baunya amis!" dan "waduh, KOLESTEROL tinggi!" hahaha...ya kan? :p
Tanpa berniat mengacuhkan kesehatan, makanan 'biasa' ini memang hanya bisa saya nikmati sesekali... Kenapa? Karena....di kota Malang ini agak susah menemukan bebek goreng yang enak. Bebek goreng paling 'hits' di kota Malang kan katanya 'Bebek Goreng H. Slamet' bukan? Well, it doesn't fulfill my expectation... maaf yah pak Slamet... :p
Katakanlah saya kurang menjelajahi warung 'penyetan' kaki lima yang rata-rata pasti menyediakan menu bebek goreng TAPIIII mereka tidak menyediakan pula 'bumbu kuning' yang super berlemak-berminyak dan gurih ini... HMMMMMM! YUMMMMEEEEHHH! :D

 lihat minyaknya, gak? itu sudah saya campur kecap jadinya agak gelap :p
sambelnya udah saya lahap abis tinggal tersisa sedikit bumbu kuning yang harusnya 
WAJIB ada di tiap piring bebek goreng ^^
PS : ati-ati buat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi :D

Bebek goreng di kota Malang ini kebanyakan digoreng sampai kering dan itu membuat saya kehilangan 'esensi' dari seekor bebek goreng itu sendiri. HALAH! RIBET! hahahaha! Yatapiiii saya sukanya bebek goreng yang gak kriuk. Bebek goreng kudu wajib masih 'jemek' alias moist dan greasy. EXTRA GREASY! ^^
tampilan bebek goreng sebelom saya lahap habis seperti gambar diatas :p
Ini belinya di daerah depan kampus B Univ. Airlangga Surabaya.
Saya menyebutnya sebagai 'Bebek Bengkel' karna bertempat di bengkel yang mana bengkel tersebut beroperasi siang hari. Satu baris dengan sego sambel 'ho-ha' yang hits juga untuk mahasiswa Unair.
 Tempat makan favorit bareng pak bojo pas masih pacaran dulu ^^
1 porsinya? cuma IDR 16 K saja dengan nasi melimpah!


Dua minggu berturut-turut saya ke Surabaya. Sebenarnya gak niat berlibur-hore seperti biasanya... Agak sedih juga kunjungan saya ke Surabaya kali ini, menjenguk nenek saya yang sedang berada di Rumah Sakit. Nenek saya yang mengasuh saya sejak saya masih 1 tahun... otomatis kedatangan saya ke Surabaya agak campur aduk rasanya. Disisi lain saya sedih dan disisi lain bebek gorengnya ini sungguh enak sekali... Kurang plong rasanya menikmati bebek goreng kali ini, tapi bagaimanapun juga.. terimakasih wahai bebek goreng Surabaya yang SELALU bisa membantu mengobati rasa sedih di hati... *uhukkk*

 kalau ini belinya di Rumah Makan Bebek Goreng Harissa
Berlokasi di Jl. Dr. Ir. H. Soekarno (Merr Pandugo), Surabaya.
Saya pilih menu bebek sambel mangga. IDR 25K belum termasuk nasi putih :p

PS : bagi siapapun yang mampir baca tulisan ini, doakan yang terbaik untuk nenek saya ya.. Terimakasih... :')

Friday, January 2, 2015

Coffee or Tea? (part 3)

Happy New Year 2015!
A new year for a billion hope.
May this year be fulfilled with prosperity and joy to all of us!
Amen... ;)

Halo...kangen juga agak lama belum ngoceh disini buat sekedar bagi-bagi catatan 'ngopi-ngeteh-cantik' ala Jeng Sri! :p
Mumpung masih di suasana weekend dan 'sisa' liburan panjang di awal tahun 2015, saya mau bagi dikit pengalaman icip kopi-teh-coklat yang bisa saya rekomendasikan buat yang bosen mau ngapain lagi di sisa liburan kali ini. Sebelumnya juga saya pernah post satu tempat ngopi-ngeteh yang lumayan enak disini

Java Dancer Coffee. 
Jl. Kahuripan No.12, Klojen, Malang.
(Dekat dengan Hotel Tugu, sekitaran Balaikota kota Malang)

Such a heaven for coffee lovers! Heheeee... Sumprit. GAK BO'ONG deh kopi disini ENAKNYA JUARAK! Buat yang suka kopi item, 'kopi tubruk'... RUGI kalo belom coba kopi di tempat yang sederhana tapi 'kaya' ini. Sudah BANYAK yang mengulas coffee shop satu ini, jadinya saya gak akan banyak post foto-foto dekorasi atau suasana di tempat ini karena kualitas foto saya kalah JAUH dengan foto para food blogger lain yang lebih 'pro' dari saya. *tau diri* Sudah BANYAK juga yang menyumbangkan seluruh 'jempol'nya atas kualitas kopi di tempat ini. Masih mikir harga? 
Ada cerita disini. Saya pernah hampir 'twitwar' dengan salah satu komunitas coffee lovers di Malang saat mereka bertanya, 
"tempat ngopi favorit kamu dimana?
Seketika saya jawab (via twit),
"JAVA DANCER." dengan saya sertakan harga per gelasnya.
Mereka menjawab kembali (yang intinya)
"kopi enak gak harus mahal, masa' kopi tubruk 1 gelas (saat itu tahun 2012) 15K, masih banyak warkop yang jual kopi tubruk enak cuma seharga 5K per cangkirnya".
Yaelah bok, eyke seketika gondok dapet jawaban itu. Hahahaha. Iya sih, gak salah... warkop dimanapun, asal masih di Indonesia, KOPINYA JELAS ENAK! Apalagi kopi yang dari warkop tersebut umumnya kopi lokal, kopi ASELI INDONESIA. Kalau coffee shop atau kafe-kafe fancy di mol atau di jalan raya besar dan ternama itu bisa jadi kopinya impor. Walau gak menutup kemungkinan kopi impor tersebut asalnya dari Indonesia juga. Ruwet cyiiiin! Hahaha. UDAH ah. Saya gak mau panjang-panjang bahas distribusi kopi Indonesia yang udah jelas diakui kualitasnya DI DUNIA. Monggo mampir ke 'Java Dancer Coffee' kalau memang gak 'keberatan' dengan harganya yang sekarang untuk kopi tubruk mungkin sudah hampir IDR 20K :p 

Ini BUKAN menu orderan favorit saya. Ini kebetulan lagi pengen 'kopi susu' :D
Orderan favorit saya : Peaberry Toraja. (kopi lanang) dengan 'French Press' supaya bebas ampas.


Ladang Coffee. 
Jl. Guntur No. 31, kota Malang.
(Di sekitar jalan Besar Ijen, dekat dengan hutan kota 'Malabar')

Tempat ini sepertinya ntah franchise atau cabang dari Ladang Coffee yang ada di Surabaya, yang jelas coffee shop yang agak 'nyempil' ini juga punya varian kopi Indonesia yang enak. Soal harga? He He He... agak lebih mahal dari Java Dancer tapi tempatnya yang sepi dan tenang ini cocok buat kalian yang suka menyendiri. Bangunan coffee shop yang 'lawas' tapi modern dan simpel ini cocok buat yang kangen suasana rumah di tahun 80-an atau 90-an. Gak yakin itu bangunan tahun berapa yang jelas itu bangunan umum saat saya masih kecil.. tahun 80-an. *iyes, yang nulis udah uzur* 
Saya udah lama gak kesini... jadinya saya tidak bisa memberi rincian harganya. Tempatnya terlalu sepi, pak bojo dan kawan-kawan kurang suka tempat yang terlalu sepi. Maklumlah para lelaki. Sukanya liat cewe-cewe bening sambil ngupi-ngupi... Muahahahaha!

Pesanan saya kali ini disajikan secara 'Vietnam Drip
Kopi hitam dengan campuran susu kental manis. Tanpa perlu tambahan gula lagi ya 

Machiatto Coffee.
MX Mall lantai 1.
(udah jelas dong ya kalau MX Mall itu sebelahan ama Matos :p)

Nah ini yang saya bilang sebagai coffee shop 'fancy' yang ada di Mol. Tempat yang tergolong baru buka di tahun 2013 ini menggunakan kopi dengan merk 'Illy' yang MAAP saya gak tau sejarahnya itu kopi asalnya dari mana. Bisa aja siy gugling.. tapi monggo, gugling sendiri lah yes.. ;)
Kalau ngopi di dalam mol kan kendalanya 'smoking area'. Pak bojo gak bisa kalo ngopi gak sambil ngerokok... yang gak ngerokok ini ya manut aja nemenin di smoking area yang posisinya ada di luar, bersebelahan dekat area parkir VIP MX Mall. Bersebrangan dengan coffee shop ini adalah 'kafetaria UB' sepertinya banyak pegawai mol yang makan disana. Dan tak jarang terdengar juga musisi jalanan yang mendendangkan lagu-lagu dangdut koplo, seru kan? Gak fancy-fancy amat kan jadinya? :)))

No smoking area. Jadinya saya dan pak bojo gak pernah duduk di bagian ini :)))


 black coffee nya udah sering coba, bosan... so, kali ini saya pesan cappuccino saja ;)

Yasudah. Segini dulu. Kumpulin duit lagi buat nyobain coffee shop lain dan bisa saya share lagi disini. Jangan bosen dan maap kalau kontennya kurang informatif dan kurang menarik :p
Cheers!

Friday, December 26, 2014

Jajanan Akhir Pekan - 1

Happy holidays!
Ini kan dalam musim liburan panjang di hari Natal, cocok kayaknya kalo saya bagi sedikit cerita tentang apa-apa aja yang biasanya saya "cemil" selama menghabiskan akhir pekan. Ya...ini memang bukan jajanan khusus akhir pekan. Hari efektif pun tetep dicemil juga... :'D *derita orang doyan jajan*

Pempek Palembang "Farhan"  

Dan sesungguhnya ini adalah JAJANAN FAVORIT saya. Bukan merk ini, bukan... Eheee. Saya tertarik mencoba pempek ini dikarenakan lokasinya yang sekalipun berada di ruko yang berada di jalan Coklat-Kalpataru, terlihat rumah makan pempek tersebut bersih dan nyaman. Harganya juga murah. Mulai dari Rp. 1750 - Rp.4500 saja. Rasanya? Uhm....jujur saja, saya kurang suka. Untungnya tekstur pempek ini tidak sekenyal(cenderung liat) pempek di perempatan jalan Cengger Ayam. Hanya saja, untuk ukuran dan harga yang sama-sama murah...saya pilih pempek di daerah perempatan lampu merah jalan Cengger Ayam :p









Saya pilih jenis kapal selam (4500) dan lenjer biasa (1750)
minuman yang tersedia hanya sejenis teh botol dingin ^^


Rasanya ini rumah makan Pempek paling NYAMAN yang pernah saya kunjungi disini.
Kursi-kursinya itu nyaman lho, bikin betah duduk lama sekalipun pempeknya biasa aja :p


Martabak Telor dan Terang Bulan "Bahari"

Jajanan favorit berikutnya. Martabak telor! Saya sebenarnya juga penggemar terang bulan. Hanya saja untuk "merk" ini, terang bulannya terasa plain sekali meski saya memesan topping coklat-keju-susu. TAPIIII...untuk martabak telornya, UHMMMM...ENYAAAK! Tersedia telur ayam atau telur bebek, tapi saya selalu memesan telur ayam karena saya lumayan trauma dengan telur bebek. Sempat 2bulan penuh makan telur bebek karena stok melimpah akibat pak bojo sedang riset di kandang bebek petelur, ahahahha! Martabak merk ini agak lumayan sering saya jumpai, hanya saja yang saya kunjungi yang dekat rumah, yaitu di depan "Kantor Pos Tawangmangu" tidak jauh dari lampu merah jalan Cengger Ayam.



Andalan, Martabak Spesial dengan 3 buah telur dan potongan daging + daun bawang. YAMMM!

mas, bisa gak jualnya depan rumah aja? jadinya saya bisa setiap saat beli martabak... :'D

  
Pizza Jepang alias Okonomiyaki "Oko-I"

Pertama saya mengetahui tentang "okonomiyaki" ini dari acara kontes memasak di tv. Yang membuat saya sungguh tertarik dengan okonomiyaki adalah taburan abon ikan tuna(?) disaat akan menyajikan pizza tersebut. Kenapa? Abon ikan tersebut nampak "bergoyang-goyang" seolah yang ditaburkan itu....HIDUP! AW! Gimiknya keren ya? Heheeee...setelah saya gugling, ternyata...yang menyebabkan abon ikan tersebut seolah bergoyang adalah karena abon tersebut memiliki tekstur yang sangaaaat tipis, lalu bertemu dengan kepulan uap panas yang muncul di permukaan okonomiyaki yang baru diangkat dari wajan maka...menciptakan gerak lembut dari abon ikan seolah menunjukkan ia masih hidup. Coba gugling sendiri deh ;) Kedai okonomiyaki yang terletak di samping alfamidi Suhat ini agaknya sudah lumayan nge-hits dikalangan pecinta street food di kota Malang. Menurut info, tempat tersebut buka setiap jam 4 sore sampai sekitar pukul 10-11malam. Tapi agar lebih aman, setelah maghrib ajah kalau ingin melihat tarian lembut dari si abon ikan ;)

 Okonomiyaki seafood! Sengaja take away karena pas sampe sana, kedainya pas mau tutup! Lucky me.. ;)
Pizza ini memiliki rasa yang cenderung manis, buat penyuka makanan manis seperti saya...it's YAMMEEH!


Jadi gimana? Share dong jajanan kalian... Biar saya makin betah di kota kita ini, kota Malang tercinta ^^

Monday, December 22, 2014

Edisi Curhat : Really?

Seharian rasanya lemes aja. Hujan pun melengkapinya.
"enaknya makan apa ya?" itu-itu lagi yang selalu nyantol di pikiran.
Sesekali nengokin hape, cek sosial media, cek messenger...dan sekali lagi meladeni hal-hal yang sama. Hal yang harus dilakukan dengan penghayatan penuh agar tidak terlalu dalam nyampe kedalam pikiran. Hal lain yang harus dilakukan? "Memelihara" perasaan orang. Come on....

Bukan sekali-dua kali saya mencoba, ratusan kali saya mencoba lari. Ujungnya? Saya terpaksa kembali. Kembali (terpaksa mencoba) kedalam bentukan "normal" dan bentukan "ya harusnya emang begitu kalau jadi orang..." Kalau dilihat dari posisi saya sekarang, oke... mereka jauh lebih layak disebut sebagai "orang". Saya hanya sekedar meladeni mereka demi sebuah kehidupan yang "nyata". Bukan pujian yang saya harapkan dari prestasi yang mungkin ada di masalalu dan jujur saja saya masih mengenangnya sebagai bagian hidup saya yang menyenangkan. Bukan. Saya hanya lelah...

Basa-basi yang saya ladeni setiap hari hanya memupuk rasa amarah yang saya coba buang jauh tapi kembali lagi layaknya kucing yang dibuang ke pasar dan masih bisa balik ke depan rumah dan mengeong sekencang-kencang, mengemis ikan pindang untuk memenuhi rasa lapar...atau mungkin amarah karena ia dibuang ke pasar? Ntahlah...

"Bagaimana dengan sahabat? Atau kawan? Mungkin kerabat?"
Kau berani bertanya begitu? Baiklah... hanya satu-dua orang yang benar mengerti apa yang saya rasakan dan ITUPUN MASIH SEBATAS DUGAAN SAYA SAJA. Yang jelas, saya memelihara status saya sebagai perempuan, istri orang, pemilik 2 ekor kucing, yang masih bisa diajak berteman. Itu saja. Terserah...pertemanan karena...selera musik dan film yang sama? kesukaan membaca buku? ketertarikan untuk membicarakan mengenai gosip artis masa kini? atau...berteman dengan saya karena saya rajin menyanjung anda? You decide... 

"Really? Do you keep yourself as this 'kind' of human?"

Well, I just need my food right now. 
Thank you for reading this endless boring story...



Sunday, December 21, 2014

Nasi Goreng Resek yang kabarnya WAJIB dicoba!

Happy lazy Sunday, everyone...
Emang ya.. hari Minggu adalah hari termalas. Bahkan kucing saya aja sepagian udah ngajakin tidur lagi.. :'D

this is Roxy, my VERY BEST FRIEND! he'll be 8 y.o by January the 3rd! ^_^

Tapi saya ngerasa punya utang "postingan" jadilah ya saya putuskan untuk gak merem lagi. *cieee, rajin ceritanya...*

Flashback di musim hujan tahun lalu,
"makan nasi goreng yang masih ngepul asepnya enak nih!"
Saya bosan dengan bakso. Sekalipun banyak tukang nasgor disepanjang jalan, kok kabarnya ada nasgor khas Malang. "masa sih?" Gosipnya (baca dari blog-blog yang muncul dari mbah gugel) ini nasgor udah ada sejak tahun 50-an. WAW!
Kebetulan seorang kawan yang sudah lama hidup di Malang mengajak kami makan nasgor ini.. Nasi Goreng Resek namanya. "Resek" disini bukan berarti "brengsek" seperti ucapan artis sinetron di tipi, ya... :D Resek disini artinya, banyak sih... ada yang bilang dari asal kata "kresek" yang artinya "kantung kresek" dalam bahasa Jawa. Ada yang bilang "sampah" karena banyak sayuran dan berbagai isian seperti suwiran daging ayam plus jerohan, potongan mie serta potongan telur rebus. Ya, bisa dibilang ini seperti nasi goreng mawut. Apapun artinya, bagi saya ini adalah nasi goreng ENAK! ^^


Warung nasi yang lokasinya dekat Perempatan Kasin atau mungkin dikenal sebagai daerah "Pasar Besar", Malang ini mungkin gak berlebihan kalau saya sebut enak. Sebab, warung nasgor ini selalu ramai pengunjung. Hanya warung nasi kaki lima dengan pencahayaan minimalis (cenderung remang-remang), cenderung tak higienis (bagi orang-orang penggila kebersihan sih...hahaha) dan sedikit kursi serta meja yang disediakan bagi pengunjung yang ingin makan ditempat. Faktor yang membuat nasi goreng ini enak (BAGI SAYA) adalah rasanya yang "light" seolah tanpa bantuan "keajaiban" vetsin atau MSG dan warnanya yang pucat menunjukkan nasi ini TIDAK dibubuhi saus tomat botol kaca yang selalu menghasilkan nasi goreng merah menyala yang sukses membuat saya ngeri untuk memasukkannya kedalam kerongkongan. Rasa asin yang kebetulan pas dengan takaran lidah... Ini ENAK! Tanpa keberatan saya melahap semua yang ada sampai habis. Porsi yang agak banyak untuk ukuran wanita-wanita-pengikut-diet-nasi-itu-berbahaya-dan-meningkatkan-lemak-tubuh. Tapinya.. I DON'T CARE. I'm proudly saying "I'm not that kind of woman." Iyalah bok, idup sekali...biasa aja deh.. makan nasi secukupnya.. jangan melabel nasi itu bahaya, bikin gendut...bla..bla..bla! 

tuh...rame ya, bejubel lho...banyak yang rela antri berdiri-diri demi bisa merasakan nasgor ini, cobain deh!

So, ini masih musim hujan dan dinginnya kota membuat saya merindukan nasi goreng ini.
"Hmmmm, kapan ya makan disana lagi?"
*manyun depan jendela yang basah karena terpaan hujan deras*