Showing posts with label jajanan di kota malang. Show all posts
Showing posts with label jajanan di kota malang. Show all posts

Monday, February 22, 2016

Cute waffle from "Volkswaffle"

Sejujurnya, posting ini sudah direncanakan sejak lama, hanya saja eksekusinya terhambat akan satu dan banyak hal.
Biasalah.... minimnya kemampuan akan manajemen waktu sehingga semuanya serba tumpang tindih, tumpah ruah. :D

Masih...
Bicara soal jajanan ;)
Tau ya kalau saya hobi jajan...siapa siy yang engga?
Sesekali...pastilah kita merindukan yang namanya cemil-cemil lucu. 
Terlebih kalau kalian adalah.... perempuan.
*bow*

Melipirlah saya ke sebuah lapak jajanan "lucu".
Lucu karena lapaknya berupa mobil vw kombi yang mana interior vw tersebut disulap menjadi mini kitchen untuk melayani pesanan waffle dan minuman.
Yap... jajanan saya sore itu adalah waffle dan es kopi.


Kebetulannya adalah... pak bojo ini selalu suka dengan kendaraan VW, maka...beliau sama sekali tidak keberatan saya ajak jajan untuk kali pertamanya di Volkswaffle ini. 
Sayangnya.. tempat tersebut tidak menyediakan kopi panas, sehingga...jujur saja, kami kurang semangat menikmati sajiannya. 
Yang sungguh kami nikmati adalah suasana sore itu yang segar dengan sapuan angin sepoi-sepoi, venue yang baru saja buka (fyi mereka buka pukul 4 sore) sehingga para muda-mudi belum memadati tempat jajanan ini dan tentunya... lokasinya yang cocok untuk ngobrol sore-sore sembari mengendurkan mata yang lelah seharian karena kebetulan lokasinya berada di jalan Semeru yang tergolong cukup "hijau" di kota Malang ini. 
Satu lagi.. sajiannya ini sungguh "instagram-able" hanya saja untuk rasa, well... this is not my kind of waffle. But... I'm okay with the taste and the price wise is surely good.


Masih belom yakin apakah saya dan pak bojo akan kembali lagi ke tempat jajanan tersebut. Terlebih mereka baru buka sore hari, kalau saya jalan-jalan sendirian kesana, balik-balik pasti sudah gelap dong, hmmmm.

Semoga ada teman yang bisa diajakin jajan kesini lagi deh ^^

Friday, February 12, 2016

Pertama kalinya dalam idup nyobain makan Okonomiyaki di Oki-i Malang ^^

Hujan tipis-tipis malam ini.
Akhirnya teringat akan.......
Kedai makanan! Ha! 
^^

Waktu itu saya membeli sebuah jajanan di kedai pinggir jalan.
Street food, istilahnya.
Menu yang saya pilih kali ini yaitu : 
Okonomiyaki. 

Okonomiyaki alias pizza Jepang.
Hmmmm...saya sejujurnya clueless tentang rasa asli okonomiyaki ini.
Pun ketika saya mengunjungi kedai makanan ala Jepang, belum pernah saya mencicipi menu bernama okonomiyaki ini.

Yes my phone's camera sucks.
Sorry if I failed to tease your tastebuds with such bad picture :')


Penasaran.
Maka segera saja saya mengunjungi "Oki-i" yaitu sebuah kedai makanan yang terletak di pinggir jalan Soekarno Hatta. Kedai ini buka selepas Maghrib (menurut pramusaji kedai tersebut). Pantas jika saya tak pernah melihat antrian atau lampion kedai menyala kala siang atau jelang sore. 

Boothnya bagus, berasa Jepang sekali.
Hanya saja suasana sekitarnya tidak mendukung.
Karena booth ini berdampingan dengan booth aneka makanan lainnya.
Please google another image for your pleasant viewing ;)


Saya pilih varian original.
Karena memang saya penasaran ini aslinya bagaimana tho?

Nyammmm...ternyata enak.

Lebih mirip martabak telur dengan isian sayuran plus bawang bombay dan beberapa potongan ikan kering serta bawang goreng yang tidak menganggu rasa secara keseluruhan. 
Tak lupa, ada juga taburan ikan tipis yang dikenal (alias saya taunya ini disebut) dengan bonito. Kalau saya tidak salah...ini adalah potongan daging ikan tuna yang dikeringkan dan sangat tipiiiis sekali, seperti kertas tapi aroma ikannya dominan sehingga memperkaya rasa. 

Harga?
15ribu seukuran 1piring styrofoam standart, ukuran piring makan dewasa.
Dan.... kenyaaaaang sekali.
Cocok ya buat kondisi kantong-kantong ala kadarnya? ^^

Sunday, November 22, 2015

Depot-warung yang kukunjungi ketika dompet sedang kembang-kempis... (part-2)

Pas bokek gini..
Cerita apaan ya? Hmmm...

Bahas jajanan murah meriah aja ah...
Ini post udah ketunda lama bener ya..
Udah menuhin memori card aje :p

Dulu saya pernah tulis-tulis tentang warung makan yang biasa saya datengin kalau sedang "kere-hore" dan mungkin buat yang kelewatan.. bisa baca disini ya. Atau pas lagi jalan-jalan ke kota Malang dengan kantong pas-pasan, mungkin link tadi akan bisa sedikit membantu ;)

Batagor ABM
Depan Kampus ABM (STIE Malangkucecwara)
Jalan Terusan Candi Kalasan, Kota Malang.

Cukup membayar 6ribu rupiah saja...
Perut kenyang, hati senang ^^

Batagor ini memang tidak identik batagor aseli Bandung ya... bagi saya ini jajanan tahu tepung goreng yang seringkali banyakan tepungnya daripada tahunya dan diberi bumbu kacang. Ada beberapa abang batagor ala-ala dan siomay ala-ala yang berjualan disekitar kampus ini dan menurut saya, rasanya cukup enak dan yang pasti cukup membuat perut kenyang dan menghentikan semua ke-cranky-an yang mendera akibat "gak punya duit tapi masih pengen jajan".

Pempek Mang Djohan
Cabangnya banyak ^^

Bagi saya ini masih mahal untuk masa-masa kantong bokek ya..
Karena seporsinya ini sekitar 13ribu apa lebih ya? Hmmm...


Pertama ke kota Malang, saya sempat bingung...pempek mana yang rasanya paling enak ya? Karena saat masih di Surabaya, saya biasa makan di pempek Tjek Entis yang uenaaak banget. Lha..kok disini tidak ada cabangnya? :( Ada sih pempek Tjek Entis di dekat lapangan Rampal, tapiiii waktu saya ke sana, sepiii betul. Dan saya pun tak sempat mencicipi pempek tersebut karena tak nampak pegawai atau pelayan bahkan pemilik yang mempersilahkan saya masuk dan memesan. Padahal saya sempat memarkir kendaraan di depan pagar kedai pempek yang menjadi satu dengan rumah tersebut.
Oke. Kembali ke pempek Mang Djohan yang saya dapati tersebar di beberapa bagian di kota Malang, ada yang di pinggir jalan, ada yang di dalam ruko adapula yang berada di dalam supermarket di mal kota Malang ini. Dari segi rasa dan HARGA, bagi saya, jelas masih lebih enak dan lebih MURAH pempek Tjek Entis. Tapi...hanya pempek ini yang mudah didapati dan rasanya cukup enak lah.. 

Racel Risol
Jalan Soekarno Hatta, kota Malang.


Risol disini ada yang manis ada yang gurih.
 Tapi saya belum pernah memesan risol manisnya sama sekali
Untuk risol gurih, rata-rata harganya 6ribu rupiah.
Ini ukurannya cukup gede kok teman-teman ;)


Saya udah pernah nulis ini belum ya? Hehe... yaudahlah, misal udah, anggep saja saya segitu ngefans nya jajan di tempat ini sampai-sampai saya menuliskannya lagi. 
Ini tuh risoles...tapi disingkat risol hehe. Dan ini tuh risoles isi mayones yang mayonesnya supeeer banyak ampe tumpe-tumpe kalo kata tante Jupe. Tapi sejujurnya saya agak susah kalau makan risoles dengan mayones yang sekali gigit bisa bleberan seluruh mulut begini. Maka...saya lebih suka varian pizzalova (apa pizzaria yak?duh saya lama gak jajan disini neh...) karena varian tersebut isinya semacam rogut rasa bumbu pizza. Sekali gigit, beleberannya masih dalam taraf wajar dan yang jelas rasa isian varian ini lebih kaya, rasa rempah pizzanya lebih yammmiiieeehhh dibanding yang isi mayo saja dengan jagung, atau beberapa varian lain yang saya lupa karena tiap saya kesana, saya selalu pesan yang varian pizza sementara pak bojo lebih suka pesan yang spicy veggie karena rogutnya lebih mirip risoles yang kita kenal sedari dulu hanya saja varian spicy veggie ini pedas sekali. Buat yang gak doyan pedes, jangan pesen yang ini ya. 
Untuk suasana kafe, iya...ini lebih tepat disebut kafe karena interiornya yang sungguh kekinian. Tak lupa...banyak sekali abegeh yang nongkrong dan jajan disini karena memang harganya sangat bersahabat untuk kantong pelajar. Untung saja kafe ini menjual kopi tubruk jadi...pak bojo tidak keberatan nemenin saya jajan disini ^^

Oke...
Segini dulu yak teman.
Gadget saya kok mulai ngadat ini...
Mungkin saatnya (saya yang)diberi makan.



Saturday, August 8, 2015

Depot-warung yang kukunjungi ketika dompet sedang kembang-kempis... (part-1)

Ternyata saya masih punya tanggungan post tentang makanan yang standart tapinya cukup ngangenin... terutama dikala dompet tanggung bulan ya... :p

Dompet tanggung bulan gak akan mampu kita bawa ke kafe atau resto (apalagi resto fancy) untuk mendapatkan makanan atau jajanan yang mengenyangkan. Kebanyakan juga kafe resto tersebut dihidangkan dalam porsi "yaelah...segini sih cuman nyampe tenggorokan ajah udah laper lagi deh..." (ketauan banget de kalau saya makannya kudu dalam porsi segambreng :'D)

Maka dari itu, kedai makanan alias depot-lah yang lebih sering saya kunjungi ketika hasrat ingin jajan-makan diluar cukup tinggi tetapi kapasitas dompet tidak memadai.
Lalu...depot mana saja yang jadi "langganan" saya?

Depot "Hok Lay"
Jalan KH. Akhmad Dahlan No. 10 kota Malang
(daerah kota lama-pasar besar kota Malang)



Begitu lihat depotnya, yang jadi pertanyaan terbesar saya... "Halal gak ya?"
Walau sebenernya kalau ada depot tulisan "no pork" aja udah langsung saya tongkrongin sembari mengucap... "bismillahirrohmannirrahiiiiimmmmmmm" :p

First time I stepped into this place, I was amazed! SO VINTAGE!
Memang sih, tanpa detil pernak-pernik vintage layaknya di kafe-resto bertemakan "vintage-retro style". Apa-apa yang ada di dalam depot ini yaaaa udah dari dulunya ya begini adanya... terharu! :'D

 pertama kali mau masuk depot ini saya RAGU sekali!
lalu saya melihat ibu berkerudung tersebut maka...
langsung yakinlah saya mencoba makan disini.
dan ternyata setelahnya makin banyak ibu-ibu berkerudung yang datang, hihiiiy!


 Ini dia 3 menu andalan disana.
Cui Mie yang rasanya lumayan enak.
Lumpia Semarang yang ENAK BANGEEEEET!
Es "Fosco", si es susu coklat yang jadi "signature drink" di depot ini yang...
kalau satu botol kurang dua botol kebanyakan. ENAK!

Dari segi harga.. ya mahal dibandingkan warung pangsit pinggir jalan langganan saya di jalan Mawar. Pangsit kaki lima Rp. 7000 ajah udah dapat pangsit mie plus bakso dua butir! :D 
Tapi kan intinya saya masih pengen makan "layak" di keadaan dompet yang tidak "layak" maka opsi depot agaknya sesuai dengan harapan saya. 

 Es Fosco yang melegenda (cieeee...hahaha)
Rasanya manis-agak sedikit asin-creamy.
Yummmmyyyy!

Hasil akhir : KENYANG DAN SENANG!
Tapinya kalau kesini harap diperhatikan... karena mereka ada jeda istirahat siang-sore.
Amannya kalau berkunjung ke sini ya pagi-agak siang dan abis maghrib sampai jam 9 malam. 

Depot Tahu Campur Cak Uri Kumis
Jalan MT. Haryono, kota Malang
(di daerah UB-Dinoyo arah menuju kota Batu)

Setelah cukup lama cuman ngeliatiiin aja depot satu ini kalau lagi perjalanan sekitar sini atau akan ke kota Batu akhirnya saya mampir juga dan udah lumayan bolak-balik-bolak untuk makan disini. 
Rasa tahu campurnya menurut saya sesuaiiii dengan seperti apa yang saya bayangkan dan rasa tahu campur yang sering saya makan di Surabaya.
Pas banget karena selama ini saya selalu hampir mengeluh karena sulitnya menemukan makanan standart-tradisional yang enak(sesuai selera saya maksudnya...heheeee)di sini. 
Maklumlah...balada pendatang ya begini ini... Suka kangen ama masakan kota asal sekalipun tahu campur ini kan asalnya dari Lamongan sementara saya aslinya Surabaya tapi di Surabaya, makanan ini sudah seperti makanan-jajanan pokok yang wajib dikunjungi :p

 Sayangnya tahu campur ini gak ada kerupuknya.
Kerupuknya wajib beli sendiri... :p
Tapi gapapa lah...kerupuknya murah ini... 
Saya minimal habis 2bungkus kerupuk disini :D

Kalau kesini siy bisa dari siang sampai malam.. Yang tidak terdeteksi itu... tutupnya hari apa ya? Saya pernah kesana hari jumat malam eh kok tutup... :/
Harganya? Hahaaaa... murah ini sih! Seporsi tahu campur biasa seharga Rp. 14.000 sedangkan yang porsi jumbo seharga Rp. 17.000. Tenang...ini tuh porsinya banyak! Rasapun enaaaak!!! :D 

Warung Ceker Sri Lestari
Jalan Trunojoyo, kota Malang
(daerah Klojen alias depan Stasiun Malang Kota Baru)

Seumur-umur baru ini saya makan ceker bisa terasa sungguh NIKMAT SEKALI.
Ceker disini rasanya paling beda dibanding warung-warung ceker yang bertebaran banyaaaaaakkkk sekali di kota Malang.
Saya pada dasarnya gak pernah tertarik nyobain warung ceker pedas, setan, demit or apalah itu segala bangsa lelembut yang dialamatkan untuk jenis masakan pedas begini.
Tapiiiii...begitu masuk dan makan di warung ini, Subhanallaaaah... kok bisa ya masak kuah ceker enak begini, rasanya beda gitu. Mirip soto...tapi kok ya bukan soto...
Wah tapi ralat! Disini yang biasa saya makan sayap ayamnya karena males ribet makan ceker yang banyak tulang belulangnya cuman rasa kuahnya iniiiii yang NAGIH banget! Apalagi ditemenin kerupuk! Byuh... satu toples sanggup saya abisin sendirian deh :)))

Satu porsi ini cukup Rp. 10.000 sajaaa!
Ibu saya aja sampai bilang "wiiiih, enak yoooo!!!"
Ingat, kalau mau makan disini...baru bisa setelah adzan Maghrib
alias bukanya petang ya ;)

Sudah ya teman...
Saya tak sanggup menulis lagi karena...
Semuanya tadi bikin saya LAPAAAAARRR! :'(((
Sambung lagi di post part-2 berikutnya yaaaa :D



 



Wednesday, June 3, 2015

Tempat Jajan Baru : "Manis Gurih-Sandwich Bar"

Fiuh... utang posting makanan dan laen-laennya ngantri banyak banget! 
(kayak ada yang nungguin postingan yeiy ajah, jeung...)

Tapi rasanya post ini perlu didahulukan. 
Ini menyangkut hajat hidup cacing-cacing kelaparan dalam perut! :)))

YAP!
Ada tempat jajan baru lagi di deket rumah niii... jualannya sandwich, asik gak tuh?
Yippiiiiiieeee! :p

Roti-rotian, mau isiannya manis atau gurih, saya SUKAAAA! 
Dan kebetulan tempat jajan baru ini namanya : "Manis Gurih-Sandwich Bar"
Edgy gitu ya... Padahal saya gak tau juga maksud dari edgy itu apaan... :p
Yawis... Kekinian sekali gitu yaaaaa.... Nah, ini saya tau! Masa kini banget pokokpun! Hihihi!

Saya udah lama ngincer sejak gerai sandwich bar ini dibuka. 
Sebuah kedai makanan kecil di Jalan Mawar yang letaknya hampir bersebrangan dengan warung nasi Padang 'Roda Baru' kesukaan saya... (hu um...tempat makanan kesukaan saya ada banyak dimana-mana...sabar ye! muehehehe...).
Pas jam makan siang, saya putuskan turun depan "Manis Gurih-Sandwich Bar" ini karena kebetulan angkot saya lewat pas didepan kedai makan ini.
Saya nggak berharap apa-apa sih, selain makan roti isi yang bermayones-saos tomat pedes-ria. 

TAPIIIII 

Ternyata disini sandwichnya kita pilih sendiri isiannya, seru dan bingung! Hahahaha!
Sayangnya saya gak sempat memfoto slip menu isian sandwich yang bisa kita mix sesuka hati karena slip tersebut berakhir di tangan mbak kasir... :')
Kapan-kapan deh ya kalau saya kesana lagi, saya akan apdet isi blog ini dengan varian apa saja yang bisa kita mix di sandwich kita.
Kali ini saya setor penampakan kedai dari dalam saja ya... Kalau saya potoin kedainya dari depan... Saya yang malu.... :p

pilih duduk di pojokan dulu ah, malu sama abegeh yang lagi kumpul-kumpul..
udah tuwir neh... :p


ini sebelah kanan saya kelihatan meja kasir dan dapurnya sekalian..lucu ya!
 

sebelah kiri saya persis : kaca!
maunya ya selfie tapi ya...lagi-lagi saya inget umur... :)))
 

pesenan yang datang pertama, teh original (7K) ekstra madu (2K)
disini juga ada kopi dan milkshake serta beberapa jenis minuman dingin lainnya :D
thank God, there's coffee...
so I promised to visit again, to have a cup of coffee and sandwich!

 
2 menit kemudian sandwich saya datang, yippiiieee!!
bread : french bread(free)
topping : shredded chicken (IDR 18K)
additional topping : smoked beef (IDR 6K)
veggies : caramelized onion (free), lettuce (free), I didn't put tomatoes here.
sauce : honey mustard (free)
side dish : hash brown potato (free), kinda complimentary dish from them.


nah, susah nih makannya kalo udah tumpuk-tumpuk gini, hahaaaa...
etapinya ayam suwirnya enaaaakkk...

So, gimana? Tertarik?
Saya sih mau aja balik lagi kesana meski harus sendirian karena kalau ama pak bojo pasti kesulitan tempat parkir. Yaaaa tau sendiri deh gimana penampakan jalan mawar yang mengarah ke pasar tawangmangu itu. :D

Saran.... ummmm, belum ada sih... worth the price, comfy place... etc.
So, have a nice munching!
 
xoxo!
 


Monday, May 18, 2015

The Gallery of My Weekend Snacks and Drinks... :p

Setelah mengalami long weekend yang cukup sibuk (dengan jalan-jalan dan makan-makan), tentunya hari Senin sudah pasti menjadi sedikit lebih menyebalkan dari hari Senin pada umumnya, ya kan? :p
Maka...agar kita gak begitu kehilangan semangat kesenangan makan-jajan pas long weekend kemaren (halah...! :p), boleh dong saya bagi sedikit (sedikiiiit nih dari semua makanan yang saya lahap... hahahaha!)? Jajanan yang mungkin bisa sedikit mengurangi omelan, gerundelan, kemalasan bahkan mungkin ratapan karena belom bisa move on dari kesenangan libur panjang kemaren... Hyuuuk cyin~~~ :3

Paroti Bread Cream Meses



Biasa nongkrong di Alfamart? Pasti akrab ama jajan ini.
Mursidah mawadah warrahmah... alias MURAH BANGET! :)))
Buat pecinta roti (semacam saya) segala roti fancy yah udah lah ya, ini juga gak kalah. 
Apalagi kalo isi dompet lagi kalah, jajan ini aja langsung bahagia. 3rebu aja bang! Gak pake lama! :)))
Isinya itu cream(margarinnya agak dominan menurut lidah saya tapi ya gpp lah..)dan meses coklat yang banyak. Legit lah! Kalori? Duh..maaf. Tulisan ini tidak dirancang untuk mendukung program diet anda. Maap ye... :p

Bakso!

Sebagai warga bumi Arema alias bumi bakso...eheeee, belom sah kalau gak jajan bakso tiap hari. :)))
Gimana ya, meski masih di Surabaya juga saya ini dari kecil biasa makan sore pakai bakso. Bakso ama nasi. Hampir tiap sore. Iyah.. waktu kecil saya makan 4-5x sehari dengan porsi banyak pula... No wonder ya kalau bentukan saya seperti sekarang... :p
 

Ini bakso Solo ya. Baru buka di jalan Soekarno Hatta, Malang.
Alamat pastinya saya lupa.. nanti saya apdet lagi :'D
Ini ada bakso solo (bakso halus) IDR 15K dan bakso jumbo (bakso kasar) IDR 20K kalau saya gak salah... :p



Mie, Cui Mie, Pangsit Mie dan kroni-kroninya.

Kota Malang juga terkenal dengan makanan 'Cui Mie' yang ketika saya temui ternyata itu bagi saya sama aja seperti mie dengan pangsit atau biasa saya sebut pangsit mie. :D
Rasanya? Ya sama juga...yang membedakan mungkin toppingnya. Ada yang diberi pangsit(siomay?) seperti foto di bawah ini, diberi toping ayam atau udang saus pedas manis, dll...

Mie Tarik Pangsit di Noodle Inc., Malang
Favoritnya akoh! IDR 21K (udah naek belom ya? :'p)

(oke fix, disini saya mulai menitikkan liur dan hanya bisa menelan ludah...hehehehe)
Harga? Macem-macem kalau disini. Mulai dari 5000 rupiah dengan rasa dominan merica-asin-berminyak sampai 20ribuan untuk mie kelas depot-cafe dengan rasa yang lumayan bertanggungjawab dengan label harga yang disematkan pada tiap mangkok mie tersebut :p

Cukup ya makan-makanannya. Sekarang ke minuman pembangkit semangat selain kuku bima.... :D

KOPI!

Hehehe.. tau lah kalo saya ini peminum kopi. Tapi ini yang mau saya bahas kopi instan, karna kopi instan bagi saya termasuk jajanan :p
Ada 2 merk kopi sachet yang baru-baru ini saya coba. Merknya lama, saya aja yang baru cobain.. hehehe!


Dari dua gambar diatas, itu sama aja ya merk nya. Sebenernya saya paling nggak bisa minum white coffee, sachet pula. Karena setelahnya saya selalu merasa mual karna saya ini kan penderita radang lambung yang bandel, tetep aja minum kopi meski lambungnya udah bermasalah :p
Tapi demi menuntaskan rasa penasaran saya, maka saya iseng aja cobain luwak white coffee varian baru ini. Ada 3 rasa seperti yang tertera di kemasan "Mocca Rose", "Rum Vanilla" dan "Caramel". Soal yang rum vanilla ini pasti ada yang takut minum karena takutnya rum-nya itu merupakan jenis minum-minuman beralkohol kan... Kalau saya tidak bisa menjelaskan ini rum-nya haram atau tidak yang jelas di kemasan produk ini sudah berlabel halal ya saya konsumsi aja... :D

Berikutnya ada pendatang baru 

Jujur saya nyobain merk ini karena kemakan iklan... Hehe! Gimana nggak, yang promoin si mbak Dian Sastro! Kece kan? Anggapannya ya kalau minum ini biar bisa se-kece mbak Dian Sastro.. *cengar-cengar* Tapi yang gak kalah menarik dari kopi sachet ini adalah fitur(???)gula terpisah. Hu uh...gulanya gak diaduk jadi satu dengan kopi bubuknya seperti layaknya kopi instan sachet yang biasa kita temui. Gulanya dikemas tersendiri yang mana gula tersebut masih jadi satu dengan kemasan kopi instan ini. Kemasan gula tersebut juga memiliki angka persentase. Jika kita ingin menggunakan gula 50% saja, arahkan jempol ke garis 50% sambil menahan sisa gula dibawahnya, tuang gula diatas batas 50% dan jadilah kopi dengan gula sekitar 50% dari takaran seharusnya. Saya suka menggunakan gula 75% karena kalau gulanya kurang, minuman ini berasa seperti susu hangat saja... Errrr... Maap yah mbak Dian, your product can't buy me...:'D

TAPIIII.....
kalau saya pas lagi kere hore bangke dan pengen ngopi instan (baca : cepat dan murah) nah...beli ini aja....

Kopi indomaret!!!!
Ini juga mursidah mawadah warrahmah cyiiin... hahahaha! 6 rebu ajah udah bisa nongkrong sambil cari angin sepuasnya. Trus cemilannya beli Paroti cake yang tadi di toko franchise sebelahnya. 10rebu gak sampe! Kenyang dan gahooool kan? :D

Kalo referensi jajanan saya masih kurang, bisa intip jajanan saya lainnya disini dan disini kali aja ada yang cocok... Soalnya kan saya nggak mau nambah kalori sendirian... *evil laugh*
Udah ah, jangan manyun...yuk kita jajan ajah! 
Cheers!

xoxo


Monday, February 9, 2015

Jajanan Akhir Pekan-2

Kalau lagi puasa gini bawaannya mikir "makan apa ya buat buka nanti..."
Hahahaha...jujur deh, semua pasti pernah ada di fase ini ketika sedang berpuasa baik itu puasa wajib atau puasa sunnah. 
Daripada bengong dan makin banyak dosa karna cranky pengen ini-itu, saya tulis-tulis aja jajanan favorit yang biasanya saya beli di akhir pekan atau di hari-hari saya memerlukan 'takjil' :p

Kue Bingka.

Kabarnya ini adalah jajanan manis khas Banjarmasin. Pertama kali saya makan kue ini di Warung Soto Banjar 'Keluarga' (saya pernah ocehin juga disini). Rasanya mirip-mirip ama kue lumpur, kue basah jajanan hari-hari. Pasti udah banyak yang pernah makan kue lumpur kan? Nah...kue Bingka ini sendiri saya bisa bilang merupakan versi 'rich' nya kue lumpur. Pertama kali makan.. HMMMM...manis-gurih-creamy jadi satu. Teksturnya lembut tapi gak benyek dan pernah satu kali saya makan kue bingka dengan isian potongan pisang, tekstur bingkanya kok agak kenyal ya? Malah jatohnya berasa seperti kue basah 'nagasari' :'D

Saking lapernya keburu saya makan sebelum saya foto :p
Kemasannya niat ya untuk jajanan hari-hari :D

Saya gak suka ama bingka yang kenyal itu. Bingka yang saya suka pokoknya ya yang seperti di warung soto banjar deket rumah itu. Dan kebetulan kemarin pas craving jajanan manis setelah berbuka, saya jalan-jalan ke Toko Avia dan ketemulah saya dengan bingka produksi kota Malang. Hahahaha... Kata teman saya, "khas Banjar kok produksi Malang?" balas saya "gak apalah..yang penting rasanya beres, gak berasa seperti nagasari..." :p

Harga IDR 21,5K
Beli di Toko Avia


Onde-onde.

Aduh, siapa yang gak kenal onde-onde? Jajanan gurih-manis yang kita mungkin bisa temui di se-antero negeri(yakin?). Onde-onde kesukaan saya kali ini belinya agak jauh dari pusat kota Malang. Saya lupa daerah mana itu, yang jelas masuk daerah Kabupaten Malang katanya... *lagi males gugling*


Jujur saja, kemasannya yang cakep ini membuat saya makin cinta 
dengan onde-onde ini ^^




TAPI saya pernah liat kedai makanan di daerah Ciliwung, di ruko-ruko dekat rel kereta api juga menyediakan onde-onde ini. Kalau saya tidak salah lihat, 'Onde-onde Christien' namanya. Kabarnya ini memang cabang dari onde-onde yang letaknya (menurut tulisan di kemasan) di Tangkil Sari tersebut. Saya belom pernah mencicipi onde-onde yang dijual di cabang, selalu saya belinya yang jauh itu... Sekalian jalan-jalan dan yang kemarin kebetulan oleh-oleh pak bojo pulang kerja. Onde-onde ini murah saja, IDR 2K per buahnya. Tapi karena belinya jauh, seperti memaksa saya harus membeli minimal 10 buah untuk 'tombo kangen bin pengen' Muehehehe! 


Saya ini pecinta onde-onde garis keras! Ibarat kata nih ya...
"cintaku padamu...sebesar cintaku pada onde-onde!"


Bubur Ayam dan Bakso Tahu ala 'Mie Bromo Pojok'

Mie Bromo Pojok ini merupakan mie pangsit yang lumayan hits juga di kota Malang. Kota Malang ini kan juga terkenal dengan mie-mie-annya kan... Mulai dari cui mie, mie ayam, mie pangsit, dan mie-mie pedas lainnya dengan berbagai level yang sebenarnya bagi saya gak ada bedanya antara mie satu dan yang lain. Hanya beda rasa kuah, bumbu dan tingkat pedasnya saja. Intinya sama aja ya : MIE. :p
Tapi di warung yang terkenal ama mie-mie-annya saya malah njajan bubur ayam dan bakso tahu. Bukan apa, waktu itu kebetulan sariawan saya lagi ganas-ganasnya, di bibir bawah bagian dalam. Kalau saya makan mie, hadeh...ampun deh. Sakiiit bener pas dipake nyeruput mie-nya deh... :'D


 Bubur ayam biasa. No kuah. Hanya ada taburan daun bawang diantara kerupuk dan ditambah separuh telur ayam bacem.
Harga IDR....lupa. Gak nyampe 10K rasanya.

Kalau buburnya ini cuma bubur biasa dengan lauk telur bacem dipotong separuh dan diberi kerupuk banyak-banyak. Nggak ada kuah bumbu atau sejenisnya. Maka dari itu akhirnya saya juga memesan bakso tahu yang ada kuahnya. Sekalipun beli bakso tahunya cuma 1 buah, dikasih kuah semangkok. Mayan kan... :p

Bakso tahu. Rasanya baksonya cenderung manis. Tidak cocok bagi yang tidak terlalu suka makanan manis. Kalau saya ya... SUKA BANGET. 
Harga IDR 5K per buah.

Kalau ada rekomendasi jajanan enak-enak dan mengenyangkan, kabarin saya dong... :p

Tuesday, January 27, 2015

Akhirnya mampir ke warung kopi 'LegiPait' juga...

Udah lama juga gak incip kopi di tempat baru... Maka saya putuskan hari ini HARUS dapet tempat ngopi baru! Heheeee.

Awalnya saya cuma sekedar iseng cari info jam buka kafe baru yang ada di jalan Kalpataru, kan.. Lha ternyata malah nyasar ke blog-blog yang ngereview kedai makanan dan coffee shop yang belum pernah saya dengar dan beberapa coffee shop yang sebenernya sudah sejak lama saya ingin menghampirinya.
Ada 3 coffee shop dan 3 kedai makanan yang membuat saya semalaman sulit tidur. Dalam hati "gila ni, Malang..tempat jajanannya banyak bener sik! Pe-Er banget kan jadinya.." Hahaha..iyah! Sungguh membuat saya kudu memutar otak agar segera dapat memutuskan 1tempat saja yang bisa saya kunjungi keesokan harinya. Kalau tak segera menemukan tempat yang akan saya datangi besok, bisa gak tidur semaleman! *iyah, ini penyakit perempuan pada umumnya, percaya deh!* Semua akibat dari...sepatu baru. Lha kok??? Eheeee... karena abis beli sepatu makanya..hemat dulu yak! :')))

Setelah cek google map untuk memastikan lokasi yang akan saya tuju dan sudah mengerti angkot apa yang harus saya naiki maka saya bergegas meninggalkan rumah dan mampir sebentar di warung pecel dekat rumah untuk makan siang, ini karena demi penghematan juga sih... Hahahaha! Kenyang makan pecel lalu saya segera melanjutkan perjalanan dengan angkot. Naik ABG dari perempatan cengger ayam dan pilih jurusan yang menuju stasiun Malang Kota Baru lalu saya turun di perempatan Klojen yang lalu saya melanjutkan perjalanan dengan kakiiii... Hihiiii! :p

Coffee shop paling mini yang pernah saya kunjungi :')
Saya pilih duduk di teras dekat pintu masuk ruang utama yang mana ruang utamanya lebih sedikit pilihan tempat duduknya dibandingkan dengan di teras.


So... sampailah saya di LEGIPAIT jalan Pattimura No. 24, kota Malang. Buat yang anak nongkrong or anak gahoool kota Malang, pasti akrab dengan tempat ini. Lokasinya persis di depan Hotel Helios. Hotel yang kabarnya diperuntukkan bagi turis backpacker. Kabarnya juga ini hotel banyak diisi bule-bule. Maka dari itu menu di LegiPait ini salah satunya adalah 'pancake' karena menurut review-review yang saya baca, pancake ini seperti sengaja disediakan agar para bule bisa sarapan disini sambil menikmati kopi. Kan umum tuh kalo bule sarapannya ama roti(or..cake), kalo kita ya...sama tahu goreng juga udah seneng. Heheeee.

sebelah kanan logo ini ada jendela, nah itu udah jendela dapur mereka :D

Saya lupa menunya apa aja disini, KARENA.....menunya hanya ada di dapur, di dekat kasir sekaligus dekat dengan tempat barista meracik kopi. Wajib anda ingat jika berkunjung ke LegiPait ini :

  1. Tidak ada waiter/waitress yang menyambut.
  2. Tidak ada buku menu.
  3. Tempatnya yang mini sehingga agaknya wajib siap kecewa jikalau kebetulan sedang 'full house' dan agaknya juga tidak ada fasilitas reservasi.
  4. Untuk yang 30something seperti saya.. Eheeee. Siap-siaplah untuk kaget dengan kentalnya suasana muda-mudi disekitar anda.
  5. Untuk memesan kopi atau makanan, begitu sampai di LegiPait, setelah kalian melewati meja-meja diluar LANGSUNG AJA ke dalam(yang nampak seperti ruang tamu), menuju dapur(di balik rak buku) dan tulis nama diatas kertas menu pesanan sekaligus apa yang kalian pesan. Papan menunya nempel di tembok dapur, keliatan kok..soalnya dapurnya(plus kasir) emang kecil(sempit?) :D 
Piye? Got it? :D

Sebagai pengunjung baru disini, saya kagok setengah idup! Apalagi saya sendirian. Saya juga bertampang tua sehingga nampak beberapa pengunjung yang agak heran melihat saya. Semoga ini hanya perasaan saya saja.. Eheeee. Pesanan saya segera datang. Secangkir kopi gondrong! Gondrong gara-gara ampas kopinya tinggi bener! Hahahaha! Kaget siy..cuman ya sebenernya kopi model begini yang saya suka, kopi rempah, tanpa susu. Hmmmmm. Endus-endus bentar, tambahin gula semut(brown sugar) dan aduk. Ampasnya masih ada yang tersisa dipermukaan, saya singkirkan dengan bantuan sendok yang ada. Dah...kopi rempah siap disruput. ^^



Kopi Gondrong! Hahaha! Bukan... Pesenan saya ini 'Kopi Rempah' IDR 8K saja.

Saya juga memesan pancake. Ini juga merupakan salah satu jajanan kesukaan saya sih.. Membuatnya cukup mudah terlebih banyak adonan pancake instan yang tersedia di pasaran. Hanya saja, saya terlalu malas untuk membuatnya. Maka...kopi dan pancake blueberry menjadi pesanan after lunch saya hari ini.



Pancake pesanan saya. Kalau gak salah ini sausnya blueberry...
tapi.... aromanya tape sekaliii :') 
Yaudah siy untungnya masih lumayan enak... IDR 15K.

Pemandangan di sebelah kiri saya, sebetulnya ini akan menyenangkan jika tidak ada 'glundungan' kayu segitu gedenya... gak tau juga itu glundungan bakalan dibuat permanen atau sementara :/


Peringatan, bagi kalian yang memiliki roda empat dan ingin berkunjung kesini...maaf saya tidak tahu anda harus meletakkan roda empat anda dimana... karena ini posisinya di tikungan dan persis di tikungan tersebut ada lampu merah... :'D
After all.. Kenyang!!!


UPDATED!

Pesanan saya berikutnya, kopi susu. 
Enak deh ini pakai susu murni, kalau saya gak salah sih.. :D
IDR 10K.

PS: kalau kesini, jajan pisang goreng ama tahu goreng ajah ah... enak siy meski berasa agak mihil :'D

Friday, January 9, 2015

Coffee or Tea (part 4) | bonus : cerita tentang kunjungan ke kafe non-Halal :p






Selamat jelang akhir pekan! Its Friday!
Are you planning to 'nongkrong' hard? :p

Masih bahas soal tempat ngopi di kota Malang yang DIJAMIN gak akan ada habisnya... :')
Iya deh, hampir tiap bulan itu ADAAA aja cafe or coffee shop baru dibuka. Saya heran. Apa iya itu kafe atau warung kopi bakalan laris semua? :s

"Lalu kali ini 'coffee shop' mana lagi?"
Ini... Heheeee ^^

The Amsterdam Bakery, Kitchen and Bar
Jalan Pahlawan Trip No. 25, Malang


Tenang... Sekalipun ada tulisan "Bar" disana, bukan berarti ini tempat buat 'mabok-mabokan'. Apalagi saya yang berkerudung begini mikir banget kalo cari tempat ngopi or makan. Bukan masalah apa-apa nih... Saya takut dilihat "ih, aneh banget ni perempuan berjilbab kok milih tempat makan(minum) disini sik, gak tau aturan apa sok-sokan melanggar aturan ya?" Gituuu! Eheeee. Yaaaa agak berlebihan juga sih ketakutan saya. :'D


Etapiiii (sedikit cerita ya!) saya pernah makan di kafe yang 'komoditi' dagangnya 'rice box'. Saya kira seperti rice box yang dulu sering saya makan di Surabaya... lha ndilalah alias ternyata itu menu rice box nya mengandung babi. Eheeee! Yaaaa ada juga sih menu non babi nya. Trus mereka serving saya dengan canggung sekali.

"ini ada menu ayam juga kok, kak... dan peralatan masaknya kami pisahkan antara peralatan masak untuk memasak menu mengandung babi dan tidak." 

Dalam hati "tuh, situ sendiri kan yang akhirnya repot menjelaskan dan meyakinkan supaya saya mau pesan makanan kalian?"

Sementara saya sudah menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung disana. Duh, kan jadi saya yang malu. Mau keluar? Yaaa, lebih malu lagi. 
Gak tau juga kenapa saya harus malu ya??? 
Kenapa tho itu tempat makan tidak MENCANTUMKAN bahwasanya mereka menjual masakan yang MENGANDUNG DAGING BABI instead of membiarkan saya yang kelaparan ini masuk dan duduk pasrah disana.... Saya manut aja, pesen menu yang gak mengandung babi(kata mbaknya yang nampaknya juga sebagai pemilik). Setelah keluar pesanan saya, OH MAIII... gak enak. KAPOK WES. Ogah balik sana. Mahal (lauk sejenis nugget atau rollade ayam ntahlah yang cuma 5pcs dan kurus-kurus pun, plus nasi dengan garnish sayur sekedarnya). Gak enak(rasanya kurang tasty cenderung hambar). no HALAL(sekalipun katanya udah dipisah alat masak dan alat makan untuk babi dan non babi). MuahahahAPES! :'p
Jujur saya GAK MASALAH ama resto tanpa tanda 'HALAL' dari MUI karena di 'Hok Lay' itu juga saya tidak lihat label halalnya dan saya tetep makan disana kok... Tapi jika memang ada resto atau kafe yang JELAS menunjukkan bahwa mereka menyajikan menu 'daging babi' ya saya PASTI gak akan masuk sana.

Balik ke The Amsterdam ya! Hehe!

 kalo kesini malem, siap-siap agak gelap ya.. cocok deh buat yang lagi PDKT or....berantem? :p

Ini kafe sebenernya hanya sedikit menu kopinya. Apalagi buat pecinta black coffee atau kopi tubruk bakal 'sedikit' merana disini. Isi dalam cangkir yang digunakan untuk menyajikan mungkin hanya sekitar 125 ml untuk varian 'Americano'. Americano bagi saya semacam reguler (black)coffee dan menu paling aman(bin standart) untuk dipesan. Kalau minum kopi hitam disini lebih banyak 'galau'nya sih... Kenapa? 1 cangkir kurang... 2 cangkir kebanyakan! Seperti makan indomie goreng atau minum teh botol sosro! *bayarin tulisan saya dong!* *minta digaplok*

AMERICANO. Dikit ya? cuma IDR 12K saja! beli 1 kurang.. 2 kebanyakan. :')))

Beberapa kali saya kesana, memang niatnya hanya untuk 'beli suasana' terlebih jika kita berkunjung pada malam hari. Ada sajian live music yang menurut saya home band disana paling kece dari semua kafe yang pernah saya singgahi. Home band nya komplit! Ada yang bisa maenin saxophone pulak. Ada....aaaaahhh! Saya gak hafal jenis-jenis instrumen musik. Pokoknya setau saya yang ada pemain saxophone nya cuma home band di The Amsterdam. Ntah kalo ternyata ada pemain sax di home band kafe yang lain. Hihiiiii... Playlist mereka juga menyenangkan. Masih masuk kategori kesukaan telinga saya. 
kalau malam selalu rame ampe susah(dan malu)kalo mau poto-poto
 jadi mohon acuhkan ke-3 orang di meja 28 tersebut 
karena didalamnya itulah home band yang saya maksud. hihihi!


Harga? KOPI ITEMNYA MURAH! Hahahaha! ya dikit sih.. pokoknya murah lah dibanding coffee shop yang kopi itemnya isinya sama dikitnya :p Untuk harga makanan dan minuman lainnya. Yaaaa bisa dibilang cenderung masuk di level agak mahal. Saya belum pernah sekalipun order makanan utamanya seperti steak dan spaghetti. Saya pernahnya pesan pizza untuk ukuran medium dibanderol sekitar IDR 40K atau lebih. Rasa? Yaaaa... not bad. Daripada pizza di PH bok... small ajah udah hampir 50K... *nangis darah*
Pengunjungnya? Jangan ragu buat yang udah 30 something seperti saya, Hahaaa...! Ini kafe untuk dengan rating 'SU' alias 'Semua Umur' bisa ditemukan disana dan tanpa merasa canggung. Pengunjungnya mulai dari  keluarga muda bahkan sampe eyang-eyang sepuh juga sempat hang out disana. Gak kebanyakan abegeh yang hobi jerit-jerit sambil selfie disana, ada... tapi gak ganggu. Abegehnya masih di level normal cenderung elegan... :p 
Menyenangkan!

Rezzen Coffee and Bakery
Jalan Mertojoyo Blok K-2, Merjosari, kota Malang.

Kebiasaan saya baca iklan di TL twitter saya, dan twit tentang Rezzen cafe ini cukup menarik hati dengan tagline : cafe dengan hidangan “high class” namun “low price”, ditambah profile picture akun twitter Rezzen yang menunjukkan pemilik sedang berpose dengan artis televisi nasional yang sedang berkunjung ke kafe dan bakery mereka semakin meyakinkan saya untuk segera mencari waktu berkunjung kesana. 
Lagi-lagi saya cari rute angkot untuk menuju kesana. Karena saya tidak familiar dengan daerahnya. Jika bawa kendaraan sendiri nanti saya nyasar di gang-gang sempit gimana dong? :')
Petunjuk mengatakan bahwa lokasinya itu perempatan UNIGA arah pasar dinoyo lama, haduh... duh... duuuh... makin nyasar saja rasanya. Sempat bertanya pada akun twit Rezzen dan mereka menjawab bahwa didepan kafe melintas angkot 'JPK' dan masalahnya JPK harus dicegat dijalan Sukarno Hatta. Terlalu jauh dari tempat saya yaitu perempatan Cengger Ayam. Saya coba ingat-ingat... Ada angkot 'CKL' yang setau saya pasti melewati depan pasar dinoyo lama itu. Akhirnya saya naik CKL dari perempatan Cengger Ayam, turun di seberang pasar dinoyo lama, di depan gang kecil yang ada papan petunjuk dengan logo khas 'Rezzen' 200m masuk ke dalam. Saya kira 200m cukup dekat. Ternyata...yaaaa lumayan ngos-ngosan juga ya kalau jalan kaki. Etapiiii view perjalanan menuju Rezzen ini cukup menyenangkan, masih bisa ketemu sepetak sawah yang masih hijau dengan latar belakang gunung(maaf gak tau nama gunung apa itu...)menyertainya.
Sesampainya disana langsung saya pilih kursi yang enak, pengennya duduk depan tivi, tapinya sudah diisi dengan dedek-dedek mahasiswa :') Mau duduk di sofa depan tipi kok gede amat... ngadep jalan langsung, terlalu silau. Saya sendirian pun...Nggak jadi deh. Mumpung sepi, saya bisa agak leluasa poto-poto tanpa rasa malu :p

sekalipun ada tivi, suara tivinya gak dikeluarin, yang terdengar hanya 
alunan musik pilihan mereka yang sesungguhnya tidak sesuai selera saya
tapi... it's oke lah... ;)

Saya pilih kursi yang dekat dengan etalase bakery, depan kasir. Kursi yang lumayan nyaman dan cocok buat mojok sendirian karena saya memang niat ngabisin novel yang sedang saya baca.

 spending my "me time"

Berhubung saya belum makan, saya pilih menu nasi goreng original(kalo gak salah) dan kopi hitam dengan dessert mini cupcake. Makanan berat lainnya saya lupa! hahaha! Gak banyak sepertinya menu makanan utamanya. 

 main course : nasgor ori IDR 10K saja! ^^
etapiiii sayangnya ini terlalu asin.

ukuran kopinya pas, lebih dari 125 ml pastinya hahaha!
dessert : mini cupcake cukup IDR 3,5K saja! ^^

Banyak lagi varian kopi baik kopi hitam, teh, blended coffee dan ada mojito juga kalau saya tidak salah ingat. Sudah banyak juga yang posting tentang Rezzen cafe ini karena agaknya sudah terkenal di kalangan mahasiswa kota Malang. Karena memang tempat ini menyasar kalangan usia mahasiswa, oleh karenanya harga makanan dan minuman disini disesuaikan dengan kantong mahasiswa ;)
Namun satu yang saya akui, sekalipun kopi hitamnya ini cuma IDR 8K saja tapi mantab! Well, bisa lah kapan-kapan saya mojok lagi disini. Makan roti sambil minum kopi... Enak sekaliiii! ^^ *yaaaa walau sebenernya seumuran saya yang 30 something udah gak pantes nongkrong dimariii hahahaa*

Agaknya secara tidak sengaja tulisan saya ini tentang kafe dengan tema yang sama : with bakery on it! Which coffee shop with bakery that you have visited or that you would suggest to me? Please kindly drop your opinions or suggestions on comments below. Thank you
Have a wonderful weekend! ^^