Showing posts with label angkot kota Malang. Show all posts
Showing posts with label angkot kota Malang. Show all posts

Wednesday, January 20, 2016

When I need some vacation.. | My Kopi-O, Presley Coffee Shop, Vosco Coffee Malang

Halo...
Sudah musim hujan kan...
Cerita makanan dan tempat ngopi-ngopi pasti cocok ya...
Dari judulnya udah ketahuan kan kalau ini adalah tentang kisah "piknik" saya.

Ya... berhubung saya sulit piknik ke luar kota selain karena terbatas dana....kucing-kucing dirumah nggak ada yang jaga :(

Anyway,
Hmmmmm... let's jump to my favorite places!

Enjoying my new year on....
My Kopi-O!
(MX Mall, kota Malang)

I can't remember when was my last time visiting this place... but, one thing I always remember : the size of their ice cappuccino, fulfill my empty brain. ^^

Ice Cappuccino with whipped cream.
Fits for sunny day even your cloudy evening. 


Ntahlah, kalau di Kopi-O ini menu andalan saya kalau nggak kopi tarik ya ice cappuccinonya. Untuk makanannya sendiri, saya suka hampir semua ya...terutama wings di menu appetizer dan nasi lemak di menu main course. Tapi siang itu kebetulan saya sedang sangat lapar sehingga saya menjatuhkan pilihan pada nasi goreng Jepang alias Omurice. Kenyangnya gak masuk akal... kenyang BANGET! :))))

Omurice with chicken fillet.
It took about 45 mins for me to eat this. IT'S HUGE!
Delicious and made me wanna burst
:'D


Spending my "me time" on....
Presley Coffee Shop.
(Jalan Terusan Dieng 52, kota Malang; di lantai 2 butik)

Buat yang akrab dengan postingan jalan-jajan saya, pasti tau deh kalau setiap bulan saya selalu punya waktu "me time" untuk cari-cari tempat ngopi yang belum pernah saya kunjungi atau sekedar ngopi di warung kopi kesayangan.

Kebetulan saya sudah mendapat referensi tempat ini dari sosial media dan ingin segera mengeksekusinya :D
Sudah saya cari melalui google street view untuk mencegah saya dari penyakit utama saya : nyasar.

Sebelum mengunjungi Presley Coffee Shop ini saya mampir makan siang dulu disini

Ayam Nelongso ini cabangnya banyak dan buka 24 jam.
Hebat!


Ayam, nasi, dan ekstra tahu goreng.
Andai ada kerupuk dan kecapnya...
Plus es teh, cukup bayar Rp. 13.000,- saja

Astagaaaa....
Ini makanan termurah sekaligus terpedas yang pernah saya makan.
Menurut saya, makanan baiknya jangan terlalu pedas karena akan menghilangkan rasa aslinya. Bagi yang terbiasa makan-makanan pedas mungkin mudah saja, bagi yang tidak terbiasa ini... :')
Atau....orang yang terbiasa makan pedas hanya menilai rasa makanan dari pedasnya saja? Maksud saya...kalau tidak pedas, tidak enak sekalipun itu benar-benar enak bagi orang yang tidak suka makanan pedas. Apakah begitu? 

Lanjut ke Presley Coffee Shop yuk! ^^

Saya cukup naik angkutan umum jurusan ASD dari perempatan Cengger Ayam untuk menuju Presley Coffee Shop ini, tapi memang...harus mau jalan kaki sedikit. 
Tidak jauh dari Malang City Point saya langsung dapat menemukan Presley coffee shop.
Letaknya di lantai 2 sebuah butik.
I'm so sorry coz I barely remember the name of the boutique :(

Saya langsung menaiki tangga yang ada di luar butik, di area parkir, untuk dapat memasuki coffee shop.
Atau bisa juga masuk dari dalam butik jika memang kita ingin melihat-lihat koleksi butik terlebih dahulu.

Sisi sebelah kanan saya.
Sayangnya acara tv kabelnya tidak bisa saya nikmati..
Lebih karena saya tidak pernah tau mengenai acara tersebut. :'D

Sisi sebelah kiri saya.
Yes, my phone's camera sucks.Padahal...mumpung lagi sepi..


Kebetulan cuaca hari itu sungguh panas, sehingga saya memutuskan untuk mengambil tempat duduk persis dibawah pendingin ruangan :'D
Sepertinya saya pengunjung pertama hari itu, ntahlah...yang jelas saat saya sedang memilih menu, hanya ada saya sendiri dan beberapa pegawai yang masih ngobrol di area kitchen.
Lantas saya memesan kopi yang diseduh dengan vietnam drip (alias kopi vietnam tapi ini aman...hehe).
Saya juga memesan mille crepes karena tujuan saya kesini adalah untuk mencicipi mille crepes tersebut.

Oreo Mille Crepe and Vietnam Drip (Toraja) Coffee
Perfect match for exhausting day.
The crepe not too sweet and the coffee well blended

Overall saya SUKA sekali dengan coffee shop ini sekalipun pengunjungnya didominasi "abegeh". 

But first, let me take a selfie... Hahahaha! ;)

Meski bukan abegeh lagi...
Selfie is a must :p


And finally...
Had an afternoon conversation with friends at Vosco Coffee.
(Jalan Borobudur 27A, Belimbing, kota Malang)


Breezy afternoon on their porch area.
Perfect for you and friends ;)


Salah satu coffee shop kesayangan.
Tidak jauh dari rumah.
Kopinya serius.
Dan yang paling penting....tidak terlalu dikuasai para abegeh :))))

Saya pernah menuliskan tentang coffee shop ini sebelumnya, maka...tidak perlu saya ceritakan lebih lanjut ya... ;)

My coffee for such day.

Semoga...
Selalu diberi kesehatan dan kesempatan untuk bisa piknik-piknik lagi.
Baik piknik beneran...
Maupun piknik jajanan ^^

Tuesday, January 27, 2015

Akhirnya mampir ke warung kopi 'LegiPait' juga...

Udah lama juga gak incip kopi di tempat baru... Maka saya putuskan hari ini HARUS dapet tempat ngopi baru! Heheeee.

Awalnya saya cuma sekedar iseng cari info jam buka kafe baru yang ada di jalan Kalpataru, kan.. Lha ternyata malah nyasar ke blog-blog yang ngereview kedai makanan dan coffee shop yang belum pernah saya dengar dan beberapa coffee shop yang sebenernya sudah sejak lama saya ingin menghampirinya.
Ada 3 coffee shop dan 3 kedai makanan yang membuat saya semalaman sulit tidur. Dalam hati "gila ni, Malang..tempat jajanannya banyak bener sik! Pe-Er banget kan jadinya.." Hahaha..iyah! Sungguh membuat saya kudu memutar otak agar segera dapat memutuskan 1tempat saja yang bisa saya kunjungi keesokan harinya. Kalau tak segera menemukan tempat yang akan saya datangi besok, bisa gak tidur semaleman! *iyah, ini penyakit perempuan pada umumnya, percaya deh!* Semua akibat dari...sepatu baru. Lha kok??? Eheeee... karena abis beli sepatu makanya..hemat dulu yak! :')))

Setelah cek google map untuk memastikan lokasi yang akan saya tuju dan sudah mengerti angkot apa yang harus saya naiki maka saya bergegas meninggalkan rumah dan mampir sebentar di warung pecel dekat rumah untuk makan siang, ini karena demi penghematan juga sih... Hahahaha! Kenyang makan pecel lalu saya segera melanjutkan perjalanan dengan angkot. Naik ABG dari perempatan cengger ayam dan pilih jurusan yang menuju stasiun Malang Kota Baru lalu saya turun di perempatan Klojen yang lalu saya melanjutkan perjalanan dengan kakiiii... Hihiiii! :p

Coffee shop paling mini yang pernah saya kunjungi :')
Saya pilih duduk di teras dekat pintu masuk ruang utama yang mana ruang utamanya lebih sedikit pilihan tempat duduknya dibandingkan dengan di teras.


So... sampailah saya di LEGIPAIT jalan Pattimura No. 24, kota Malang. Buat yang anak nongkrong or anak gahoool kota Malang, pasti akrab dengan tempat ini. Lokasinya persis di depan Hotel Helios. Hotel yang kabarnya diperuntukkan bagi turis backpacker. Kabarnya juga ini hotel banyak diisi bule-bule. Maka dari itu menu di LegiPait ini salah satunya adalah 'pancake' karena menurut review-review yang saya baca, pancake ini seperti sengaja disediakan agar para bule bisa sarapan disini sambil menikmati kopi. Kan umum tuh kalo bule sarapannya ama roti(or..cake), kalo kita ya...sama tahu goreng juga udah seneng. Heheeee.

sebelah kanan logo ini ada jendela, nah itu udah jendela dapur mereka :D

Saya lupa menunya apa aja disini, KARENA.....menunya hanya ada di dapur, di dekat kasir sekaligus dekat dengan tempat barista meracik kopi. Wajib anda ingat jika berkunjung ke LegiPait ini :

  1. Tidak ada waiter/waitress yang menyambut.
  2. Tidak ada buku menu.
  3. Tempatnya yang mini sehingga agaknya wajib siap kecewa jikalau kebetulan sedang 'full house' dan agaknya juga tidak ada fasilitas reservasi.
  4. Untuk yang 30something seperti saya.. Eheeee. Siap-siaplah untuk kaget dengan kentalnya suasana muda-mudi disekitar anda.
  5. Untuk memesan kopi atau makanan, begitu sampai di LegiPait, setelah kalian melewati meja-meja diluar LANGSUNG AJA ke dalam(yang nampak seperti ruang tamu), menuju dapur(di balik rak buku) dan tulis nama diatas kertas menu pesanan sekaligus apa yang kalian pesan. Papan menunya nempel di tembok dapur, keliatan kok..soalnya dapurnya(plus kasir) emang kecil(sempit?) :D 
Piye? Got it? :D

Sebagai pengunjung baru disini, saya kagok setengah idup! Apalagi saya sendirian. Saya juga bertampang tua sehingga nampak beberapa pengunjung yang agak heran melihat saya. Semoga ini hanya perasaan saya saja.. Eheeee. Pesanan saya segera datang. Secangkir kopi gondrong! Gondrong gara-gara ampas kopinya tinggi bener! Hahahaha! Kaget siy..cuman ya sebenernya kopi model begini yang saya suka, kopi rempah, tanpa susu. Hmmmmm. Endus-endus bentar, tambahin gula semut(brown sugar) dan aduk. Ampasnya masih ada yang tersisa dipermukaan, saya singkirkan dengan bantuan sendok yang ada. Dah...kopi rempah siap disruput. ^^



Kopi Gondrong! Hahaha! Bukan... Pesenan saya ini 'Kopi Rempah' IDR 8K saja.

Saya juga memesan pancake. Ini juga merupakan salah satu jajanan kesukaan saya sih.. Membuatnya cukup mudah terlebih banyak adonan pancake instan yang tersedia di pasaran. Hanya saja, saya terlalu malas untuk membuatnya. Maka...kopi dan pancake blueberry menjadi pesanan after lunch saya hari ini.



Pancake pesanan saya. Kalau gak salah ini sausnya blueberry...
tapi.... aromanya tape sekaliii :') 
Yaudah siy untungnya masih lumayan enak... IDR 15K.

Pemandangan di sebelah kiri saya, sebetulnya ini akan menyenangkan jika tidak ada 'glundungan' kayu segitu gedenya... gak tau juga itu glundungan bakalan dibuat permanen atau sementara :/


Peringatan, bagi kalian yang memiliki roda empat dan ingin berkunjung kesini...maaf saya tidak tahu anda harus meletakkan roda empat anda dimana... karena ini posisinya di tikungan dan persis di tikungan tersebut ada lampu merah... :'D
After all.. Kenyang!!!


UPDATED!

Pesanan saya berikutnya, kopi susu. 
Enak deh ini pakai susu murni, kalau saya gak salah sih.. :D
IDR 10K.

PS: kalau kesini, jajan pisang goreng ama tahu goreng ajah ah... enak siy meski berasa agak mihil :'D

Friday, January 9, 2015

Coffee or Tea (part 4) | bonus : cerita tentang kunjungan ke kafe non-Halal :p






Selamat jelang akhir pekan! Its Friday!
Are you planning to 'nongkrong' hard? :p

Masih bahas soal tempat ngopi di kota Malang yang DIJAMIN gak akan ada habisnya... :')
Iya deh, hampir tiap bulan itu ADAAA aja cafe or coffee shop baru dibuka. Saya heran. Apa iya itu kafe atau warung kopi bakalan laris semua? :s

"Lalu kali ini 'coffee shop' mana lagi?"
Ini... Heheeee ^^

The Amsterdam Bakery, Kitchen and Bar
Jalan Pahlawan Trip No. 25, Malang


Tenang... Sekalipun ada tulisan "Bar" disana, bukan berarti ini tempat buat 'mabok-mabokan'. Apalagi saya yang berkerudung begini mikir banget kalo cari tempat ngopi or makan. Bukan masalah apa-apa nih... Saya takut dilihat "ih, aneh banget ni perempuan berjilbab kok milih tempat makan(minum) disini sik, gak tau aturan apa sok-sokan melanggar aturan ya?" Gituuu! Eheeee. Yaaaa agak berlebihan juga sih ketakutan saya. :'D


Etapiiii (sedikit cerita ya!) saya pernah makan di kafe yang 'komoditi' dagangnya 'rice box'. Saya kira seperti rice box yang dulu sering saya makan di Surabaya... lha ndilalah alias ternyata itu menu rice box nya mengandung babi. Eheeee! Yaaaa ada juga sih menu non babi nya. Trus mereka serving saya dengan canggung sekali.

"ini ada menu ayam juga kok, kak... dan peralatan masaknya kami pisahkan antara peralatan masak untuk memasak menu mengandung babi dan tidak." 

Dalam hati "tuh, situ sendiri kan yang akhirnya repot menjelaskan dan meyakinkan supaya saya mau pesan makanan kalian?"

Sementara saya sudah menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung disana. Duh, kan jadi saya yang malu. Mau keluar? Yaaa, lebih malu lagi. 
Gak tau juga kenapa saya harus malu ya??? 
Kenapa tho itu tempat makan tidak MENCANTUMKAN bahwasanya mereka menjual masakan yang MENGANDUNG DAGING BABI instead of membiarkan saya yang kelaparan ini masuk dan duduk pasrah disana.... Saya manut aja, pesen menu yang gak mengandung babi(kata mbaknya yang nampaknya juga sebagai pemilik). Setelah keluar pesanan saya, OH MAIII... gak enak. KAPOK WES. Ogah balik sana. Mahal (lauk sejenis nugget atau rollade ayam ntahlah yang cuma 5pcs dan kurus-kurus pun, plus nasi dengan garnish sayur sekedarnya). Gak enak(rasanya kurang tasty cenderung hambar). no HALAL(sekalipun katanya udah dipisah alat masak dan alat makan untuk babi dan non babi). MuahahahAPES! :'p
Jujur saya GAK MASALAH ama resto tanpa tanda 'HALAL' dari MUI karena di 'Hok Lay' itu juga saya tidak lihat label halalnya dan saya tetep makan disana kok... Tapi jika memang ada resto atau kafe yang JELAS menunjukkan bahwa mereka menyajikan menu 'daging babi' ya saya PASTI gak akan masuk sana.

Balik ke The Amsterdam ya! Hehe!

 kalo kesini malem, siap-siap agak gelap ya.. cocok deh buat yang lagi PDKT or....berantem? :p

Ini kafe sebenernya hanya sedikit menu kopinya. Apalagi buat pecinta black coffee atau kopi tubruk bakal 'sedikit' merana disini. Isi dalam cangkir yang digunakan untuk menyajikan mungkin hanya sekitar 125 ml untuk varian 'Americano'. Americano bagi saya semacam reguler (black)coffee dan menu paling aman(bin standart) untuk dipesan. Kalau minum kopi hitam disini lebih banyak 'galau'nya sih... Kenapa? 1 cangkir kurang... 2 cangkir kebanyakan! Seperti makan indomie goreng atau minum teh botol sosro! *bayarin tulisan saya dong!* *minta digaplok*

AMERICANO. Dikit ya? cuma IDR 12K saja! beli 1 kurang.. 2 kebanyakan. :')))

Beberapa kali saya kesana, memang niatnya hanya untuk 'beli suasana' terlebih jika kita berkunjung pada malam hari. Ada sajian live music yang menurut saya home band disana paling kece dari semua kafe yang pernah saya singgahi. Home band nya komplit! Ada yang bisa maenin saxophone pulak. Ada....aaaaahhh! Saya gak hafal jenis-jenis instrumen musik. Pokoknya setau saya yang ada pemain saxophone nya cuma home band di The Amsterdam. Ntah kalo ternyata ada pemain sax di home band kafe yang lain. Hihiiiii... Playlist mereka juga menyenangkan. Masih masuk kategori kesukaan telinga saya. 
kalau malam selalu rame ampe susah(dan malu)kalo mau poto-poto
 jadi mohon acuhkan ke-3 orang di meja 28 tersebut 
karena didalamnya itulah home band yang saya maksud. hihihi!


Harga? KOPI ITEMNYA MURAH! Hahahaha! ya dikit sih.. pokoknya murah lah dibanding coffee shop yang kopi itemnya isinya sama dikitnya :p Untuk harga makanan dan minuman lainnya. Yaaaa bisa dibilang cenderung masuk di level agak mahal. Saya belum pernah sekalipun order makanan utamanya seperti steak dan spaghetti. Saya pernahnya pesan pizza untuk ukuran medium dibanderol sekitar IDR 40K atau lebih. Rasa? Yaaaa... not bad. Daripada pizza di PH bok... small ajah udah hampir 50K... *nangis darah*
Pengunjungnya? Jangan ragu buat yang udah 30 something seperti saya, Hahaaa...! Ini kafe untuk dengan rating 'SU' alias 'Semua Umur' bisa ditemukan disana dan tanpa merasa canggung. Pengunjungnya mulai dari  keluarga muda bahkan sampe eyang-eyang sepuh juga sempat hang out disana. Gak kebanyakan abegeh yang hobi jerit-jerit sambil selfie disana, ada... tapi gak ganggu. Abegehnya masih di level normal cenderung elegan... :p 
Menyenangkan!

Rezzen Coffee and Bakery
Jalan Mertojoyo Blok K-2, Merjosari, kota Malang.

Kebiasaan saya baca iklan di TL twitter saya, dan twit tentang Rezzen cafe ini cukup menarik hati dengan tagline : cafe dengan hidangan “high class” namun “low price”, ditambah profile picture akun twitter Rezzen yang menunjukkan pemilik sedang berpose dengan artis televisi nasional yang sedang berkunjung ke kafe dan bakery mereka semakin meyakinkan saya untuk segera mencari waktu berkunjung kesana. 
Lagi-lagi saya cari rute angkot untuk menuju kesana. Karena saya tidak familiar dengan daerahnya. Jika bawa kendaraan sendiri nanti saya nyasar di gang-gang sempit gimana dong? :')
Petunjuk mengatakan bahwa lokasinya itu perempatan UNIGA arah pasar dinoyo lama, haduh... duh... duuuh... makin nyasar saja rasanya. Sempat bertanya pada akun twit Rezzen dan mereka menjawab bahwa didepan kafe melintas angkot 'JPK' dan masalahnya JPK harus dicegat dijalan Sukarno Hatta. Terlalu jauh dari tempat saya yaitu perempatan Cengger Ayam. Saya coba ingat-ingat... Ada angkot 'CKL' yang setau saya pasti melewati depan pasar dinoyo lama itu. Akhirnya saya naik CKL dari perempatan Cengger Ayam, turun di seberang pasar dinoyo lama, di depan gang kecil yang ada papan petunjuk dengan logo khas 'Rezzen' 200m masuk ke dalam. Saya kira 200m cukup dekat. Ternyata...yaaaa lumayan ngos-ngosan juga ya kalau jalan kaki. Etapiiii view perjalanan menuju Rezzen ini cukup menyenangkan, masih bisa ketemu sepetak sawah yang masih hijau dengan latar belakang gunung(maaf gak tau nama gunung apa itu...)menyertainya.
Sesampainya disana langsung saya pilih kursi yang enak, pengennya duduk depan tivi, tapinya sudah diisi dengan dedek-dedek mahasiswa :') Mau duduk di sofa depan tipi kok gede amat... ngadep jalan langsung, terlalu silau. Saya sendirian pun...Nggak jadi deh. Mumpung sepi, saya bisa agak leluasa poto-poto tanpa rasa malu :p

sekalipun ada tivi, suara tivinya gak dikeluarin, yang terdengar hanya 
alunan musik pilihan mereka yang sesungguhnya tidak sesuai selera saya
tapi... it's oke lah... ;)

Saya pilih kursi yang dekat dengan etalase bakery, depan kasir. Kursi yang lumayan nyaman dan cocok buat mojok sendirian karena saya memang niat ngabisin novel yang sedang saya baca.

 spending my "me time"

Berhubung saya belum makan, saya pilih menu nasi goreng original(kalo gak salah) dan kopi hitam dengan dessert mini cupcake. Makanan berat lainnya saya lupa! hahaha! Gak banyak sepertinya menu makanan utamanya. 

 main course : nasgor ori IDR 10K saja! ^^
etapiiii sayangnya ini terlalu asin.

ukuran kopinya pas, lebih dari 125 ml pastinya hahaha!
dessert : mini cupcake cukup IDR 3,5K saja! ^^

Banyak lagi varian kopi baik kopi hitam, teh, blended coffee dan ada mojito juga kalau saya tidak salah ingat. Sudah banyak juga yang posting tentang Rezzen cafe ini karena agaknya sudah terkenal di kalangan mahasiswa kota Malang. Karena memang tempat ini menyasar kalangan usia mahasiswa, oleh karenanya harga makanan dan minuman disini disesuaikan dengan kantong mahasiswa ;)
Namun satu yang saya akui, sekalipun kopi hitamnya ini cuma IDR 8K saja tapi mantab! Well, bisa lah kapan-kapan saya mojok lagi disini. Makan roti sambil minum kopi... Enak sekaliiii! ^^ *yaaaa walau sebenernya seumuran saya yang 30 something udah gak pantes nongkrong dimariii hahahaa*

Agaknya secara tidak sengaja tulisan saya ini tentang kafe dengan tema yang sama : with bakery on it! Which coffee shop with bakery that you have visited or that you would suggest to me? Please kindly drop your opinions or suggestions on comments below. Thank you
Have a wonderful weekend! ^^

Thursday, December 18, 2014

Naek angkot demi bisa incip Apple Strudel-nya Madam Wang Secret Garden

Daripada suntuk, mending saya posting perjalanan "basah-basahan" saya lusa lalu...

Saat itu, hari Selasa, 16 Desember 2014. Pukul 13.00...
Mendung... Hujan... Petir... Naek angkot....(lagi) :'D
Isi pulsa di ATM BRI, ampe DETIK TULISAN INI DITURUNKAN pulsanya belom keisi. 100K bok! SEBEL!
Saat saya tahu pulsa 100K itu belom juga masuk maka saya nekat ke Bank BRI Sukarno Hatta, Malang. Maunya nanya, kok bisa belom masuk padahal saldonya udah kepotong. Baru sampai depan pintu, dicegat satpam bank dan bla-bla-bla, saya TIDAK BISA mengadukan pengaduan karena saya TIDAK membawa buku tabungan BRI saya. Padahal tampang saya udah kusut karena basah air hujan dan sepatu saya udah kotor banget karena genangan air yang saya pijak sembarangan karena saya berlari-lari mencari tempat berteduh, mbok yaaaa pak satpam bank itu kasian dikit kek sama saya.... dan... BISA GAK SIY EYKE DAPET CAST DI PILEM BIOSKOP ATAS KEADAAN SAYA SAAT ITU? *ditabok kucing*

Eh! ternyata hujan lebat berganti gerimis... okelah, bisa niy naek angkot lagi karena saya emang sedari awal pengen ke"MADAM WANG SECRET GARDEN" yang katanya itu tempat lagi hits di kota Malang. Nah, kalo sampe dapet julukan "lagi hits, tuh!" dipastikan pengunjungnya adalah kalangan abegeh-abegeh horeeee! Hmmmm, pak bojo mana mau diajak ke tempat macam itu. Kali-kali bikin cafe mbok yaaaa yang cocok untuk usia 30-an gitu... biar tongkrongan kami gak yang "itu-itu lagiiii...itu-itu lagiiii..." :(

Menurut mbah gugel yang saya baca sebelom saya berangkat dari rumah, "Madam Wang Secret Garden" ini ada di jalan Telomoyo. ITU DIMANDOSEEE, cyiiin??? Langsung deh grayah-grayah gugel map. Saya pelototin tuh map sampai sekitar 20 menit dan saya putuskan untuk berangkat. Naek angkot. Heheeee. 
Dari peta itu nampaknya jalan Telomoyo di Malang ini dekat dengan jalan Panderman. 
"duh, angkotnya apaan niy buat ke jalan Panderman???"
Pukul 14.00 saya akhirnya mampir dulu ke warung nasi Krawu yang ada di depan Poltek Malang. Bukan karena saya lapar, tapi karena saya perlu berteduh karena hujan deras mulai datang kembali. 
"wah, ini nasi krawu lumayan lah...obat kangen..", pikir saya.
Sebelumnya saya sempat bertanya ke supir angkot ABG karena sebelom ke Madam Wang saya harus ke Bank Mandiri Sukarno Hatta dulu. Untungnya supir ABG itu baik, saya diarahkan untuk naik jurusan ADL agar saya bisa menuju jalan Panderman. 
"Naek ADL yang disebrang poltek itu mbak, trus mbaknya turun di Museum baru jalan dikit udah sampai ke jalan Panderman."
Jujur saya gak ngeh itu museum apa, yang saya ingat, di daerah raya Ijen kan ada Perpustakaan Daerah tuh, naaaah...diseberangnya itu kan ada museum. Sampailah saya di depan Museum yang dimaksud. Yang saya recall dari map tadi adalah jalan Telomoyo itu didekat jalan Panderman yang ada Holland Bakery-nya. HOREEEH. Saya berada di jalan yang benar! 
"tumben..." pikir saya sambil senyum-senyum edan pas nyebrang jalan dari depan Perpus daerah ke Holland Bakery. 
Sesuai dugaan... Insting "nyasar" saya kumat lagi! Maygaaaddd! hahahahha! Harusnya saya ke depan TKK Santa Maria saya malah nyasar di depan SDK Santa Maria. Saya akhirnya naek becak karena ujannya udah mulai "gendut-gendut" lagi. Tau gak siy...naek becaknya cepet ajah! Gak sampe 5 menit udah turun! Cuman gara-gara saya nyasar jadinya salah belok! :')))

Sekitar pukul 15.00 akhirnya sampailah saya ke "Madam Wang Secret Garden" ini. Dengan keadaan super lembab seluruh badan, saya makin putus asa ngeliat ke dalam kafe tersebut. Rame bok! Kafe yang berkonsep taman ini nampak "rusuh" karena kursi-kursi yang terletak di taman yang hanya terlindung payung ala penjual minuman botol dingin di pinggir jalan, nampak basah sekali dan tak beraturan. Belum lagi tissue-tissue yang nyangkut di tanaman-tanaman yang ada di taman...aduh, sama sekali gak sedap dipandang mata. Saya telusuri makin ke dalam. Nampak gerombolan abegeh sedang ber-selfie di sebuah meja depan wastafel, pikir saya "tempat gelap gitu kok dipake selfie, tho...". Masih ada satu meja penuh berisi adek-adek mahasiswa yang nampaknya baru saja pulang kuliah, mereka nampak nyaman diantara percikan air hujan yang terpercik dari taman yang ada disisi meja tersebut, "iya sih...ini memang tempat ternyaman dari semua meja yang ada di dalam dan di depan...". Saya jalan terus ke dalam... nampak area terbuka yang lebih luas dan agaknya sedang dalam keadaan renovasi. Saya melihat bahwa lantainya sedang akan ditutupi dengan batuan pipih sebagai pengganti lantai yang mungkin dulunya itu hanya tanah terbuka. Makin terkesan becek dan kotor kalau musim hujan deras begini apalagi masih sedang dalam masa renovasi, aduh.... Saya putuskan kembali ke daerah depan dan setelah bertanya pada waitress yang ada, saya akhirnya mendapat duduk persis di depan jendela. yang jadi pembatas antara ruang depan dan taman belakang. "Lumayan...daripada lumanyun..." yang saya lanjutkan dengan memesan coklat panas original dan "Apple Strudel" yang kabarnya Apple Strudel ini merupakan signature dish kafe tersebut.
Menu makanannya sebenarnya beragam, bahkan ada menu gudeg dan soto betawi. Tapi SAYANGNYA kok gak ada menu kopi sih, madam??? :(

Dan inilah pesanan saya akhirnya datang juga... uh! Senangnya...! karena ini.... ENAK BENERAN DAH! Coklat panasnya juga PAS! Gak terlalu banyak susu seperti biasanya orang-orang menyajikan hot chocolate. Pada akhirnya semua basah-basahan saya sebelum menginjakkan kaki di Madam Wang ini terbayar sudah. Siraman puree apel dan potongan-potongan buah apel yang dicampur dengan krim vla didalam lembaran-lembaran pastry tersebut sungguh merupakan penghibur saya di hari itu. Eh...itu masih ada es krim vanilla juga didalam cup yang kecil itu... ^^

 maap yah..eyke hanya sanggup potoin makanan yang eik order... badan udah remuk redam mau eksplor tempat super cute ini buat dipoto-potoin... :'D

Setelah menghabiskan apple strudel, saya menunggu hujan reda sambil membaca novel yang sengaja saya siapkan dari rumah. Hujan nampaknya tidak ada tanda akan reda...langit pun tetap berwarna abu-abu cerah yang menurut mitos yang saya yakini sampai saat ini, warna langit yang seperti itu adalah pertanda bahwa "hujannya bakalan awet". Saya pasrah saja...sambil terus mengamati tamu-tamu yang berdatangan. Ternyata ada juga mbak-mas yang datang, nampaknya mereka pegawai kantoran. "Fiuh....akhirnya bukan eyke aja yang paling tua disini...". Sempat juga saat saya akan ke toilet, didaerah paling dalam dari kafe ini terdapat beberapa orang dengan perangkat kamera super lengkap yang agaknya mereka sedang mengadakan sesi pemotretan. Emang siy, ini tempat "instagram-able", kapan-kapan deh kalo ada yang nemenin kemari, saya poto-poto sendiri... ;)
Jam sudah menunjukkan pukul 16.15, saya harus melanjutkan perjalanan pulang dengan curah hujan yang juga masih deras... Huhuhuhu... Madam Wang... Eyke balik lagi kapan-kapan yak! ^^

Update!
Akhirnya ke Madam Wang lagi sama Pak Bojo! ^^
Dan menemukan spot duduk yang lumayan nyaman...
Di bagian dalam dekat dengan dapur... :p
Tapiiii....tampilan apple strudel nya kok ngga se-rapih pas pertama makan disana ya.. :(

 Plating-nya masih cakepan waktu awal makan disini... Hmmm...


 Aslinya ngincer duduk disini... 
Cuman waktu itu penuh dan pas tengah-tengah makan baru deh kosong...


tuh, bulet-bulet yang nempel tembok tuh.. 
nah...banyak tuh yang poto-poto disana :D


Menghadap bagian dalam kafe yang mana didalam sana juga ada butik batik.
Bagus-bagus deh baju-baju yang dipajang di butik tersebut...
Harganya juga... "BAGUS" :')))

Wednesday, March 5, 2014

Epic Fail : Nyasar bareng angkot di kota Malang yang tercinta...

Hae...
Selamat bulan Maret 2014! 
Nggak ada yang spesial sampai di hari ini...
Seperti biasa, karena sendirian dan gak tau mau ngapain sementara depan rumah berisik orang hajatan, saya memutuskan sekali lagi...jalan-jalan di kota Malang, naek angkot! 
Udah biasa juga siy saya jalan-jalan naek angkot..cuman hari ini istimewanya gak ketulungan. Ongkos angkot bisa abis sekitar.... 20rebu! Mak...itu bisa buat jajan di warkop kesayangan *nangis bareng kuda lumping*
Tujuannya si sederhana ya.. beli shampoo di Toko Raya pasar besar, beli body mist di Matos. Udah.
Yatapi gitu deh..angkot di Malang ini sungguh LUAR BINASA. gak ada satupun yang bisa turun langsung persis didepan tiap tempat yang pengen saya tuju. At least...saya kudu jalan 100m, itu juga udah bagus tu 100m.

Rute ke-1 : Pasar Besar---Toko Raya
Angkot menuju pasar besar sejauh pengetahuan saya kalau dari perempatan Cengger Ayam itu naek ABG(yang menuju stasiun kota baru) dan pindah jurusan AG. Akan TETAPI... saya juga gak ngeh itu AG yang arah kemana? Naeknya darimana kalo udah ketemu angkotnya di jalan raya..aduh, mana itu ya...pokoknya dari depan(lebih tepatnya sebrang) toko Gunung Sari Intan, katanya... Cuman saya sempet nanya ke pak supir angkot (ABG), kata pak supir : "ke pasar besar bisa turun di Klenteng dan jalan 100m atau naek AG." Dan saya putuskan turun Klenteng. etapiiii... maap..saya gak tau juga nama Klentengnya..*dijejelin duta pariwisata* Pak supir ABG ini juga baek nunjukin angkot ABG untuk saya balik pulang ke perempatan Cengger Ayam. Eh..deket bok! Toko Raya gak jauh dari tempat saya turun..100m ternyata deket aja kalau sambil jalan-jalan santai ngeliat toko-toko yang berderet di sepanjang jalan pasar besar. Dan tempat saya turun itu nggak persis depan Klenteng, tepatnya..lampu merah sebelum Klenteng, nyebrang dikit dan ambil jalanan yang di kanan dari lampu merah ternyata itu sudah Jalan Pasar Besar. SENENG DONG! belom pernah saya se-lancar ini dalam menemukan tempat baru! *kibas kerudung*

Rute ke-2 : MATOS. tapiiii....!!! gak ada angkot langsung ke MATOS dari pasar besar *sesuai dugaan siy!*
So.................
Rute ke-2 : Membebaskan diri dari jalan Pasar Besar dan cari angkot menuju MATOS.
Bingung nanya siapa.. akun twitter @AngkotMalang yang biasanya saya jadikan tempat bertumpu dan mengadu mengenai segala carut-marut dan kebingungan saya akan angkot-angkot di Malang... *halah* sudah LAMAK BENER NGGAK AKTIP APALAGI NGEJAWABIN MENSYEN DARI EYKE BOK! *ceritanya emosi* Akhirnya saya pede aja nanya ke supir MK yang berhenti di perempatan, di seberang Matahari Pasar Besar, kata beliau "wah, ke Matos gak ada yang langsung, naek MK yang menuju (dan turun di)alun-alun aja trus naek MM ke Matos." Lagi...saya bersyukur bertemu dengan bapak supir MK yang sungguh budiman. Kebetulan emang MK lagi banyak seliweran dan saya berdiri pas di posisi MK yg dimaksud, MK yang geraknya menuju hotel Ollino (TULUNG jangan tanya mata angin dalam bahasa apapun karena saya gak akan paham). *hestek : penderita buta mata angin stadium gak bakalan bisa disembuhin*

Rute ke-3 : menuju Alun-alun kota Malang ---MATOS.
dan... JREEENG! deket aja ternyata alun-alunnya. Jalan juga benernya kuat, bok! tapi...saya yang sungguh sulit menghapalkan jalan ini...tak berdaya dan...lapar!!! aslinya selama di angkot MK ini saya bingung juga, batin saya : "nanti naek MM-nya yang darimana deh?!? masa' nanya orang terus.. gengsi dong~~" Dan ya..saya pede aja tuh turun di depan kantor, uhm..kantor apa sih itu...macem kantor pemerintahan pokoknya masih di alun-alun dan kalo dilihat itu ada kerfur di sebrang sebelah kirinya.. Trus keliatan di  perempatan ada komplek ruko yang didalam komplek itu ada jualan "Tahu Telor RIA" kabarnya ini tahu telor yang terkenal di Malang.. Sekalipun kabarnya mereka terkenal, it tastes the same to me...forgive me... I've eaten better than this. :') Tapi lumayan lah daripada kelaperan. Tahu telor pake lontong dan es teh semuanya cukup 11rebu saja. Maap gak ada poto kali ini... Bukan edisi wisata kuliner sebenernya, cuman mumpung liwat aja :))) Abis kenyang saya nekat aja nanya pak penjaga parkiran, karena sedari tadi saya gak liat angkot MM yang lewat didekat penjual tahu telor, kata pak parkir.. : MM ada didepan Hotel Pelangi. Uhm..oke, kudu jalan dikit diseberang sebelah kanan dari perempatan tahu telor itu kalau mau ke hotel Pelangi. Saya nanya lagi "itu MM yang ke Matos kan pak? Pak parkir : hmmmm (dengan ekspresi aneh). Sementara langit makin gelap dan angin mulai terasa dingin dan agak kencang saya sedikit berlari menuju Hotel Pelangi dan kebetulan angkot MM lagi ngetem disana. Pas banget saya naek dan langsung berangkat dan disinilah semuanya bermula. SAYA LUPA GAK NANYA PAK SUPIR! *nyesel ampe taon kuda jumpalitan* 
IKLAN : Gini ya...buat kalian, para newbie dalam dunia per-angkot-an. BIASAKAN bertanya ke pak supir, arah tujuan angkot yang kalian tumpangin, kalau salah, sekalian tanya jurusan yang bener, cuek aja diliatin penumpang laennya, daripada recehan kita makin banyak melayang... (bok, 3rebu bukan lagi recehan...!!!) *sambil ngaca* *padahal bukan newbie* *tetep aja nyasar* 
Sampailah angkot MM ini di depan MOG, perasaan saya gak enak, saya nanya ke ibu yang ada didepan saya dan.... SAYA SALAH JURUSAN..... buru-buru saya turun dan pak supir lantas memberitahu bahwa angkot yang lewat di depan MATOS dari MOG ini itu GL dan naeknya dari seberang MOG. Another 3 rebu melayang...padahal baru juga naek... 

Rute ke-4 : MOG---MATOS dan cari angkot GL! bukan LG!
Crazy, huh...??? saya kira... angkot GL or LG itu sama...ternyata? JELAS BEDA. ini bedanya kalau menurut rute angkot dari situs www.ngalam.web.id
Jalur LG/LH (Jurusan Landungsari – Gadang/Hamid Rusdi)
Rute : Terminal Landungsari – Jl. Raya Tlogomas – Jl. Mayjen Haryono – Jl. Gajayana – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami – Jl. Surabaya – Jl. Jombang – Jl. Bondowoso – Jl. Gading – Jl. Pulosari – Jl. Kawi Atas – Jl. Kawi – Jl. Arif Rahman Hakim – Jl. Merdeka Utara – Jl. Merdeka Timur – Jl. Sugiyowiryopranoto – Jl. Sutan Syahrir – Jl. Kyai Tamin – Jl. Prof Yamin – Jl. Sartono SH – Jl. Peltu Sujono – Jl. Susanto – Jl. Niaga – Jl. Sonokeling – Jl. Janti – Jl. S. Supriyadi – Jl. Satsui Tubun – Terminal Gadang – Jl. Satsui Tubun – Jl. S.Supriyadi – Jl. Janti – Jl. Sonokeling – Jl. Niaga – Jl. Susanto – Jl. Halmahera – Jl. Tanimbar – Jl. Madura – Jl. Nusakambangan – Jl. Halmahera – Jl. Kapten Piere Tendean – Jl. Yulius Usman – Jl. Arief Margono – Jl. KH Hasyim Asyari – Jl. Kawi – Jl. Kawi Atas – Jl. Pulosari – Jl. Gading – Jl. Bondowoso – Jl. Jombang – Jl. Surabaya – Jl. Bendungan Sutami – Jl. Sumbersari – Jl. Gajayana – Jl. Mayjen Haryono – Jl. Raya Tlogomas – Terminal Landungsari
Jalur GL/GH (Jurusan Gadang – Landungsari/Hamid Rusdi)
Rute : Terminal Gadang – Jl. Satsui Tubun – Jl. S. Supriadi – Jl. Janti – Jl. Sonokeling – Jl. Niaga – Jl. Susanto – Jl. Halmahera – Jl. Sampo – Jl. Kalimantan – Jl. Sulawesi – Jl. Yulius Usman – Jl. Arief Margono – Jl. KH. Hasyim Asyari – Jl. Kawi – Jl. Ijen – Jl. Retawu – Jl. Gede – Jl. Jakarta – Jl. Garut – Jl. Bandung – Jl. Veteran – Jl. Sumbersari – Jl. Gajayana – Jl. MT. Haryono – Jl. Raya Tlogomas – Terminal Landungsari – Jl. Raya Tlogomas – Jl. MT. Haryono – Jl. Gajayana – Jl Sumbersari – Jl. Veteran – Jl. Bandung – Jl. Ijen – Jl. Semeru – Jl. Arjuno – Jl. Kawi – Jl. AR. Hakim – Jl. Merdeka Utara – Jl. Merdeka Timur – Jl. Kauman – Jl. KH. Hasyim Asyari – Jl. Arief Margono – Jl. Yulius Usman – Jl. Sulawesi – Jl. Nusakambangan – Jl. Halmahera – Jl. Susanto – Jl. Niaga – Jl. Sonokeling – Jl. Janti – Jl. S. Supriyadi – Jl. Satsui Tubun – Terminal Gadang
---> pusing gak? SAMAK! pokoknya mereka beda, pemirsa! dan jangan sampe salah. Muahahahaha! 
Sementara yang terus-terusan lewat itu angkot LG dan saya terus-terusan juga komat-kamit..."harus naek GL...GL..GL..GL!!!" dapet deh GL dan akhirnya tiba di seberang MATOS. *elap jidat* dan terimakasih pak MK depan pasar besar yang sudah nyuruh saya naek MM padahal MM gak lewat depan MATOS. *sumpahin*

Rute ke-5 : MATOS---sampe ketemu pedagang OLSHOP body mist Bali Ratih
Akibat RIM jebot, seharian saya susah mau whatsapp sama penjual body mist Bali Ratih yang saya temuin di twitter. Lebih murah 3rebu bok! Saya bela-belain COD juga..padahal kalo dipikir-pikir...naek angkot abis berapa...gak sesuai ama selisihnya yang cuman 3rebu...tapi yaaaa gini deh... PEREMPUAN!!! Sungguh kalian para kaum pria diharap bisa MEMAKLUMINYA... Muahahahaha!!!
Harusnya janjian jam 3 di sekitaran TMP, tapi kan ujan bok...ya saya minta aja ketemuan dalem MATOS daripada saya berdiri-diri di depan TMP, nanti saya dikira mau jual diri...*ehhh* Si mbak OLSHOP ini susah banget dihubungi, ditelpon gak diangkat, di sms gak dibales...akhirnya setelah dibales... dia bilang "baru selesai ngajar dan oke...ketemuan di MATOS karena kebetulan lagi mau ke MATOS juga" Saya tungguin tuh, karena saya ngerasa bersalah udah nelpon-nelpon, saya bilang "yaudah santai aja, saya gak kesusu...saya tunggu dan tolong kabari..."
Masih tanpa kabar, dan saya mulai pegel muterin MATOS 45menit tanpa hasil. Ada sih hasilnya...mupeng! Mupeng ama semua novel di Gramedia. Saya akhirnya melipir ngopi di Maharaja Food Court, MX Mall, Mall samping MATOS. Alaaah...cuman berapa langkah siy MATOS ke MX Mall... gak sampe nyebrang kali, puuun... tapi si Mbak OLSHOP gak mau ke MX Mall, katanya dia udah terlanjur di MATOS. Pas saya bilang duit saya gede pun dia bilang gak punya kembalian... Oemji.. Bisa gitu yaaaa kalau pedagang laris... Pembelinya yang kudu ngejar-ngejar... Setelah whatsapp mulai bisa digunakan kembali dan akhirnya saya kirim pesan lagi ke mbak OLSHOP : "yaudah, setelah saya makan, saya samperin ke MATOS dan saya cari tukeran duit dulu ya..." Baru deh tu...dijawab ama mbak OLSHOP "okeee". Dalam hati saya : "TUH KAN?!?" *aseli gondok* Dan lagi-lagi...setelah saya selesai makan dan kirim whatsapp, gak dibales-bales, padahal kan saya dah siap-siap pulang tuh, masa' iya gak jadi siy...udah salah angkot 2x neh...KUDU KETEMU!!! Saya telponin..gak diangkat...akhirnya dibales pake whatsapp sama si Mbak "di parkiran samping aja ya...saya lagi ngeluarin motor..." oh, dan lagi-lagi saya ngerasa bersalah. Tapiiii karena saya gak familiar ama parkiran motor di MATOS dan jujur aja, emang gak pernah naek motor kalo ke MATOS, saya gak tau kudu tunggu di mana...sambil ujan-ujanan saya tolah-toleh tu didepan pangkalan taksi... Dapet pesen lagi dari mbak-nya "kamu dimana, aku keujanan nih.." EH SAMAK DONG... duuuuh! Aselik dah gondok....wong sama-sama menuju parkiran kan pastinya sama-sama keujanan yaaaa, ngapain juga dia pake bilang gitu. Apalagi di awal saya juga udah bilang "saya gak bawa kendaraan, karena ada tetangga hajatan, makanya gak bisa ngeluarin kendaraan..."  ya...jadi saya gak bawa kendaraan... ADA YANG GAK PAHAM GAK NIH? Kebangetan kalo ampe gak paham... *makan gabah bareng burung emprit* DAN KETEMU. Mbak OLSHOP nya cantik deh... Tapi wajahnya asem. Saya cuman bisa bilang "aduh, maap..." dijawab : "Gak papa..." Lhah...kan kudunya saya yang dapet penjelasan kenapa dia gak mau ke MX? yaudah siy...saya korek-korek tas saya nyari duit 22rebu buat sebotol body mist Bali Ratih aroma Chamomile.. GOSH...!!! Mending pesen di mbak OLSHOP yang rumahnya di Dau itu atau sama mbak-mbak OLSHOP yang juga anak UB itu de...dianter ke rumah, gak pake rewel apalagi ribet! HIH! Ongkir gratis, pun... HUH! Bye, mbak...moga dagangan yeiy makin lareeeeeesssss... amin! 
-------------------------------- BATAS AKHIR MEMAKI MBAK OLSHOP ------------------------------

Rute ke-6 : PULAAAANG!!! tapi... angkotnya apaan yak dari depan MATOS???
Ini udah jam 5 sore. Jarang-jarang nih saya gentayangan diatas jam 5sore. Pede aja naek angkot GL lagi pas pulang...didepan MATOS naeknya, karena pikir saya, "tadi berangkatnya kan turun diseberang MATOS jadi pulangnya pasti disisi-sebaliknya..." Dan lagi-lagi tanpa nanya pak supir...(IYA SAYA TAHU ITU KEBODOHAN KEDUA DAN SAYA LAYAK DISEBUT KELEDAI...) feeling saya pun bilang "kayaknya, ini bakalan salah jurusan lagi deh..." sementara langit masih juga ramai dengan gerimis yang sepadat antrian supermarket di tanggal muda... Sementara saya pasrah di dalam GL (dan GL yang lewat persis depan MATOS ini puter balik ya di bunderan jalan Bandung dan pergi ke arah yang saya yakinnya itu menuju arah Gadang), ternyata GL itu melewati depan supermarket Lai-Lai. Saya pun turun didepan Lai-Lai. "Masuk bentar ah, daripada rugi ongkos..." Bener aja...dalam Lai-Lai ada sekotak onde-onde, harganya cuman 6ribu rupiah saja... Tapi...kalau saya beli itu onde-onde, duit saya abis-biiis dooong... "besok belanja sayurnya gimana?!?" Another 3rebu melayang...
Saya nanya lagi akhirnya ke pak Parkiran Lai-Lai..."pak, kalau ke Arjosari naek apa ya?" Him : "oh, jalan ke sana, *nunjuk jalanan setelah lampu merah*, atau naik ADL aja disebrang sana...*nunjuk arah sisi sebrang Lai-Lai, jalan yang sepertinya itu arah ke Splendid*. And yes...the power of "kepepet" makes me gak ngurus pokoknya nanya orang dan kudu sampe rumah! Masih keujanan dan ntah karena tuah siapa saya keujanan hari ini, saya naek ADL seperti yang diarahkan oleh bapak Parkiran Lai-Lai. Terimakasih pak...dan selamat bertugas! *lah...* Saya udah blank tuh...udah gak bisa inget-inget jalan lagi...pokoknya pasrah aja di dalem ADL ini. Dan sampailah ADL di depan stasiun Malang Kota wah ya udah saya turun aja di seberang stasiun karena saya inget, sebrang stasiun kan dilewatin ABG yang bakalan membawa saya menuju perempatan Cengger Ayam, tempat dimana semua ini bermula...HORE! *apaan coba...*

Dan...sekian perjalanan saya bersama angkot-angkot di kota Malang. Perjalanan saya diakhiri di angkot ABG yang penuh sesak dengan orang-orang yang mungkin sama seperti saya, merindukan kehangatan rumah untuk berlindung dari dinginnya udara di luar sana yang masih basah karena rintikhujan...

PS : diselesaikan dalam keadaan jaringan spidi lemot, laptop sempat hang dan makan gado-gado dari hajatan orang depan rumah. Byuh..hari ini saya 2kali makan bumbu kacang. *mules*
PS lagi : jadi...total ongkos angkot tadi berapa hayo? Yak.. Rp. 21.000,00 dari 7x angkot yang udah saya tumpangin dengan 4x salah jurusan jadi saya rugi = Rp. 12.000,00. *perhitungan banget jadi orang*
PS lagi-lagi : seperti kata pepatah "Malu bertanya...ongkos melayang percuma..."

HAVE A GREAT DAY!