Friday, October 23, 2015

Icip-icip(poto-poto) hotel Riche, Malang.

Tulisan hari ini sebenarnya hanya melanjutkan cerita tentang jalan-jalan narsis beberapa minggu lalu.
Sudah saya pajang di Instagram lho... eiya, Jeng Sri sekarang ber-IG ria lho kakak... ceki-ceki IG kita dong kakak.. @jengasihsri ya! ^^

Oke. Lanjut!

Ceritanya....
Ada kenalan dari twitter, datang berkunjung ke kota Malang.
Awalnya ia stay 2 malam di sebuah hotel. Lalu pindah ke hotel lain.
Dan pindahnya ke hotel yang kebetulan nuansanya vintage banget. Ya iya sih...ini kan hotel lama yang dipermak ulang sehingga kesan vintage-nya masih terasa sekali.

Hotel Riche namanya...

Hotel yang terletak sangatlah dekat dengan alun-alun kota Malang. 
Hanya selisih dua bangunan disebelahnya kita sudah bisa tiba di toko Oen yang sangat termasyhur di kota Malang.


Hotel ini sebenernya udah lama saya incer karena sedang dilakukan renovasi. Pikir saya "pasti hotel-hotel daerah sini kalau direnov ya jadinya hotel-hotel minimalis nan boring..." I was completely wrong.. ;)

Setelah beberapa bulan hotel tersebut usai dari masa renovasi, seketika bangunan baru tersebut langsung menyita perhatian saya. Berkali-kali saya melintas di depan hotel Riche tersebut, kaki saya udah gatel aja pengen belok dan masuk untuk melihat-lihat. Eeeeeeeh, tak disangka.. kesempatan pun tiba :D
Kawan saya memilih untuk menginap di hotel tersebut. Saya akhirnya ikutan masuk nih ke dalam kamar tempat ia menginap. Untuk ukuran kamar, hmmm... ini agaknya lebih kecil dari kamar standart hotel. Hanya saja saya lebih tertarik menikmati bagian sekitar hotel, segera saja saya mengambil gambar dan tak lupa selfie karena memang tidak kepikiran minta tolong teman saya untuk membantu saya berfoto padahal...lebih baik difotoin daripada selfie lho ;)))

Lorong menuju ruang makan
Namun saya tidak sempat makan malam disana saat itu.
Gambar diambil saat malam dan dengan kamera hape seadanya, sehingga saya sulit mengabadikan hangatnya suasana disekitar lorong tersebut. 


Kafe didekat (atau menjadi satu dengan) lobi.
Saya dan teman menikmati coffee break yang disediakan oleh hotel di tempat ini.

Pada dasarnya saya suka dengan bangunan-bangunan arsitektur lama, kuno, klasik dan sejenisnya. Saya bersyukur hotel Riche ini kembali bersolek dengan mempertahankan gayanya yang asli, bagunan lawas nan cantik.

Hotel's dining room?

Shabby chic ornaments? ^^

Oh yes.... you should see me! :))))
Another hotel's rooms are behind this door.


Sayangnya saya tidak memiliki kemampuan mengabadikan gambar dengan baik.. Sehingga saya tak mampu berbagi kehangatan dan keindahan hotel ini. Yah...tapi... paling tidak, saya bisa berbagi kesenangan saya berada di sekitar tempat ini :p

too sleepy and tired during weekend yet I don't mind.
as long as I could happily taking pictures here... hahahaha! ^^
  

Wednesday, October 21, 2015

My night routine...duileeee Jeng Sri pake nulis ginian juga akhirnya... ^_^

Ceritanya..
Saya dapet kesempatan nge-review dan incip salah satu produk perawatan kulit. ^^
Kebetulan kok brand yang menawarkan tersebut memang sudah biasa saya gunakan sejak jaman SMU! Itung aja deh udah berapa taon saya pakai produk dari brand tersebut.. 

Supaya posting ini bermanfaat, langsung aja saya perkenalkan pada..

The Body Shop "Moisture White Shiso Overnight Triple Boost Serum"
Secara garis besar... ini adalah : krim malam dengan bentuk lotion.





Awal saya mencoba, cukup kaget dengan tekstur(?) atau konsistensi(?)nya. Karena selesai saya mengusapnya ke seluruh wajah, eeeehhh....kok ada kerlap-kerlip cantik di tangan saya. Wajah saya nampak glittery tapi tidak yang berlebihan lantas menjadikan wajah saya layaknya disco ball ya..  :D
Namun keesokan harinya setelah saya bangun tidur, shimmery particle tersebut sudah tak dapat saya temukan lagi di wajah. Weird yet amusing!


Saya telah menggunakannya hampir 2 bulan, saya rasakan memang tekstur wajah membaik.  Kulit wajah saya kering kombinasi dan rentan terjadi dry patches di area sekitar pipi dan mulut. Sejak menggunakan ini there's no more dry patches. Perawatan kulit saya standart saja, hanya moisturizer dan sunblock di pagi hari dan night cream ini untuk malam hari.

Saya belum bisa menyatakan bahwa produk ini dapat menghilangkan flek hitam akibat proses aging karena ada 3 dark spots di wajah saya yang tak kunjung hilang sekalipun saya sudah menggunakannya hampir 2 bulan.
Saya juga tidak bisa menilai apakah skin tone saya menjadi lebih cerah setelah menggunakan produk ini karena saya juga tidak memiliki foto before-after eheeee.. maafkan saya.

Yang jelas, secara keseluruhan saya suka produk ini karena...
+ melembabkan kulit kering-kombinasi saya
+ membuat tekstur kulit wajah membaik
+ tidak mengakibatkan jerawat atau bruntusan setelahnya
+ aromanya juga menyenangkan sekali 


Yang saya tidak suka?
Mungkin hanya...harganya yang mahal.... 30ml untuk produk seharga 459.000, fiuh... dan dengar-dengar harganya sudah naik menjadi 509.000? :'D


Saya mendapatkan produk ini dari Forum Female Daily dan The Body Shop Indonesia, terimakasih semuanya.. Senang sekali bisa diberi kesempatan ini dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa-siapa saja yang sedang bingung memilih produk krim malam untuk perawatan kulitnya. Good luck! 

Saturday, October 17, 2015

Kemana aja, jeng?

Hahaaaaiiii...

Akhirnya nulis-nulis lagi... ^^
Abisnya... 2 bulan terakhir dihabiskan untuk persiapan nikahan adek ipar.
Anak bungsu... ibarat kata, "ini nih gong nya..."
Jadilah semua ber-hectic ria mempersiapkan pernikahannya.

Kebetulan juga calon istri dari Malang, rumahnya pun dekat dengan rumah saya. Otomatis...semua kegiatan berpusat di rumah saya.... :')
Antara excited dan ngap-ngapan karena rumah mungil saya yang biasa diisi dua manusia dan dua kucing mendadak tidak pernah sepi manusia dan saat h-10, waduh.... ini rumah udah gak ada bentuknya. Rameeeee.... penuuuuuh.... :))))

Saya udah gak sanggup juga bersih-bersih karena tiap dibersihin dikit, lhah...udah kotor lagi. Aduh mama sayangeeee... *tepok jidat*
Apa emang gitu ya kalau rumah diisi banyak orang? :')

Plus... di Forum Female Daily lagi rame giveaway dengan syarat harus menuliskan beauty product reviews, sebanyak-banyaknya, supaya dapet kesempatan masuk undian dan dapet hadiah... jadilah blog ini makin terbengkalai... hahahaha.

Meski akhirnya saya dapat 2 hadiah dari 3 periode giveaway yang diadakan.. saya jadi makin kangen nulis disini.
Lebih tepatnya merasa bersalah karena nggak sekalian nulis disini...
Tiap kali mood nulis datang, trus lihat kondisi rumah yang rame dan berantakan... ilang lagi deh moodnya :'|

Tapi hari ini saya berkunjung ke hotel ke tempat kawan saya menginap.
Dia ini kawan twitter, kami berteman cukup lama dan akhirnya bisa meet up di Malang karna kebetulan dia ada tugas dari kantor untuk ke Malang. 
Kebetulan juga dia menginap di hotel Riche, hotel di seberang Sarinah Malang.
Saya udah dari lama banget ngincer tempat ini karena tempat ini setelah di "make over" eeeeehhh, kok jadi hotel ala jadoel yang ketjeh sekali... ^^

Nah...ini sneak peek hotel Riche Malang yang udah saya incer sejak beberapa minggu karena penasaran dan pengen coba incip ngopi-ngopi cantik di tempat ini...ngopi ajalah ya, ngga perlu nginep karna rumah saya kan di Malang juga... yaaa kecuali ada yang ngasih voucher menginap gratis di tempat ini... :p

Hmmmm, next destination? We'll see ;)

Atas : area makan dan minum (kafe?) 
Bawah : area lobby yang berdekatan dengan kafe

Thursday, August 13, 2015

Lipstik lokal pengobat kerusakan kantong dan pelipur lara... :p | dupe or versus time!

Sejak rajin nge-blo (cieee...rajiiin!), saya jadi makin gatel nyoba-nyobain lipstik trus di poto-poto buat ditulis disini. Tujuannya sih...biar kayak sibuk gitu... Muhahahaha!
Etapi masih belom kepikiran untuk gabung jadi beauty blogger siy..
Apalah saya ini, jauh dari sebutan "beauty"...karena saya biasa disebut "Sri"... :p

Mendadak saya kumat pengen nulis lagi tentang lipstik saya yang hampir sekantong ini (fiuh...!)
Terus juga saya sumpek karena beli lipstik kok warnanya bisa mirip-mirip sih...
Daripada sumpek, mending anggap ajah ini tuh "dupe" alias duplikat yang gak bikin kantong bolong!

Belom banyak sih dupe yang saya temukan. Sejauh ini baru 4 lipstik ini saja yang menurut saya cukup bisa menggantikan satu sama lain. Kebetulan saya belom pernah menuliskan mereka disini, so...mayanlah ya, saya jadi punya kesibukan~ :3

Ceritanya saya sedang puasa belanja(online :p) dan puasa lipstik matte!
dan juga bokek..... :|
Ntah kenapa mendadak bosan dengan tampilan matte untuk bibir saya karena garis bibir jadi nampak jelas sekali (beberapa warna malah buat bibir saya nampak keriput dan kisut) dan menurut saya lipstik-lipstik matte cocoknya digunakan untuk warna-warna dengan intensitas yang jelas atau bold alias gonjreng.. bukan warna-warna nude or natural. Menurut saya....

 back to local! :D
senangnya belanja offline dan merk lokal...hemat cyin! 
Pixy Rp. 25.500 ; Fanbo Rp. 24.000

Kabarnya kan ini lipstik lokal yang banyak di review oleh blogger nasional, eheee...
Saya taunya ini dari teman di Bogor.
Kok bagus warnanya, agak pucat di dia tapi tetap nampak bagus.
Jadilah saya yang kepengen.. :p

 


quite pigmented and good coverage









Saya SENANG dengan warna lipstik ini. Sepertinya ini warna natural yang cukup aman untuk undertone saya yang "warm to neutral" ini. Tekstur lipstiknya sendiri "creamy" dan hasil akhirnya tidak "dead matte" dan tidak glossy juga. Lumayan kelihatan sehat lah kalau pakai lipstik ini. 
Bandingkan dengan lipstik nude saya dibawah ini...

"La Splash Innocent Vixen".
HuHa HuHa HuHa....
Saya nampak sakit dengan lipstik warna seperti ini..
Warna kulit saya tak seputih cat tembok jadinya ini tidak masuk sama sekali
Walau sejujurnya saya senang memakainya meski berbau kimia cukup kuat


Lipstik ter-bulky yang pernah saya genggam selain tube LA Girl Matte
tapi kemasan pinky-nya ini lho...
derita penggemar warna pink garis keras... jadi gak bisa nolak... :')


In real life, more pinkish than the picture.
Sheer to medium pigmentation and a bit patchy (too bad)
I prefer using this at night than noon. 
Its sheen too bright against the daylight, unless you have a very pale skin...


Its Dupe or Versus time! ^_^





Hihiiiyyy..ini dia satu lagi lipstik kesayangan saya... MAC Ravishing dengan tampilan akhir "cremesheen" alias glossy :D
Lalu kenapa saya mem-versuskan keduanya?
Karena...waktu saya coba si Pixy, kok saya merasa sudah pernah punya warna ini sebelumnya ya... Lalu saya pakai di atas dan bawah. Dan tadaaaaa.... MIRIP! Padahal waktu dioles ke tangan warnanya beda lho... Aneh kan? Hmmm....

Bedanya jauh banget lah ya...
Satunya orange-y... Satunya pink-y...


and see... this what's happened when I swatched them on my lips...
quite similar, eh? :/

Pixy 315 memang lebih sheer dibanding MAC Ravishing. Tapi untuk warna, aduh beda tipis kalo udah saya pakai... Kalau cewe yang bener-bener teliti mungkin tau kalau saya memakai warna yang berbeda tapiii kalo pak bojo lihat pasti protes dan bilang "ah, sama aja..." maklumlah...lelaki. :)))
Soal ketahanan... dua-duanya gampang raib kalau sering dipake makan atau minum. Jelas ya...dua-duanya bukan tipe longlasting lipstick gitu...
Pekara harga? Yassalam... murah Pixy pake jauh lah! Yang enggak-enggak aja kalian ini.. :p
Jadiii kalau MAC saya ini habis, saya udah punya penggantinya yang (JAUH) lebih murah...*smirk*

Next Versus



Maap, itu kemasan colorpop lippiestix saya udah jelek... Nggak tau kenapa emboss merk nya itu gampang raib pake banget...
Kalau kemasan Fanbo ini... hmmmm, kayaknya saya dapet bad batch deh.. kemasannya agak kurang perfect buat memasukkan (menurunkan?)lipstik sampai ke dalam, jadi harus benar diputar maksimal karena ada yang tersendat sehingga ujung lipstiknya masih nongol dikit. Yaaaa... hope you know what I mean. 


Creamy texture. Good coverage.
Expensive price... :p



Hand swatch.
Mirip ya satu sama lain? Hmmmm...
Be the judge.. ;)


Jadi bagaimana? Miripkah?
Kalau mirip... ya syukurlah. :p
Colorpop 1g Rp. 93.000
Fanbo 4g Rp. 24.000
WAIT!
Let's do the math...

MAC 3g di konter Indonesia sekitar Rp. 260.000
Colorpop 1g (online dan preorder di Marketplaza Female Daily) Rp. 93000
Lebih murah MAC dong ya? :p
Kelebihannya... Cpop bisa cepet habis dan kita bisa punya banyak warna :D


Jadi gimana... Berguna gak sih tulisan saya?
Kalau nggak, yaudah... close tab aja.
Kalau berguna...syukurlah.
Maafkan saya yang lagi pengen nulis beginian dan kayaknya bakal ada tulisan model begini biar saya nampak punya kesibukan... :p


Saturday, August 8, 2015

Depot-warung yang kukunjungi ketika dompet sedang kembang-kempis... (part-1)

Ternyata saya masih punya tanggungan post tentang makanan yang standart tapinya cukup ngangenin... terutama dikala dompet tanggung bulan ya... :p

Dompet tanggung bulan gak akan mampu kita bawa ke kafe atau resto (apalagi resto fancy) untuk mendapatkan makanan atau jajanan yang mengenyangkan. Kebanyakan juga kafe resto tersebut dihidangkan dalam porsi "yaelah...segini sih cuman nyampe tenggorokan ajah udah laper lagi deh..." (ketauan banget de kalau saya makannya kudu dalam porsi segambreng :'D)

Maka dari itu, kedai makanan alias depot-lah yang lebih sering saya kunjungi ketika hasrat ingin jajan-makan diluar cukup tinggi tetapi kapasitas dompet tidak memadai.
Lalu...depot mana saja yang jadi "langganan" saya?

Depot "Hok Lay"
Jalan KH. Akhmad Dahlan No. 10 kota Malang
(daerah kota lama-pasar besar kota Malang)



Begitu lihat depotnya, yang jadi pertanyaan terbesar saya... "Halal gak ya?"
Walau sebenernya kalau ada depot tulisan "no pork" aja udah langsung saya tongkrongin sembari mengucap... "bismillahirrohmannirrahiiiiimmmmmmm" :p

First time I stepped into this place, I was amazed! SO VINTAGE!
Memang sih, tanpa detil pernak-pernik vintage layaknya di kafe-resto bertemakan "vintage-retro style". Apa-apa yang ada di dalam depot ini yaaaa udah dari dulunya ya begini adanya... terharu! :'D

 pertama kali mau masuk depot ini saya RAGU sekali!
lalu saya melihat ibu berkerudung tersebut maka...
langsung yakinlah saya mencoba makan disini.
dan ternyata setelahnya makin banyak ibu-ibu berkerudung yang datang, hihiiiy!


 Ini dia 3 menu andalan disana.
Cui Mie yang rasanya lumayan enak.
Lumpia Semarang yang ENAK BANGEEEEET!
Es "Fosco", si es susu coklat yang jadi "signature drink" di depot ini yang...
kalau satu botol kurang dua botol kebanyakan. ENAK!

Dari segi harga.. ya mahal dibandingkan warung pangsit pinggir jalan langganan saya di jalan Mawar. Pangsit kaki lima Rp. 7000 ajah udah dapat pangsit mie plus bakso dua butir! :D 
Tapi kan intinya saya masih pengen makan "layak" di keadaan dompet yang tidak "layak" maka opsi depot agaknya sesuai dengan harapan saya. 

 Es Fosco yang melegenda (cieeee...hahaha)
Rasanya manis-agak sedikit asin-creamy.
Yummmmyyyy!

Hasil akhir : KENYANG DAN SENANG!
Tapinya kalau kesini harap diperhatikan... karena mereka ada jeda istirahat siang-sore.
Amannya kalau berkunjung ke sini ya pagi-agak siang dan abis maghrib sampai jam 9 malam. 

Depot Tahu Campur Cak Uri Kumis
Jalan MT. Haryono, kota Malang
(di daerah UB-Dinoyo arah menuju kota Batu)

Setelah cukup lama cuman ngeliatiiin aja depot satu ini kalau lagi perjalanan sekitar sini atau akan ke kota Batu akhirnya saya mampir juga dan udah lumayan bolak-balik-bolak untuk makan disini. 
Rasa tahu campurnya menurut saya sesuaiiii dengan seperti apa yang saya bayangkan dan rasa tahu campur yang sering saya makan di Surabaya.
Pas banget karena selama ini saya selalu hampir mengeluh karena sulitnya menemukan makanan standart-tradisional yang enak(sesuai selera saya maksudnya...heheeee)di sini. 
Maklumlah...balada pendatang ya begini ini... Suka kangen ama masakan kota asal sekalipun tahu campur ini kan asalnya dari Lamongan sementara saya aslinya Surabaya tapi di Surabaya, makanan ini sudah seperti makanan-jajanan pokok yang wajib dikunjungi :p

 Sayangnya tahu campur ini gak ada kerupuknya.
Kerupuknya wajib beli sendiri... :p
Tapi gapapa lah...kerupuknya murah ini... 
Saya minimal habis 2bungkus kerupuk disini :D

Kalau kesini siy bisa dari siang sampai malam.. Yang tidak terdeteksi itu... tutupnya hari apa ya? Saya pernah kesana hari jumat malam eh kok tutup... :/
Harganya? Hahaaaa... murah ini sih! Seporsi tahu campur biasa seharga Rp. 14.000 sedangkan yang porsi jumbo seharga Rp. 17.000. Tenang...ini tuh porsinya banyak! Rasapun enaaaak!!! :D 

Warung Ceker Sri Lestari
Jalan Trunojoyo, kota Malang
(daerah Klojen alias depan Stasiun Malang Kota Baru)

Seumur-umur baru ini saya makan ceker bisa terasa sungguh NIKMAT SEKALI.
Ceker disini rasanya paling beda dibanding warung-warung ceker yang bertebaran banyaaaaaakkkk sekali di kota Malang.
Saya pada dasarnya gak pernah tertarik nyobain warung ceker pedas, setan, demit or apalah itu segala bangsa lelembut yang dialamatkan untuk jenis masakan pedas begini.
Tapiiiii...begitu masuk dan makan di warung ini, Subhanallaaaah... kok bisa ya masak kuah ceker enak begini, rasanya beda gitu. Mirip soto...tapi kok ya bukan soto...
Wah tapi ralat! Disini yang biasa saya makan sayap ayamnya karena males ribet makan ceker yang banyak tulang belulangnya cuman rasa kuahnya iniiiii yang NAGIH banget! Apalagi ditemenin kerupuk! Byuh... satu toples sanggup saya abisin sendirian deh :)))

Satu porsi ini cukup Rp. 10.000 sajaaa!
Ibu saya aja sampai bilang "wiiiih, enak yoooo!!!"
Ingat, kalau mau makan disini...baru bisa setelah adzan Maghrib
alias bukanya petang ya ;)

Sudah ya teman...
Saya tak sanggup menulis lagi karena...
Semuanya tadi bikin saya LAPAAAAARRR! :'(((
Sambung lagi di post part-2 berikutnya yaaaa :D



 



Thursday, July 30, 2015

Lebaran dan cerita yang akan mengikutinya...

Awwww................!!!!!!!!!

Sampai lupa udah berapa lama yah saya gak ngomel disini... :D
Sebenernya BANYAK banget yang pengen saya share.
Tetapi...
Kalau saya tulis draft di e-mail, trus saya copaste kemari...lhah, kok paragrafnya gak bisa diatur rata kanan-kiri ya? Anyone could help me? :(
Gini nih kalau orang gak mau update ilmu.... :p

Sebelum ngoceh terlalu panjang
"Mohon Maaf Lahir dan Batin" kepada semua yang sudah maupun yang akan membaca tulisan saya. Maaf ya kalau kesindir... Maaf juga kalau saya ke-ge-er-an karena ngerasa sudah nyindir situ... hihihi.
Pokoknya mohon maaf lahir dan batin... Semoga ibadah kita di bulan Ramadan diterima Allah SWT. Ammiiinnn...

Liburan Lebaran kemana aja nih? :D

Saya mudik lho... 2 hari sebelum Lebaran. Ke Jember...kotanya pak bojo dan pas banget disana Gunung Raung lagi erupsi kan tuh... Gak berasa gimana-gimana sih, yang paling berasa cuma debu vulkanisnya itu lho. Setelah salat Ied saja saya merasa pengen bersin dan batuk terus... :(
Setelah salat Ied dan makan lontong opor, kami lantas nyekar ke makam almarhum Bapaknya pak bojo. Kami hanya berlebaran ber-4 saja. Tahun depan mungkin lebih banyak karena adek ipar sudah menikah.

Lebaran kali ini lumayan kangen sih dengan pertanyaan "sudah isi belum???" dengan tatapan iba dan usulan panjang lebar mengenai tips dan trik agar cepat punya anak. Soalnya lebaran ini termasuk sepi. Tiada paklik-bulik, pakde-bude dan yaaaaaaa kroni-kroninya itulah. Tapi saya sudah menyiapkan mental untuk bulan Oktober karena acara keluarga yang biasanya di hari Lebaran akan dipindah di bulan Oktober, bulan dimana adek ipar menikah di Malang ini. Jadi ya....saya sudah mulai tarik nafas dalam dan senyum-senyum baik mulai dari sekarang. Oh! Serta...belajar bertutur kata yang sopan dan manis ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hahaaaa. Saya juga belum bertemu keluarga dari pihak Bapak-Ibu saya dan sepertinya ya tidak sempat bertemu karena Lebaran tahun ini sudah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, nenek sudah tidak bisa bangun lagi dari tempat tidur alhasil nenek harus pindah ke Sidoarjo dan yah...semakin jarang yang mengunjungi nenek. Tapinya ya saya "bisa selamat" dari pertanyaan template macam itu...
Beginilah risiko tinggal di negara yang menjunjung "lhah...biasanya kan..." atau "yaaaa kan bisa kalau nggak begitu...." atau "ih, kok nganu aja sih...kok gitu-gitu aja..."

Kenapa saya bilang begitu?

Budaya kita kan termasuk diantaranya sekolah-kuliah-kerja-kawin-beranak-mantu-bercucu-dan seterusnya. Kalau ada satu saja step yang terlewati atau belum "ditunaikan" maka masyarakat sekitar kita tinggal akan terheran-heran. Kasak-kusuk pun muncul. Pertanyaan jujur nan tulus sangat sulit dibedakan dengan pertanyaan intimidatif. Karena rata-rata langsung ingin menyarankan terbaik. Terbaik bagi siapa sih? Baik itu kan relatif...ya gak?

Hmmm...percuma juga sih saya menjelaskan panjang lebar tapi kalau yang ngebaca dan bertanya bukan orang-orang yang merasakan atau mengalami hal yang sama...pasti sulit menerima penjelasan yang akan saya berikan. Supaya hemat. Dan semua senang... Senyum aja yang lebar. :D

Wednesday, July 1, 2015

Cilok Bakar : Takjil TERENAK sepanjang masa! :D

hmmm...udah masuk pertengahan tahun 2015..
pertengahan ramadan juga...
and... today is pak bojo's birthday...happy birthday love! :3

Hahaaaa...tapi hari ini mau nge-post tentang takjil terfavorit sepanjang masa!

YAP! Cilok Bakar...!!!
Selama hidup 3 tahun di kota Malang dan 3 tahun juga berpuasa di kota Malang, cilok bakar ini merupakan favorit saya dan pak bojo.
Lokasinya di jalan Sukarno Hatta, nggak jauh dari pasar takjil SUPER RAME yang ada di jalan Sukarno Hatta ini juga.. tapi cilok bakar ini tidak masuk di jajaran pedagang di dalam pasar takjil ya... lapak beliau ini ada di depan Apotek K-24, cari sendiri yeee... kan jelas tu gambarnye... :p

Dulu...beliau ini berjualan di depan bank BRI Suhat, namun.. tahun ini lapak beliau tergusur oleh lapak Pecel Madiun yang rupanya sudah sejak sebelum ramadan(tahun ini) udah ngepos di depan bank BRI tersebut, sementara si Bapak penjual ini merasa tidak enak kalau sampai harus berebut tempat... jadilah beliau mengalah dan berjualan agak jauh dari bank BRI Suhat.... :(

Jadiiiii...bagi teman-teman yang sempat membaca post ini, beli cilok bakarnya bapak ini aja dooong... :')
Tapi suwer, ini rasanya juga tak mengecewakan bahkan bisa saya bilang enak juga...
Harga pertusuk sama seperti 2 tahun lalu, Rp. 1000 saja. 
So...teman-teman yang baik, sekali-kali mampir yah buat beli cilok bakar bapak yang (rasanya hampir) selalu pakai topi kuning "INSPRD" ini... :D